Hodgson Tak Akan Rubah Gaya Permainan
Editor Bolanet | 2 Juli 2012 02:00
- Penampilan dalam gelaran Euro kali ini dirasakan sangat kurang. Tim ini tampil begitu bertahan dan tidak mampu menguasai bola, namun Roy Hodgson tetap bersikeras mempertahankan gaya permainan tersebut.
Meskipun menuai banyak kritikan dikarenakan taktik yang ia terapkan kepada tim The Three Lions, Hodgson tetap saja tidak ingin mengubah caranya itu.
Mantan pelatih West Bromwich ini mengatakan bahwa dirinya ingin membuat Inggris tetap seperti sekarang. Ia tidak ingin menjadikan timnya seperti Spanyol yang dianggap memiliki gaya permainan yang lebih menyerang.
Selain itu, pelatih berusia 64 tahun ini juga menyatakan bahwa yang tampil seperti itu juga gagal untuk merebut gelar selama bertahun-tahun. Di tambah lagi, gaya permainan yang diterapkannya itu dianggap sebagai cerminan tim Inggris.
Kami telah mempertahankan tingkat kepragmatisan yang sering diterapkan oleh sepak bola Inggris, jelas Hodgson. Kami juga menjaga semangat juang dan kesabaran.
Kami tidak harus membuang semua sifat tersebut hanya karena Anda ingin bisa bermain di lapangan dan ada beberapa orang berkata bahwa Anda harus lebih banyak melakukan tendangan ke gawang. Saya tidak ingin meniru negara lain, tidak, saya ingin Inggris tetap menjadi Inggris.
Anda tidak bisa mengatakan kami harus bermain seperti Spanyol karena melepaskan sesuatu hal, Spanyol tumbuh dengan kondisi yang berbeda dengan kami dan selalu memiliki sifat yang berbeda.
Dan seharusnya kita tidak lupa bahwa selama bertahun-tahun Spanyol bermain di beberapa turnamen besar dan tak pernah meraih apa pun.
Terlepas dari semua alasan yang diberikan oleh Hodgson, gaya permainan yang diterapkan Inggris memang sangat kurang dari memuaskan. Terbukti dengan kurangnya penguasaan bola di empat pertandingan yang dilakoni Tiga Singa di Euro kali ini. Puncaknya adalah, Steven Gerrard dkk hanya mampu menguasai bola sebanyak 36% saat mereka melawan di perempat final Euro 2012. (f411/bgn)
Meskipun menuai banyak kritikan dikarenakan taktik yang ia terapkan kepada tim The Three Lions, Hodgson tetap saja tidak ingin mengubah caranya itu.
Mantan pelatih West Bromwich ini mengatakan bahwa dirinya ingin membuat Inggris tetap seperti sekarang. Ia tidak ingin menjadikan timnya seperti Spanyol yang dianggap memiliki gaya permainan yang lebih menyerang.
Selain itu, pelatih berusia 64 tahun ini juga menyatakan bahwa yang tampil seperti itu juga gagal untuk merebut gelar selama bertahun-tahun. Di tambah lagi, gaya permainan yang diterapkannya itu dianggap sebagai cerminan tim Inggris.
Kami telah mempertahankan tingkat kepragmatisan yang sering diterapkan oleh sepak bola Inggris, jelas Hodgson. Kami juga menjaga semangat juang dan kesabaran.
Kami tidak harus membuang semua sifat tersebut hanya karena Anda ingin bisa bermain di lapangan dan ada beberapa orang berkata bahwa Anda harus lebih banyak melakukan tendangan ke gawang. Saya tidak ingin meniru negara lain, tidak, saya ingin Inggris tetap menjadi Inggris.
Anda tidak bisa mengatakan kami harus bermain seperti Spanyol karena melepaskan sesuatu hal, Spanyol tumbuh dengan kondisi yang berbeda dengan kami dan selalu memiliki sifat yang berbeda.
Dan seharusnya kita tidak lupa bahwa selama bertahun-tahun Spanyol bermain di beberapa turnamen besar dan tak pernah meraih apa pun.
Terlepas dari semua alasan yang diberikan oleh Hodgson, gaya permainan yang diterapkan Inggris memang sangat kurang dari memuaskan. Terbukti dengan kurangnya penguasaan bola di empat pertandingan yang dilakoni Tiga Singa di Euro kali ini. Puncaknya adalah, Steven Gerrard dkk hanya mampu menguasai bola sebanyak 36% saat mereka melawan di perempat final Euro 2012. (f411/bgn)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cole Palmer Bakal Mundur dari Timnas Inggris, Thomas Tuchel Harus Cari Pengganti
Piala Eropa 21 September 2026, 17:06
-
Skuad Italia Era Kedua Roberto Mancini: 9 Pemain Baru Masuk Daftar
Piala Eropa 19 September 2026, 19:30
-
Cole Palmer Bangkit di Bawah Xabi Alonso, Kini Kembali ke Timnas Inggris
Liga Inggris 18 September 2026, 19:07
-
Timnas Spanyol Umumkan Skuad Nations League, Josep Martinez dan Dean Huijsen Kembali
Piala Eropa 18 September 2026, 18:45
LATEST UPDATE
-
Menang Tapi Belum Tajam: Analisis Statistik Timnas Indonesia Saat Gulung Singapura 2-0
Tim Nasional 25 September 2026, 22:31
-
Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Menang 2-0, tapi Malaysia di Puncak
Tim Nasional 25 September 2026, 22:10
-
Hasil Timnas Indonesia vs Singapura: Diwarnai Kartu Merah, Garuda Menang 2-0
Tim Nasional 25 September 2026, 21:58
-
Fakta Unik Starting XI Timnas Indonesia Vs Singapura: Cuma 1 Pemain dari Liga Domestik!
Tim Nasional 25 September 2026, 21:31
-
Pada Diri Luke Vickery, John Herdman Akhiri Pencarian Winger Kanan Timnas Indonesia?
Tim Nasional 25 September 2026, 21:08
-
Florentino Perez Siap Ubah Kebijakan Transfer Real Madrid demi Jose Mourinho
Liga Spanyol 25 September 2026, 21:06
-
Hernan Crespo Soroti Goncalo Ramos: Bukan Pencetak Gol Kelas Atas
Liga Italia 25 September 2026, 20:26
-
Manchester United Kirim Scout untuk Pantau Kandidat Pengganti Lewis Hall
Liga Inggris 25 September 2026, 19:46
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia vs Singapura: Luke Vickery Jalani Debut untuk Garuda
Tim Nasional 25 September 2026, 19:32
-
Hasil Australia vs Brasil: Gol Menit 90+5 Selamatkan Pasukan Carlo Ancelotti dari Kekalahan
Piala Dunia 25 September 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33




