5 Fakta Noah Gesser, Pemain Ajax Berdarah Indonesia yang Meninggal akibat Kecelakaan
Gia Yuda Pradana | 31 Juli 2021 19:53
Bola.net - Kabar duka buat persepakbolaan di Tanah Air. Pemain keturunan Indonesia yang bermain untuk Ajax Amsterdam, Noah Gesser meninggal dunia akibat kecelakaan, Jumat (30/7/2021).
Mobil yang ditumpangi Noah bersama saudara laki-lakinya bertabrakan dengan taksi di Weg der United Nations (N210), dekat Kamerlingh Onneslaan, Belanda Utara. Insiden itu membuat keduanya harus kehilangan nyawa.
Kepergian Noah untuk selama-lamanya sangat mengejutkan. Namun, tidak ada yang bisa menolak takdir.
Bakat besarnya sebagai pemain di posisi penyerang tidak bisa dilihat lagi. Sebagai pecinta sepak bola Indonesia, kita tentu berduka.
Untuk mengenang kepergian Noah, Bola.net coba mengulas siapa dia, bagaimana sosoknya, hingga rekam jejaknya di lapangan. Semua itu disajikan lewat rangkaian lima fakta tentangnya yang dikumpulkan dari berbagai sumber.
Darah Indonesia dari Ibu
Noah punya darah Indonesia dari sang ibu. Dalam wawancara dengan berbagai media, disebutkan bahwa asal usul ibunya dari suku Jawa.
Fakta itu membuat netizen Indonesia mendorong pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti Tukiman untuk memanggil Noah. Minimal dicoba dulu, sekaligus memberi kesempatan buat pemain keturunan membela Tanah Air.
Namun, Bima Sakti tidak pernah memanggil Noah. Tak hanya Noah, semua pemain yang punya darah setengah Indonesia juga tidak dipanggil pelatih berusia 49 tahun itu.
Jadi Incaran Ajax dan Feyenoord
Jalan sepak bola Noah berawal dari klub kecil di IJsselstein, Belanda, VVIJ. Awalnya, ia hanya ikut mengantarkan kakaknya berlatih dan akhirmya tertarik untuk bermain bola.
Dari VVIJ, Noah kemudian pindah ke IJFC untuk memperkuat tim U-9 hingga U-11. Pemandu bakat Almere City lalu datang untuk merekrutnya.
Hanya sebentar di Almere City, pinangan datang dari Alphense. Dari klub itu, kariernya melesat karena jadi incaran tim besar seperti Ajax Amsterdam dan Feyenoord yang punya akademi sepak bola mumpuni.
Pada tahun 2018, Noah memutuskan bergabung dengan Ajax Amsterdam dan langsung dikirim ke tim U-15. Musim 2021/2022, ia seharusnya naik kelas ke tim U-17.
Jumlah Gol dan Assist
Sebagai penyerang, Noah bisa bermain di banyak posisi. Mulai striker murni, penyerang lubang, hingga penyerang sayap.
Pada musim 2019/2020, Noah mencatat 14 gol dan 10 assist. Catatan itu didapat dalam 19 pertandingan Ajax Amsterdam U-15 dan dua laga Ajax Amsterdam U-16.
Fakta itu membuat Noah diharapkan bisa menjadi penerus salah satu legenda Ajax Amsterdam, Patrick Kluivert. Apalagi, posturnya juga tinggi.
Peluang Ke Timnas Indonesia
Dalam obrolan dengan Yussa Nugraha dan pemain naturalisasi Indonesia, Jhonny van Beukering, Noah mengatakan tidak keberatan bila Timnas Indonesia memanggil. Apalagi, masih sebatas timnas kelompok umur.
Namun, panggilan itu tidak pernah datang. Sebab, Bima Sakti tidak berminat memasukkan pemain keturunan dalam skuadnya.
Pada akhirnya, Noah mengungkapkan jika misalnya dipanggil Timnas Indonesia tidak lantas menjadi keputusan permanen. Itu artinya, ia masih berharap dipanggil ke Timnas Belanda.
Meninggal di Usia 16 Tahun
Apa mau dikata, bakat besar Noah Gesser sudah pergi selama-lamanya. Kecelakaan yang dialami merenggut nyawanya.
Telegraaf memberitakan bahwa mobil yang ditumpangi Noah keluar jalur dan menabrak taxi. Tidak hanya Noah yang meninggal, saudara laki-lakinya juga.
Usia Noah saat meninggal masih sangat muda yaitu 16 tahun. Semua pun berduka dengan meninggalnya Noah.
(Bola.net/Fitri Apriani)
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Noah Gesser Meninggal dalam Kecelakaan, PSSI Sampaikan Duka Cita
- Tunggu Update PPKM Level 4, PSSI Tunda TC Timnas Indonesia Pada 1 Agustus
- Hadapi Taiwan, PSSI Janji Siapkan Timnas Indonesia Sebaik Mungkin
- 4 Pemain Persija yang Layak Dipanggil Timnas Indonesia untuk Laga vs Taiwan
- Kisah Perjalanan Timnas Indonesia Mengharu Biru Olimpiade 1956
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
FIFA Series 2026: Pelatih Bulgaria Sebut Sepak Bola Layaknya Agama di Indonesia
Tim Nasional 20 Februari 2026, 03:28
LATEST UPDATE
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 12:58
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 1 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 21 Februari 2026, 12:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09









