Menolak Panik: Real Madrid Tetap Percaya Xabi Alonso meski Kalah di Final Supercopa

Gia Yuda Pradana | 12 Januari 2026 18:47
Menolak Panik: Real Madrid Tetap Percaya Xabi Alonso meski Kalah di Final Supercopa
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso saat final Piala Super Spanyol melawan Barcelona, 12 Januari 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Bola.net - Real Madrid menutup final Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana 2026 dengan kekalahan dari Barcelona. Namun, hasil itu tidak menggoyahkan posisi Xabi Alonso sebagai pelatih kepala.

Klub menilai kekalahan tersebut sebagai bagian dari proses evaluasi, bukan alasan untuk mengambil langkah ekstrem. Pendekatan yang diambil manajemen lebih mengarah pada analisis dan perbaikan.

Advertisement

Perasaan internal tim juga dinilai tidak berubah ke arah negatif. Oleh karena itu, kepercayaan terhadap proyek Xabi Alonso tetap terjaga.

1 dari 3 halaman

Evaluasi Tanpa Kepanikan di Internal Real Madrid

Evaluasi Tanpa Kepanikan di Internal Real Madrid

Barcelona vs Real Madrid: Rodrgyo dan Jules Kounde berebut bola pada laga final Piala Super Spanyol 2026, 12 Januari 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Laporan media Spanyol menyatakan tidak ada ultimatum yang diberikan kepada Xabi Alonso pascalaga final. Atmosfer di klub lebih fokus pada pembelajaran dari pertandingan ketimbang mencari pihak yang harus bertanggung jawab.

Manajemen menilai performa di laga tersebut memperlihatkan fondasi yang bisa dikembangkan. Kekalahan dianggap membuka ruang peningkatan, bukan menandakan arah yang keliru.

Dalam pertandingan melawan Barcelona, Alonso melakukan penyesuaian taktik dibanding laga sebelumnya. Perubahan itu menghadirkan peningkatan pada fase-fase penting permainan.

Komitmen para pemain terhadap proyek pelatih juga kembali terlihat. Mereka menunjukkan kesiapan untuk bekerja maksimal meski kondisi fisik tim terbatas.

2 dari 3 halaman

Dukungan Manajemen dan Presiden Real Madrid

Dukungan Manajemen dan Presiden Real Madrid

Perebutan bola antara bek Barcelona, Alejandro Balde dengan gelandang Real Madrid, Jude Bellingham di Supercopa de Espana, 12 Januari 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Sebelum final, tim mencatat lima kemenangan beruntun yang mengembalikan rasa percaya diri. Hasil final memang menyakitkan, tetapi tidak menghapus progres dari periode tersebut.

Kritik eksternal sempat meningkat terkait hasil, cedera, dan kestabilan lini belakang. Namun, sikap klub berbeda dari narasi yang berkembang di luar.

Presiden Florentino Perez bahkan memberikan penegasan langsung kepada figur senior di internal klub. Ia mengatakan, “Dia akan bertahan dan dia akan membantu kita meraih gelar.”

Pernyataan tersebut mempertegas tidak adanya keraguan serius terhadap Alonso. Keyakinan itu juga menegaskan kesinambungan proyek jangka panjang.

3 dari 3 halaman

Masalah Fisik Skuad Real Madrid dan Tantangan Ke Depan

Masalah Fisik Skuad Real Madrid dan Tantangan Ke Depan

Lamine Yamal berduel dengan Eduardo Camavinga dalam laga final Piala Super Spanyol di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, 12 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Fokus utama saat ini tertuju pada kondisi fisik skuad. Cedera terus berulang dan hampir selalu muncul di setiap pertandingan.

Menghentikan siklus tersebut menjadi prioritas tertinggi. Tanpa perbaikan kebugaran, konsistensi performa akan sulit diraih.

Final Supercopa de Espana berlangsung ketat sejak awal. Barcelona akhirnya menang 3-2 di King Abdullah Sports City, Jeddah, Senin, 12 Januari 2026.

Raphinha mencetak dua gol, dengan satu di antaranya tercipta setelah bola membentur Raul Asensio dan mengecoh Thibaut Courtois. Real Madrid sempat dua kali menyamakan skor melalui Vinicius Junior dan Gonzalo Garcia.

Meski kalah, penampilan tim dinilai kompetitif dan penuh daya juang. Faktor konteks inilah yang menjadi dasar dukungan berkelanjutan kepada Xabi Alonso.

Dengan dukungan tersebut, Real Madrid kini mengarahkan pandangan ke fase berikutnya musim ini. Evaluasi detail diharapkan membawa perbaikan nyata dalam waktu dekat.

Sumber: Madrid Universal

LATEST UPDATE