Ternyata, Inggris Bisa Tetap Solid karena Grup WhatsApp
Yaumil Azis | 19 November 2019 10:15
Bola.net - Berbagai masalah yang terjadi beberapa waktu lalu tak membuat Timnas Inggris lantas terpecah belah. Ternyata sejak awal, ada satu instrumen penting yang mengikat solidaritas antar pemain.
Kelolosan Timnas Inggris ke Piala Eropa 2020 dibalut dengan sebuah drama. Seperti yang diketahui, dua pemain mereka terlibat dalam perselisihan saat sedang menjalani persiapan melakoni laga kualifikasi bulan November ini.
Dua pemain yang dimaksud adalah Raheem Sterling dan Joe Gomez. Keduanya beradu mulut dan bahkan nyaris berlanjut ke adu jotos andai pemain the Three Lions lainnya tidak langsung bereaksi untuk melerai.
Namun permasalahan itu selesai dengan cepat. Raheem Sterling yang menjadi biang kerok telah meminta maaf dan Inggris pun memberikan respon positif. Mereka menuai kemenangan di dua pertandingan dengan torehan 11 gol tanpa kebobolan.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Pentingnya Grup WhatsApp
Masalah perselisihan antar pemain kerap menjadi duri dalam daging untuk sebuah tim. Namun Inggris berhasil menyelesaikan permasalahan tersebut hanya dalam hitungan hari saja.
Masalah itu bisa selesai karena komunikasi yang rutin antara para pemainnya. Di sinilah, teknologi seperti WhatsApp memainkan perannya. Gelandang Inggris, Mason Mount, mengatakan bahwa timnya bisa tetap solid karena adanya peran teknologi tersebut.
"Kami kembali ke klub masing-masing dan kami semua akan bermain saling berhadapan, namun kami punya grup WhatsApp, jadi kami tetap berbicara satu sama lain," ujar Mount dilansir dari Standard.
"Ini menunjukkan betapa dekatnya kami. Ini sudah seperti sebuah keluarga. Kami tetap saling berhubungan," lanjutnya.
Masalah Jadi Mudah Diatasi
Masalah yang terjadi di timnas umumnya berasal dari panasnya persaingan dalam level klub. Kasus Sterling dan Gomez adalah contoh nyata, di mana keduanya terlibat perselisihan saat Manchester City bertemu Liverpool di ajang Premier League.
Tapi solidaritas para pemain yang sudah terjalin di grup WhatApp itu membuat masalah jadi mudah untuk diatasi. "Anda pastinya melihat apa yang pemain lainnya lakukan di Premier League bersama klubnya," tambahnya.
"Pertandingan klub sedang memanas karena adanya partai besar, namun kami tetap rekat sebagai sebuah kelompok - dan itu telah ditunjukkan dalam dua perorma terakhir."
"Masalah terselesaikan dengan sangat cepat, seperti yang terjadi [pekan lalu], dan kami bisa berfokus pada permainan. Performa kami di dua pertandingan itu sangatlah kuat," tutupnya.
(Goal International)
Baca Juga:
19 Negara Pastikan Lolos Euro 2020, Masih Ada Lima Slot Kosong
Bukti Akademi Chelsea Bukan Kaleng-kaleng, Timnas Inggris Rasakan Khasiatnya
Trent Alexander-Arnold Dinilai Jauh lebih Baik Ketimbang Wan-Bissaka
Tammy Abraham Bisa Jadi Ancaman Besar untuk Harry Kane
Harry Kane Diprediksi Bakal Pecahkan Rekor Wayne Rooney
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rashford dan Manchester United Dinilai Sudah Tak Punya Jalan Kembali
Liga Inggris 27 Mei 2026, 09:00
LATEST UPDATE
-
Mengenal 3 Maskot Piala Dunia 2026: Maple, Zayu, dan Clutch
Piala Dunia 4 Juni 2026, 08:50
-
Revolusi Real Madrid: Rencana Besar Setelah Musim Bencana
Liga Spanyol 4 Juni 2026, 07:38
LATEST EDITORIAL
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47
















