Vinicius Junior Mengaku jadi Agen Rahasia Kepindahan Mbappe dan Bellingham

Editor Bolanet | 16 Februari 2026 08:47
Vinicius Junior Mengaku jadi Agen Rahasia Kepindahan Mbappe dan Bellingham
Selebrasi penyerang Real Madrid, Vinicius Junior setelah mencetak gol keduanya ke gawang Real Sociedad, 15 Februari 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Di balik megatransfer Kylian Mbappe ke Real Madrid pada musim panas 2024 lalu, ternyata ada peran orang dalam yang bekerja dalam senyap. Sosok itu bukan Florentino Perez atau jajaran direksi, melainkan sosok Vinicius Junior.

Winger lincah ini secara blak-blakan mengungkapkan keterlibatannya dalam membujuk Mbappe mendarat di Santiago Bernabeu. Ia bahkan tak segan menyebut dirinya bertindak layaknya seorang agen pemain demi memuluskan ambisi klub.

Advertisement

Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Ibai Llanos, Vinicius menceritakan bagaimana ia terus "meneror" Mbappe lewat pesan singkat. Aksi ini ternyata bukan kali pertama, karena ia juga melakukan pendekatan serupa saat Jude Bellingham masih ragu.

Pengakuan ini muncul di tengah sorotan tajam terhadap performa Vinicius yang sempat menurun dalam 18 bulan terakhir. Namun, sinyal kebangkitan mulai terlihat dalam beberapa pekan belakangan, tepat saat masa depannya di Madrid menjadi bahan spekulasi.

Meski kontraknya baru akan habis pada Juni 2027 dan belum ada terobosan soal perpanjangan, Vinicius menegaskan komitmennya. Ia menepis isu ketidakharmonisan dan justru membuka dapur strategi rekrutmen personalnya.

1 dari 3 halaman

Vini Jr Teror Pesan Singkat Setiap Musim Panas ke Mbappe

Vini Jr Teror Pesan Singkat Setiap Musim Panas ke Mbappe

Selebrasi Vinicius Junior setelah mencetak gol kedua timnya dari titik penalti dalam laga Liga Spanyol antara Real Madrid vs Real Sociedad di Santiago Bernabeu, 15 Februari 2026 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Vinicius mengakui bahwa kedatangan Mbappe sempat dikaitkan dengan penurunan performanya di lapangan. Namun, ia membantah adanya keretakan hubungan dan justru menyatakan bahwa chemistry mereka sangat kuat, baik di dalam maupun luar lapangan.

Faktanya, Vinicius adalah orang yang paling gencar meminta Mbappe bergabung jauh sebelum sang kapten Prancis meninggalkan Paris.

"Setiap musim panas saya menulis pesan kepadanya: 'Kapan kamu datang?' Saya bertindak layaknya agen. Dengan Bellingham pun saya melakukan hal yang sama," ungkap Vinicius kepada Ibai Llanos, dikutip dari Diario AS.

"Saya ingin bermain dengan yang terbaik untuk memiliki lebih banyak opsi untuk menang. Kami menghabiskan lebih banyak waktu satu sama lain daripada dengan keluarga kami. Kami harus memiliki hubungan yang baik," tegasnya.

2 dari 3 halaman

Bahagia di Madrid Meski Kontrak Masih Alot

Situasi kontrak Vinicius memang menjadi topik hangat, mengingat belum adanya kesepakatan baru hingga saat ini. Kendati demikian, pemain bernomor punggung 7 ini menolak membiarkan ketidakpastian administratif mengganggu fokusnya.

Ia menegaskan bahwa kebahagiaan pribadinya terikat erat dengan kehidupan di ibukota Spanyol.

"Saya sangat bahagia. Bermain untuk Real Madrid, memiliki kehidupan yang saya miliki dan keluarga saya membuat saya bahagia. Menjadi bahagia di dalam dan di luar lapangan adalah yang terbaik," ujarnya dengan nada optimis.

3 dari 3 halaman

Mental Baja Menghadapi Siulan Rival

Perjalanan Vinicius dari talenta muda antah-berantah menjadi superstar global tidaklah mulus. Ia harus beradaptasi dengan sorotan kamera dan tekanan masif di usia yang sangat belia.

Pemain yang baru-baru ini berdiskusi dengan bek Barcelona, Ronald Araujo, soal kesehatan mental ini punya pandangan unik soal tekanan. Alih-alih terpuruk, ia justru menikmati atmosfer permusuhan dari fans lawan.

"Ketika kami masih sangat muda, kami tidak belajar untuk menjadi terkenal. Saya muncul dari ketiadaan menjadi terkenal dan tidak bisa keluar di jalan," kenangnya soal transisi hidup yang drastis.

Baginya, tekanan adalah panggung pembuktian. Siulan dan cemoohan dari tribun lawan justru menjadi bahan bakar yang memacu adrenalinnya untuk tampil lebih garang.

"Sisi baiknya adalah orang-orang sangat mencintaimu, tetapi hal buruknya adalah pers dan penggemar lawan. Tapi saya suka (siulan penggemar lawan). Kami berlatih untuk pertandingan-pertandingan ini. Di saat-saat penuh tekananlah pemain terbaik menonjol, dan di Real Madrid, kami siap," pungkas Vinicius.

Menutup pembicaraan soal mentalitas, Vinicius menekankan pentingnya keseimbangan dalam menerima kritik dan pujian.

"Anda harus mendengarkan segalanya, bukan hanya hal-hal yang baik," tutupnya bijak.

LATEST UPDATE