Saatnya Trent Alexander-Arnold Jadi Penyelamat Real Madrid?
Aga Deta | 20 November 2025 23:04
Bola.net - Trent Alexander-Arnold datang ke Real Madrid dengan ekspektasi yang sangat tinggi. Nama besar dan reputasi gemilangnya di Liverpool langsung menempel pada seragam putih yang kini ia kenakan.
Namun, gemerlap masa lalu bersama Liverpool tidak cukup untuk membuatnya aman dari kritik di Santiago Bernabeu. Madridista ingin bukti nyata di lapangan, terutama di saat klub berada dalam periode penuh ketidakpastian.
Real Madrid adalah klub yang terbiasa dengan kata krisis. Dua hasil buruk beruntun saja sudah cukup untuk memicu perdebatan besar di media dan kalangan suporter.
Narasi krisis ini selalu berputar setiap musim, terlepas dari posisi tim di klasemen atau trofi yang diraih di akhir musim. Di tengah suasana seperti ini, Alexander-Arnold dituntut beradaptasi dengan cepat.
Berbeda dengan Jude Bellingham yang langsung meledak di musim debut, perjalanan Alexander-Arnold lebih terjal. Butuh waktu lebih lama baginya untuk menyesuaikan diri dengan standar yang ditetapkan Real Madrid.
Masalahnya, waktu adalah sesuatu yang jarang diberikan Madridista kepada pemain berlabel bintang. Apalagi ketika cedera dan krisis bek mulai melanda skuad asuhan Xabi Alonso.
Krisis Cedera dan Tipisnya Lini Belakang Real Madrid

Real Madrid sejatinya sudah mencoba mengatasi krisis cedera di lini belakang yang terjadi musim lalu. Klub mendatangkan tiga pemain bertahan baru, yaitu Trent Alexander-Arnold, Dean Huijsen, dan Alvaro Carreras.
Selain itu, Dani Carvajal dan Eder Militao juga kembali setelah pulih dari cedera ACL. Di atas kertas, Real Madrid terlihat jauh lebih siap menyambut musim baru.
Namun, kenyataannya justru berbalik. Memasuki bulan keempat musim ini, Xabi Alonso kembali dipusingkan dengan skuat belakang yang compang-camping akibat cedera.
Antonio Rudiger dan Carvajal menjadi absen jangka panjang. Situasi diperparah ketika Huijsen dan Militao pulang dari tugas internasional dengan membawa masalah kebugaran.
Bukan hanya bek murni yang bermasalah. Pemain yang sering dijadikan solusi darurat di lini belakang seperti Federico Valverde, Aurelien Tchouameni, dan Eduardo Camavinga juga mengalami gangguan fisik.
Pada akhirnya, Alonso hanya benar-benar bisa mengandalkan Alvaro Carreras, Raul Asencio, dan Alexander-Arnold sebagai bek yang benar-benar bugar. David Alaba dan Ferland Mendy masih belum mencatatkan menit bermain setelah kembali dari cedera.
Tekanan Menggunung di Pundak Trent Alexander-Arnold

Dengan stok bek yang sangat terbatas, beban Alexander-Arnold otomatis meningkat drastis. Ia tidak hanya diminta menghidupkan serangan dari sisi kanan, tetapi juga menjaga stabilitas pertahanan yang tengah keropos.
Sepanjang kariernya, Alexander-Arnold kerap dikritik soal kontribusinya saat bertahan. Kerapuhan di area belakang sudah sering menjadi bahan sorotan sejak ia berseragam Liverpool.
Label itu terbawa hingga ke Madrid. Dalam beberapa laga awal, termasuk di Piala Dunia Antarklub dan debut La Liga, kelemahannya di area bertahan kembali terekspos.
Masalahnya, kali ini Alexander-Arnold juga belum tampil maksimal dalam hal menyerang. Umpan silang tajam, eksekusi bola mati, dan kreativitas dari sayap kanan belum benar-benar keluar seperti di Liverpool.
Dari 12 penampilan bersama Real Madrid, ia baru mencatatkan satu assist dan belum mencetak gol. Cedera hamstring yang membuatnya absen hampir dua bulan ikut menghambat proses adaptasinya.
Meski begitu, beberapa sinyal peringatan sudah terlihat dari performanya, baik saat menyerang maupun bertahan. Dengan absennya para bintang di lini belakang dan tidak adanya Kylian Mbappe untuk “menutupi” kelemahan tim, sorotan ke arah dirinya akan semakin besar.
Alexander-Arnold Harus Jadi Pemimpin Baru di Lini Belakang

Dalam kondisi normal, tuntutan sebesar ini mungkin terasa berlebihan bagi pemain yang baru pulih dari cedera. Namun situasi Real Madrid saat ini tidak lagi memungkinkan adanya masa transisi.
Alexander-Arnold harus menjadi pemimpin baru di lini belakang Alonso. Ia dituntut mengarahkan lini pertahanan yang diisi pemain muda dan kombinasi yang belum matang.
Real Madrid membutuhkan versi terbaik dari Alexander-Arnold, seperti saat ia menjadi motor permainan Liverpool ketika meraih trofi Liga Champions dan Premier League. Peran ganda sebagai kreator dan pelindung sisi kanan harus ia jalankan.
Tekanan ini terasa semakin besar karena persaingan di La Liga sangat ketat. Barcelona hanya tertinggal tiga poin dari Real Madrid, sehingga satu kesalahan bisa membuat posisi puncak melayang.
Alexander-Arnold sendiri pernah mengungkapkan bahwa kepindahannya ke Madrid adalah demi tantangan baru. Ia ingin menjadi bagian dari deretan legenda yang pernah mengenakan seragam putih Los Blancos.
Impian itu hanya bisa terwujud jika ia mampu tampil ketika tim paling membutuhkan. Bukan hanya di laga besar, tetapi juga di pertandingan yang tampak biasa di atas kertas.
Momen Penentuan: Dari Elche hingga Panggung Eropa

Banyak yang beranggapan bahwa momen penentuan bagi pemain Real Madrid selalu datang di El Clasico atau laga fase gugur Liga Champions. Namun bagi Alexander-Arnold, ujian besarnya dimulai lebih cepat.
Dalam waktu dekat, Real Madrid akan menghadapi Elche, Olympiacos, Girona, dan Athletic Club. Rangkaian laga ini mungkin tidak sebergengsi duel kontra Barcelona, tetapi sama pentingnya untuk menjaga laju tim.
Di pertandingan-pertandingan semacam inilah konsistensi Alexander-Arnold akan diuji. Ia harus menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya bintang besar, melainkan pemain yang bisa diandalkan setiap pekan.
Jika ia mampu menjawab tantangan ini, narasi tentang dirinya di Madrid akan berubah. Dari sosok yang diragukan, menjadi pemain yang dianggap solusi di tengah badai cedera.
Namun jika performa inkonsisten terus berlanjut, kritik akan makin keras. Di klub seperti Real Madrid, pemain yang tidak bisa menjawab tekanan dengan performa akan cepat kehilangan tempat.
Pada akhirnya, hanya Alexander-Arnold sendiri yang bisa menentukan arah kariernya di Santiago Bernabeu. Untuk menjadi pilar masa depan Real Madrid, ia harus tampil sebagai penyelamat saat pilihan lain hampir tidak ada.
Klasemen La Liga
Baca Juga:
- Jadwal Lengkap La Liga 2025/2026
- Gelandang Real Madrid Ini Jadi Pengganti Casemiro di MU?
- Toni Kroos Bicara Blak-blakan Soal Vinicius di Madrid: Sering Sentil Sang Winger Agar Setop Berulah
- Pengakuan Jujur Toni Kroos Soal Vinicius Junior: Satu Tim Kena Getahnya Gara-gara Kelakuan Dia
- Bintang Real Madrid Franco Mastantuono Pilih Lionel Messi sebagai yang Terbaik, Bukan Cristiano Ronaldo
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Joan Garcia Siap Jalani Debut El Clasico Sebagai Kiper Terbaik Eropa
Liga Spanyol 10 Januari 2026, 23:57
-
Prediksi Bayern vs Wolfsburg 11 Januari 2026
Bundesliga 10 Januari 2026, 23:56
-
Prediksi Man United vs Brighton 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 23:51
-
Rodrygo Goes Dipastikan Fit, Siap Guncang El Clasico Final Piala Super Spanyol
Liga Spanyol 10 Januari 2026, 23:48
LATEST UPDATE
-
Prediksi Inter vs Napoli 12 Januari 2026
Liga Italia 11 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Barcelona vs Real Madrid 12 Januari 2026
Liga Spanyol 11 Januari 2026, 02:00
-
Man of the Match Man City vs Exeter City: Antoine Semenyo
Liga Inggris 11 Januari 2026, 01:49
-
Head-to-Head Barcelona vs Real Madrid Jelang Final Piala Super Spanyol 2026
Liga Spanyol 11 Januari 2026, 00:10
-
Joan Garcia Siap Jalani Debut El Clasico Sebagai Kiper Terbaik Eropa
Liga Spanyol 10 Januari 2026, 23:57
-
Prediksi Bayern vs Wolfsburg 11 Januari 2026
Bundesliga 10 Januari 2026, 23:56
-
Prediksi Man United vs Brighton 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 23:51
-
Rodrygo Goes Dipastikan Fit, Siap Guncang El Clasico Final Piala Super Spanyol
Liga Spanyol 10 Januari 2026, 23:48
-
Prediksi Fiorentina vs Milan 11 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 23:47
-
Prediksi Portsmouth vs Arsenal 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 23:41
-
Hansi Flick Pastikan Lamine Yamal Siap Hadapi El Clasico
Liga Spanyol 10 Januari 2026, 23:33
-
5 Pertanyaan yang Harus Dijawab Ole Gunnar Solskjaer dalam Wawancara Manajer Man Utd
Liga Inggris 10 Januari 2026, 23:00
-
Lavani Tunjukkan Dominasi, Kalahkan Garuda Jaya 3-0 di Laga Perdana Proliga 2026
Voli 10 Januari 2026, 22:47
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52


