Presiden La Liga Kritik Manchester City dan PSG karena Merusak Sepak Bola
Yaumil Azis | 21 Januari 2020 10:02
Bola.net - Presiden La Liga, Javier Tebas, mengirimkan kritikan keras terhadap Manchester City dan PSG. Menurutnya, klub dengan kekayaan 'negara' seperti mereka telah merusak tatanan sepak bola di dunia.
Sebagaimana yang diketahui, Manchester City dan PSG sama-sama dimiliki oleh perusahaan timur tengah yang kaya raya. Injeksi dana membuat kedua tim tersebut, yang dulu tidak diperhitungkan, kini jadi raksasa di Eropa.
Manchester City nyaris tak pernah mengeluarkan uang lebih sedikit dari 50 juta setiap musimnya sejak diambil alih oleh Abu Dhabi Group di tahun 2008. Hal yang sama juga dilakukan oleh PSG kala dipegang Qatar Sports Investment di tahun 2011.
Yang paling mengejutkan adalah bagaimana PSG sampai berani menebus klausul pembelian Neymar sebesar 222 juta euro. Di hadapan kedua tim ini, regulasi Financial Fair Play seolah tidak ada artinya.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Kritik Klub Kaya Raya
Jelas saja kalau tudingan soal perusakan harga pasar kerap menghampiri Manchester City dan PSG. Sebelum keduanya dipegang pengusaha Timur Tengah, 100 juta untuk seorang pemain sudah dianggap angka yang sangat mewah.
Tebas menjadi orang berikutnya yang menyatakan bahwa dirinya tidak senang dengan kehadiran klub-klub kaya raya tersebut. Ia merasa tim semacam itu telah merusak tatanan finansial sepak bola Eropa.
"Salah satu masalah besar di sepak bola Eropa berhubungan dengan doping [finansial]. Karena saat kami memiliki klub yang dibiayai negara, maka itu akan memberikan dampak terhadap gaji," ujarnya ke LaLiga TV.
"Itu artinya negara lain dengan kontrol ekonomi yang lebih ketat seperti klub Spanyol dan Jerman tidak bisa meminta negara untuk menambah pembiayaan guna membayar gaji-gaji itu," lanjutnya.
Semua Bertanggung Jawab
Lebih lanjut, Tebas mengatakan kalau kekayaan sebuah liga harus dirasakan juga oleh seluruh peserta kompetisi. Tidak melulu hanya diberikan kepada klub besar yang memang menarik perhatian publik.
"Semua dari kami, liga Spanyol, Premier League, UEFA, FIFA. Saya tidak yakin bahwa kami telah membantu sepak bola dengan cara apapun jika kami menghasilkan kekayaan dan kemudian langsung kembali ke klub besar," tambahnya.
"Pada akhirnya, ketimbang memiliki 12 Ferarri, mereka justru memiliki 15. Kami sedang berurusan dengan klub besar yang menghasilkan jumlah uang yang besar. Jadi tujuan kami adalah mendistribusikan kekayaan itu," pungkasnya.
(Goal International)
Baca Juga:
Disebut Mirip Kaka, Dibandingkan dengan Joao Felix, Siapa Sih Reinier Pemain Baru Real Madrid?
Barcelona versi Quique Setien: Dominasi Bola, La Masia, dan Gol Lionel Messi
Gelandang Produktif, Bukti Bahwa Real Madrid Punya Banyak Cara untuk Bikin Gol
Real Madrid Resmikan Perekrutan Reinier
Tersisih di Real Madrid, Luka Jovic Pindah ke Inggris?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Klasemen Pembalap Moto2 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 18:08
-
Klasemen Sementara Moto2 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 18:06
-
Link Streaming Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia vs Vietnam
Tim Nasional 7 Juni 2026, 17:14
-
Klasemen Pembalap Moto3 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 17:05
-
Klasemen Sementara Moto3 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 17:04
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47













