Kekalahan dari Man City Ekspos Rekor Buruk Liverpool yang Satu Ini

Kekalahan dari Man City Ekspos Rekor Buruk Liverpool yang Satu Ini
Antoine Semenyo dan Milos Kerkez berebut bola dalam laga Premier League antara Liverpool vs Manchester City di Anfield, 8 Februari 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Kekalahan Liverpool dari Manchester City (1-2) di Anfield tidak hanya berdampak pada posisi klasemen, tetapi juga mencatatkan catatan statistik yang kurang menguntungkan bagi tim tuan rumah. Hasil tersebut menambah daftar persoalan yang membayangi perjalanan mereka di Liga Inggris musim ini.

Pertandingan yang berlangsung ketat itu kembali menunjukkan kerentanan Liverpool dalam menjaga keunggulan, terutama pada fase akhir laga. Situasi ini menjadi perhatian karena berulang kali terjadi sepanjang musim berjalan.

Dengan kompetisi yang memasuki tahap krusial, hasil tersebut memperlebar jarak Liverpool dari zona Liga Champions. Tekanan pun semakin besar bagi tim asuhan Arne Slot untuk segera menemukan solusi.

Rekor Gol Penentu di Menit Akhir Kembali Terjadi

Rekor Gol Penentu di Menit Akhir Kembali Terjadi

Dari kiri-kanan, pemain Liverpool: Ryan Gravenberch, Ibrahima Konate dan Virgil van Dijk. (c) AP Photo/Jon Super

Hasil buruk kali ini membuat Liverpool menyamai rekor kebobolan gol penentu hasil terbanyak di menit-menit akhir dalam satu musim Liga Inggris. Gol penalti Erling Haaland pada menit ke-93 memastikan tiga poin untuk tim tamu.

Liverpool sempat unggul lebih dulu pada menit ke-74 melalui tendangan bebas Dominik Szoboszlai. Namun, keunggulan itu sirna setelah Bernardo Silva menyamakan kedudukan sepuluh menit kemudian.

Gol Haaland menjadi kali keempat Liverpool kebobolan gol kemenangan lawan pada masa tambahan babak kedua musim ini. Catatan tersebut menjadi yang terbanyak secara bersama dalam satu kampanye Liga Inggris.

Konsistensi Menurun dan Tekanan pada Arne Slot

Hasil tersebut membuat Liverpool tertahan di posisi keenam klasemen dengan 39 poin dari 25 pertandingan. Mereka telah kehilangan poin dalam 14 laga liga musim ini, atau sekitar 56 persen dari total pertandingan.

Gol Haaland di laga ini adalah keempat kalinya Liverpool kebobolan gol penentu kemenangan di waktu injury time babak kedua musim ini. Mereka termasuk dua di antara tim terburuk Premier League dengan catatan negatif tersebut dalam semusim.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Liverpool belum cukup konsisten untuk bersaing di papan atas. Meski dinilai memiliki kualitas untuk memenangi lebih banyak pertandingan, performa mereka belum mencerminkan potensi tersebut.

Sorotan juga mengarah pada Arne Slot yang dinilai belum mampu memperbaiki masalah defensif tim. Lawan kerap memanfaatkan pressing pasif Liverpool serta mampu mengungguli lini tengah yang diisi Ryan Gravenberch dan Alexis Mac Allister.

Peluang Liga Champions dan Masa Depan Tim

Saat ini Liverpool tertinggal lima poin dari Manchester United di peringkat keempat dan empat poin dari Chelsea di posisi kelima. Kedua rival tersebut menunjukkan peningkatan performa setelah melakukan pergantian pelatih.

Jika Liverpool ingin menjaga peluang tampil di Liga Champions, tekanan terhadap manajemen untuk mengambil keputusan tegas semakin besar. Salah satu opsi yang muncul adalah mempertimbangkan perubahan di kursi pelatih.