5 Pelajaran dari Kekalahan Perdana Timnas Indonesia: Rotasi Membawa Petaka, Tembok China Bikin Garuda Merana!
Serafin Unus Pasi | 16 Oktober 2024 08:16
Bola.net - Sebuah pil pahit harus ditelan oleh Timnas Indonesia. Skuad Garuda akhirnya merasakan kekalahan perdana di putaran tiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Kekalahan itu didapatkan Timnas Indonesia saat bertandang ke Qingdao. Anak asuh Shin Tae-yong itu menantang sang tuan rumah, China di pertandingan keempat grup C.
Sebelum pertandingan, Timnas Indonesia dijagokan untuk memenangkan pertandingan ini. Namun kenyataan di lapangan tidak demikian.
Skuad Garuda tumbang dengan skor 2-1 di pertandingan ini. Ini menjadi kekalahan pertama Skuad Garuda setelah tiga laga beruntun meraih hasil seri.
Dari kekalahan perdana ini, ada sejumlah hal yang bisa dijadikan pelajaran oleh skuad Garuda untuk terbang lebih tinggi. Apa saja itu? Simak selengkapnya di bawah ini.
Rotasi Membawa Petaka

Hal pertama yang perlu kita bahas adalah pemilihan pemain Shin Tae-yong di laga ini. Jika dibandingkan dengan laga melawan Bahrain, ada empat pergantian pemain yang ia lakukan.
Witan Sulaeman, Asnawi Mangkualam, Shayne Pattynama dan Nathan Tjoe-A-On dimainkan menjadi starter menggantikan Malik Risaldi, Sandy Walsh, Jordi Amat dan Thom Haye.
Sebenarnya rotasi itu merupakan sesuatu yang lumrah di sepak bola. Apalagi jarak antara laga melawan Bahrain dengan China hanya terpaut lima hari sehingga rotasi memang perlu dilakukan.
Kita tahu bahwa Jordi Amat harus dipulangkan karena mengalami cedera, sementara Sandy Walsh juga tidak cukup fit untuk bermain di laga ini. Sehingga Asnawi diplot di wingback kanan, sementara Shayne ditaruh di wingback kiri, sementara Calvin Verdonk ditarik menjadi bek tengah.
Sayangnya keputusan Shin Tae-yong terbukti kurang tepat di laga ini, karena baik Asnawi dan Shayne menjadi titik lemah Timnas Indonesia terutama di babak pertama. Di mana karena kesalahan keduanya, Indonesia harus kebobolan dua gol di laga ini.
Pergantian Jitu

Sadar bahwa ia membuat kesalahan dengan susunan line upnya, Shin Tae-yong membuat keputusan cepat. Di jeda pertandingan ia memasukkan Thom Haye, Marselino Ferdinan dan Rizky Ridho.
Pergantian pemain Shin Tae-yong ini tergolong cukup jitu. Masuknya Haye membuat permainan Indonesia menjadi lebih cair dan lebih tenang, terutama ia berhasil mencetak gol di laga ini.
Ridho pada awalnya sempat kagok di awal-awal babak kedua. Namun seiring berjalannya waktu, Ridho mulai menunjukkan performa yang solid di lini pertahanan Timnas Indonesia.
Satu lagi pergantian jitu yang dibuat Shin Tae-yong di laga ini adalah dengan memasukkan Pratama Arhan di akhir laga. Berkat lemparan ke dalamnya, Indonesia mampu menciptakan gol untuk memperkecil kedudukan di laga ini.
Taktik 'Tembok China' Branko Ivankovic Jadi Malapetaka

Kekalahan Timnas Indonesia di laga ini tidak terlepas dari buah pemikiran dari sosok Barnko Ivanovic.
Pelatih 70 tahun itu secara mengejutkan menurunkan skema pragmatis. Ia benar-benar menumpuk pemainnya di lini pertahanannya dan ketika ada kesempatan melepaskan skema serangan balik.
Taktik ini terbukti jitu. Timnas Indonesia dibiarkan menguasai bola, namun benar-benar dibuat kesulitan untuk membuat peluang bersih ke gawang China, sementara China sekali melakukan serangan balik para pemain Indonesia langsung ketar-ketir.
Perbaiki Transisi dan Disiplin

Meski kalah dari China, Timnas Indonesia meraih sebuah pelajaran yang sangat berharga yaitu pentingnya transisi permainan.
Seperti yang bisa kita saksikan, Timnas Indonesia dibiarkan menguasai bola cukup banyak di laga ini. Alhasil untuk mengimbangi China yang menumpuk pemain, para pemain Indonesia khususnya para bek agak ikut maju ke depan.
Ini jadi penyebab gol kedua China tercipta. Asnawi yang pada saat itu maju untuk membantu serangan telat melakukan transisi sehingga Mees Hilgers harus mengover area yang terlalu luas sehingga China mampu mencetak gol keduanya.
Namun situasi ini sebenarnya bisa dimaklumi, karena sejak babak ketiga ini dimulai, Indonesia selalu melawan tim-tim yang kuat, yang memaksa Skuad Garuda harus bertahan rapat. Indonesia belum pernah berhadapan dengan tim yang parkir bus menghadapi mereka, jadi ini bisa dijadikan pelajaran yang bagus untuk skuad Garuda.
Mentalitas Layak Diapresiasi

Meski kalah di laga ini, ada satu aspek yang bisa kita apresiasi dari Timnas Indonesia. Yaitu soal mental pantang menyerah.
Bermain di kandang lawan dan tertinggal dua gol itu bukan situasi yang mudah bagi tim manapun. Namun Timnas Indonesia sama sekali tidak mengendorkan permainan mereka di babak kedua.
Percobaan demi percobaan terus dibuat sebelum akhirnya mendekati akhir laga Indonesia bisa memperkecil kedudukan berkat gol Thom Haye.
Mental pantang menyerah ini bakal jadi modal berharga bagi Timnas Indonesia bertanding di sisa babak kualifikasi ini. Meski memang untuk mendapatkan hasil yang baik, mental pantang menyerah saja tidak cukup karena dibutuhkan pembenahan di berbagai sektor.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Liverpool vs Arsenal: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 1 November 2026, 13:17
-
Keluarga Hadir di Sepang, Veda Ega Pratama Sukses Raih Podium Kedua
Otomotif 1 November 2026, 12:51
-
Runner Up di Sepang, Veda Ega Pratama Ukir Pencapaian Terbaik di Moto3
Otomotif 1 November 2026, 12:46
-
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 7
Otomotif 1 November 2026, 12:41
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
