Wojciech Szczesny Blak-blakan: Ungkap Perbedaan Mencolok Antara Barcelona dan Juventus
Editor Bolanet | 11 Juli 2025 15:45
Bola.net - Kiper Barcelona, Wojciech Szczesny, baru saja menandatangani perpanjangan kontrak yang akan menahannya di Camp Nou hingga tahun 2027. Momen ini ia manfaatkan untuk berbagi cerita mengenai sembilan bulan pertamanya yang spesial bersama Blaugrana.
Dalam sebuah wawancara eksklusif, ia mengungkapkan kekagumannya yang luar biasa pada talenta rekan setimnya, Pedri. Selain itu, ia juga membeberkan perbedaan budaya sepak bola yang sangat signifikan antara Barcelona dan mantan klubnya, Juventus.
Szczesny menjelaskan secara mendetail bagaimana mentalitas, pendekatan taktis, hingga suasana di sesi latihan kedua klub tersebut sangatlah berbeda. Hal ini memberinya sebuah pengalaman baru yang sangat berharga dalam kariernya.
Perbandingan yang ia paparkan ini memberikan sebuah gambaran yang menarik. Pengakuannya membuka wawasan mengenai cara kerja dan filosofi yang dianut oleh dua klub raksasa di Eropa tersebut.
Pujian Setinggi Langit untuk Pedri

Saat ditanya siapa pemain yang paling membuatnya terkesan, Wojciech Szczesny tanpa ragu langsung menyebut satu nama. Pemain tersebut bukanlah seorang superstar veteran, melainkan rekan setimnya yang masih sangat muda di Barcelona, Pedri.
Penjaga gawang asal Polandia ini mengaku sangat terkesan dengan kemampuan Pedri dalam mengontrol permainan dan keberaniannya saat menguasai bola. Baginya, Pedri adalah sebuah representasi sejati dari keindahan dan tontonan dalam sepak bola.
"Pedri adalah pemain yang paling membuat saya terkesan dalam hidup saya: Saya melihatnya mengontrol permainan, baik dalam serangan maupun pertahanan, dia tidak pernah kehilangan bola," puji Szczesny dalam wawancara di kanal Foot Truck.
"Jika Anda bertanya kepada saya siapa pemain terbaik tahun ini, saya pribadi akan mengatakan Pedri. Dia mewujudkan tontonan yang seharusnya ada dalam sepak bola dan mendorong anak-anak muda untuk menekuni olahraga ini," lanjutnya.
Perbedaan Mentalitas: Barcelona vs Juventus

Lebih lanjut, Szczesny menjelaskan bahwa ada perbedaan budaya dan mentalitas yang sangat besar antara Barcelona dan Juventus. Perbedaan paling terasa adalah dalam cara tim merespons saat mereka kebobolan sebuah gol.
Di Barcelona, ia merasakan timnya memiliki keyakinan penuh untuk bisa mencetak lebih banyak gol balasan. Sedangkan di Juventus, tekanan untuk tidak kebobolan dan menjaga clean sheet terasa jauh lebih berat dan menjadi prioritas utama.
"Di sini, saya punya kesan bahwa bahkan ketika saya membuat kesalahan, tim bermain sangat baik sehingga saya bisa menatap ke depan. Kami kebobolan gol? Oke, sekarang kami harus mencetak dua gol," ungkapnya.
"Beban dari setiap kekalahan yang dirasakan benar-benar berbeda. Musim lalu, Barcelona sepertinya adalah tim yang paling tidak peduli dengan jumlah gol yang kebobolan," kata Szczesny.
Taktik Berbeda Saat Membangun Serangan

Perbedaan paling mencolok yang ia rasakan sebagai seorang kiper adalah dalam hal taktik membangun serangan dari lini belakang. Para pemain di Barcelona dan Juventus memiliki pendekatan yang sangat kontras saat ia menguasai bola.
Di Juventus, ia merasa para bek cenderung lebih menghindar untuk menerima operan di area pertahanan yang berbahaya. Sementara di Barcelona, semua pemain, tanpa terkecuali, justru aktif bergerak untuk meminta bola darinya.
"Di Juve, jika saya menerima bola dengan kaki kiri, bek berada lima meter dari saya, tetapi dia sudah berbalik ke sisi lain, seolah-olah dia ingin saya membuangnya jauh-jauh daripada mengopernya," kenang Szczesny.
"Di sini, sebaliknya, semua orang mendatangi saya dan berteriak agar saya mengoper bola. Sebagai contoh, kadang-kadang Pedri menginginkan bola bahkan dengan tujuh lawan di sekelilingnya," bebernya.
Tekanan dan Intensitas di Sesi Latihan
Filosofi bermain Barcelona yang sangat unik ini, menurut Szczesny, terbentuk dari metode dan intensitas di sesi latihan. Ia mengaku cara berlatih di Barcelona sangat berbeda dengan apa yang pernah ia alami di klub-klub sebelumnya.
Ia menyebut sesi latihan rondo atau permainan di ruang sempit sangat berguna untuk meningkatkan kualitas operan dan visi bermain. Di sesi tersebut, semua pemain selalu bergerak aktif untuk meminta bola, yang secara otomatis memberikan tekanan konstan pada pemegang bola.
"Di Juve, segalanya berbeda. Di sini Anda bermain dan berlatih dengan cara yang sama sekali berbeda. Dalam permainan kecil, semua orang berdekatan, Anda bisa memprediksi ke mana pemain akan mengoper," jelasnya.
"Ada juga perubahan budaya: saya berada di bawah tekanan terus-menerus selama latihan, semua orang berlari ke arah saya. Anda tidak bisa membuang waktu, karena jika semua orang menginginkan bola, berarti ada seseorang yang tidak terkawal," tutupnya.
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
Sulitnya Barcelona Beli Sayap Kiri Baru: Ada Saja Masalahnya
Barcelona Manfaatkan Obsesi Rashford, Manchester United Kini Terjepit
Drama Kiper Barcelona: Szczesny No.1, Joan Garcia Pelapis, Ter Stegen Bagaimana?
Szczesny Buka Suara soal Lamine Yamal: Saya Tidak Lihat Ada Red Flags!
Dari Ancelotti, Messi, hingga Ronaldo, Kenapa Banyak Bintang Tersandung Pajak di Spanyol?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Randal Kolo Muani Jalani Operasi Usai Juventus Kalahkan Atalanta
Liga Italia 21 September 2026, 21:46
-
Levi Colwill Yakin Chelsea Bangkit Usai Jeda Internasional
Liga Inggris 21 September 2026, 21:11
-
Real Madrid Terancam Sanksi Usai Derbi Madrid, Telat 5 Menit dari Jadwal Masuk Lapangan
Liga Spanyol 21 September 2026, 20:22
-
Erling Haaland Cetak Sejarah di Premier League, Lengkapi Korban Golnya
Liga Inggris 21 September 2026, 20:01
LATEST UPDATE
-
Bernardo Silva Mulai Tersisih di Real Madrid, Hanya Main 8 Menit dalam 2 Laga
Liga Spanyol 22 September 2026, 00:06
-
Cole Palmer, Declan Rice, dan Marcus Rashford Absen Bela Timnas Inggris
Piala Eropa 21 September 2026, 23:31
-
Pelatih Malaysia Sebut Indonesia Favorit di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 23:08
-
7 Perubahan Besar yang Dilakukan Hansi Flick di Barcelona
Liga Spanyol 21 September 2026, 22:56
-
Italia Kehilangan Federico Dimarco, Roberto Mancini Panggil Bek Aston Villa
Piala Eropa 21 September 2026, 22:21
-
Delegasi FIFA Cek Kesiapan GBK Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 21:58
-
Randal Kolo Muani Jalani Operasi Usai Juventus Kalahkan Atalanta
Liga Italia 21 September 2026, 21:46
-
Erick Thohir Kembali Pastikan Bonus Rp3 Miliar untuk Emas Asian Games 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 21:23
-
Levi Colwill Yakin Chelsea Bangkit Usai Jeda Internasional
Liga Inggris 21 September 2026, 21:11
-
Real Madrid Terancam Sanksi Usai Derbi Madrid, Telat 5 Menit dari Jadwal Masuk Lapangan
Liga Spanyol 21 September 2026, 20:22
-
Erling Haaland Cetak Sejarah di Premier League, Lengkapi Korban Golnya
Liga Inggris 21 September 2026, 20:01
-
Benjamin Sesko Cedera, Berapa Laga Man United yang Bisa Dilewatkan?
Liga Inggris 21 September 2026, 19:26
-
Jorge Martin Batal Operasi Usai MotoGP Austria, Ada Risiko Besar yang Ingin Dihindari
Voli 21 September 2026, 19:24
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

