Pengakuan Laporta: Barcelona Cabut dari Proyek Superleague Karena Tak Nyaman dengan Real Madrid
Editor Bolanet | 9 Februari 2026 11:46
Bola.net - Aliansi strategis itu akhirnya benar-benar pecah. Tak sekadar soal hitung-hitungan bisnis yang macet, Barcelona resmi menarik diri dari proyek ambisius European Superleague / Liga Super Eropa karena keretakan hubungan dengan rival abadi mereka, Real Madrid.
Joan Laporta, yang sebentar lagi akan melepas jabatannya sementara waktu demi pemilihan presiden klub, membuka kartu di balik keputusan besar tersebut. Sang presiden tak menampik bahwa ketidakharmonisan dengan Real Madrid menjadi salah satu pemicu utama.
Keputusan ini diambil di tengah momen krusial transisi kepemimpinan klub. Laporta optimistis bisa kembali menduduki kursi nomor satu Blaugrana bulan depan.
Namun sebelum menyerahkan tongkat estafet sementara, ia menyempatkan diri untuk berbicara blak-blakan kepada media resmi klub. Sebuah wawancara terakhir yang tak hanya membahas politik, tapi juga masa depan finansial dan harga diri klub.
Ini bukan sekadar perpisahan sementara, melainkan sebuah pernyataan sikap yang tegas.
Hubungan yang Tak Lagi Sejalan

Akhir pekan ini menjadi penanda berakhirnya keterlibatan Barcelona dalam drama panjang Superleague. Laporta menjelaskan bahwa proyek tersebut, yang sempat digadang-gadang sebagai revolusi sepak bola, nyatanya tak bisa dijalankan.
Bagi Laporta, memaksakan proyek yang hanya menguras kas klub adalah tindakan irasional. Namun, ada alasan emosional yang lebih mendalam di balik manuver ini.
"Proyek itu tidak bisa dilaksanakan. Isinya hanya pengeluaran dan terus-menerus pengeluaran, sama sekali tidak ada keuntungannya," tegas Laporta dalam wawancara yang dikutip Diario AS.
Tak berhenti di situ, ia pun menyentil hubungan dingin dengan kubu Santiago Bernabeu. Atmosfer institusional yang memburuk membuat kolaborasi tak mungkin dilanjutkan.
"Kami tidak merasa nyaman dengan Real Madrid karena hubungan dengan mereka sedang tidak baik," imbuhnya tanpa tedeng aling-aling.
Misi Penyelamatan: Bagian Tersulit Sudah Lewat

Di luar polemik Superleague, Laporta menatap pemilihan presiden mendatang dengan kepercayaan diri tinggi. Ia merasa misinya menyelamatkan Barcelona dari jurang kehancuran ekonomi sudah berada di jalur yang tepat.
Ia menggambarkan periode kepemimpinannya sebagai upaya memulihkan "gairah" di tubuh klub. Barcelona, menurutnya, kini sedang menikmati buah manis dari keputusan-keputusan sulit yang diambil manajemen.
"Saya menghadapinya dengan kekuatan semangat dan hasrat besar untuk menjelaskan proyek kami. Kami ingin menyelesaikan semua yang telah kami mulai," ungkap Laporta penuh optimisme.
Sang presiden menyoroti status Barcelona sebagai klub multi-olahraga yang disegani. Menurutnya, stabilitas yang mulai terasa saat ini bukanlah sebuah kebetulan.
"Kami adalah satu-satunya klub multi-olahraga dengan 48 Piala Eropa. Kami sedang menjalani momen yang sangat manis berkat keputusan-keputusan yang telah kami buat," lanjutnya.
Komentar Terkait Tuas Ekonomi
Laporta kemudian menyinggung strategi finansial agresif, termasuk penggunaan tuas ekonomi yang sempat kontroversial. Baginya, itu adalah langkah tak terelakkan demi menjaga level kompetitif tim tanpa menjual jiwa klub.
"Kami harus membiayai kembali utang dan mencari pendapatan lewat tuas-tuas ekonomi. Kini kami berada dalam proses pemulihan ekonomi, terbukti dari fakta bahwa kami mencatat keuntungan biasa selama dua tahun berturut-turut, yang harus terus dikonsolidasikan," jelas pria berusia 61 tahun tersebut.
Tantangan besar lainnya adalah perpindahan kandang sementara ke Montjuïc yang penuh risiko. Namun, Laporta bangga karena berhasil melaluinya tanpa melanggar prinsip dasar klub.
"Perubahan dari stadion sementara ke Montjuïc adalah tantangan besar lainnya. Dan kami melakukannya dengan beberapa garis merah yang tak mau kami langgar: model kepemilikan dan tidak menurunkan kualitas skuad," tegasnya.
Menutup segmen ini, ia memberikan pesan menenangkan bagi para Cules. Badai terburuk diklaim telah berlalu.
"Apa yang juga ingin saya perjelas adalah bahwa bagian tersulit sudah berakhir," pungkasnya.
Polemik Jadwal Pemilu dan Laga Sevilla
Isu lain yang tak kalah panas adalah penetapan tanggal pemilihan presiden yang bentrok dengan jadwal laga La Liga melawan Sevilla. Keputusan ini sempat memicu perdebatan di kalangan anggota klub.
Laporta memastikan bahwa tanggal tersebut tidak dipilih sembarangan. Ia telah berdiskusi dengan Direktur Olahraga Deco dan pelatih Hansi Flick untuk meminimalisir gangguan pada performa tim.
"Kami memilih tanggal tersebut bersama Deco dan Flick. Kami juga telah mengomunikasikan kepada La Liga bahwa kami ingin pertandingan melawan Sevilla dimainkan pada 15 Maret," ujar Laporta menjelaskan duduk perkaranya.
Faktor Liga Champions menjadi variabel penentu yang membuat situasi sedikit rumit. Namun, Laporta menjamin bahwa kepentingan olahraga tetap menjadi prioritas mutlak di atas agenda politik.
"Satu-satunya masalah adalah pertandingan Liga Champions, karena jika mereka memindahkan jadwal kami ke tanggal 18 Maret, kami akan memprioritaskan kepentingan olahraga," tuturnya.
Ia yakin para anggota klub akan memaklumi situasi ini demi kemenangan tim. Logistik pemilihan pun telah disiapkan agar tidak mengganggu fokus di lapangan.
"Saya yakin para anggota akan mengerti karena yang mereka inginkan adalah tim menang. Bagaimanapun, akan ada tempat pemilihan lain, selain Camp Nou, untuk mempromosikan pemilihan ini," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid Jinakkan Mestalla, Alvaro Carreras: Kami Datang untuk Menang!
Liga Spanyol 9 Februari 2026, 11:31
-
Valencia vs Real Madrid: Rating Pemain Los Blancos dari Kemenangan 2-0 di Mestalla
Liga Spanyol 9 Februari 2026, 11:24
LATEST UPDATE
-
Cole Palmer Cetak Sejarah Baru Chelsea lewat Hattrick Keempatnya
Liga Inggris 9 Februari 2026, 14:17
-
Kekalahan dari Man City Ekspos Rekor Buruk Liverpool yang Satu Ini
Liga Inggris 9 Februari 2026, 13:43
-
Menpora Apresiasi Lompatan Besar Futsal dan Dominasi Tenis Indonesia pada Awal 2026
Tenis 9 Februari 2026, 13:00
-
Hati-Hati Arsenal, Guardiola Tegaskan Man City Akan Terus Mengejar!
Liga Inggris 9 Februari 2026, 12:44
-
Sassuolo vs Inter: Rating Pemain dari Banjir Gol di Markas Jay Idzes dan Kolega
Liga Italia 9 Februari 2026, 12:36
-
Bahkan Pelatih Lawan Sebut Kartu Merah Szoboszlai Tak Perlu
Liga Inggris 9 Februari 2026, 12:14
-
Digosipkan Bakal Gabung MU, Cole Palmer: Kata Siapa Tuh?
Liga Inggris 9 Februari 2026, 12:01
-
Guardiola Rasakan Kemenangan Setelah Sekian Lama, Anfield Memang Seangker Itu!
Liga Inggris 9 Februari 2026, 11:45
-
Juventus vs Lazio: Rating Pemain dari Laga Dramatis di Allianz Stadium
Liga Italia 9 Februari 2026, 11:40
LATEST EDITORIAL
-
Gelimang Uang Tak Menjamin Bahagia, 4 Bintang Saudi Pro League Ini Katanya Tak Kerasan
Editorial 5 Februari 2026, 11:49
-
8 Kandidat Klub Baru Cristiano Ronaldo Jika Berpisah dengan Al Nassr, Balik ke MU?
Editorial 4 Februari 2026, 15:31
-
10 Pemain Bebas Transfer yang Masih Bisa Direkrut Klub-Klub Top Eropa
Editorial 4 Februari 2026, 14:57








