6 Pelajaran dari Kekalahan Timnas Indonesia vs Timnas Irak: Ada Peningkatan, Tapi PR-nya Segudang!
Serafin Unus Pasi | 16 Januari 2024 00:33
Bola.net - Timnas Indonesia harus mengawali perjalanan mereka di Piala Asia 2023 dengan hasil minor. Skuat Garuda harus tumbang dari lawan pertama mereka, Irak.
Pertandingan pertama di grup D ini memang krusial bagi kedua tim. Tiga poin yang diperebutkan di laga ini akan berpengaruh besar dengan peluang mereka lolos ke babak 16 besar.
Menghadapi Irak yang berada di peringkat 63, Timnas Indonesia harus bertekuk lutut. Anak asuh Shin Tae-yong itu tumbang dengan skor 1-3 di laga ini.
Dari kekalahan ini, ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik oleh para penggawa skuat Garuda. Apa saja itu?
Simak selengkapnya di bawah ini.
Peningkatan Performa

Satu hal yang perlu kita apresiasi dari Timnas Indonesia di laga ini adalah sudah ada peningkatan dalam segi performa, jika dibandingkan dengan uji coba pra Piala Asia 2023.
Timnas Indonesia kalah dua kali melawan Libya sebelum dihajar Iran di uji coba terakhir. Laga melawan Iran memang digelar tertutup, namun kita bisa melihat bahwa penampilan Rizky Ridho dkk saat melawan Libya jauh dari kata memuaskan.
Jika dibandingkan dengan pertandingan melawan Irak ini, permainan Timnas sedikit lebih tertata. Ada fighting spirit yang terlihat dari penggawa Indonesia, meski memang itu saja tidak cukup untuk memenangkan pertandingan.
Masih segar di ingatan kita bagaiman Indonesia dihajar Irak di bulan November kemarin dengan skor 5-1 di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kali ini Indonesia kalah dengan skor yang lebih kecil, dan kita harus mengapresiasi perkembangan ini.
Gampang Hilang Bola

Evaluasi pertama dari permainan Timnas Indonesia saat kalah dari Irak ini karena Timnas Indonesia kerap kehilangan bola.
Ini tidak terlepas dari pressing ketat yang diterapkan pemain Irak. Timnas Indonesia nampaknya masih kesulitan menghadapi tim-tim yang melakukan pressing ketat seperti itu.
Mengingat Vietnam dan Jepang juga tim yang gemar melakukan pressing, Shin Tae-yong dan staff pelatih Timnas Indonesia perlu mengasah cara keluar dari pressing lawan.
Kesalahan Individu Perlu Diminimalisir

Evaluasi berikutnya dari kekalahan Timnas Indonesia adalah harus mulai mengurangi kesalahan individu. Karean kesalahan individu Skuat Garuda di laga ini cukup banyak dan berakibat fatal.
Contohnya, dalam proses terjadinya gol pertama Timnas Irak disebabkan Marselino yang terlalu lama membawa bola. Lalu ada juga Jordi Amat yang beberapa kali kehilangan bola yang membuat Irak bisa melakukan serangan balik berbahaya.
Kesalahan-kesalahan individu seperti ini perlu dikurangi, karena lawan-lawan di Piala Asia ini adalah tim-tim yang mampu memanfaatkan kesalahan sekecil apapun menjadi gol. Jadi kedisiplinan perlu ditingkatkan lagi oleh para skuat Garuda.
Kurang Sabar dan Grusa-grusu

Dari laga ini, satu kekurangan Timnas Indonesia yang terlihat jelas adalah mereka kurang sabar dan terlalu tergesa-gesa.
Di laga ini, Timnas Indonesia mengandalkan serangan balik. Namun dalam prosesnya, Skuat Garuda kerap tergesa-gesa dalam mengalirkan bola.
Akhirnya momentum bagus dalam melakukan serangan balik harus terhenti karena salah umpan atau bola direbut lawan. Jika aspek ini diperbaiki, serangan-serangan balik Indonesia bakal jauh lebih mengerikan dan juga lebih mengancam.
Kontroversi VAR

Di laga ini, tidak afdol rasanya untuk tidak membahas kontroversi gol kedua Irak di akhir babak pertama.
Gol itu tercipta setelah Ernando menepis bola tembakan dari sisi kiri. Namun sayang bola muntah itu berhasil disambar Osama Rashid menjadi gol.
Namun sebelum gol itu tercipta, Ernando sempat menghentikan sundulan Mohanad Ali. Dalam tayangan ulang, Ali sudah berada dalam posisi offside sehingga gol itu seharusnya dianulir.
VAR sudah memeriksa insiden itu dan mereka memutuskan untuk mengesahkan gol tersebut. AFC perlu memberikan penjelasan resmi mengapa gol itu bisa disahkan padahal dalam prosesnya sudah berada dalam posisi offside.
Wajib Menang Lawan Vietnam

Kekalahan melawan Irak ini membuat Timnas Indonesia mau tidak mau harus menang melawan Vietnam di pertandingan berikutnya.
Secara matematis, Jepang dan Irak memang yang akan dijagokan untuk mengamankan posisi juara dan runner up grup D. Jadi satu-satunya opsi paling realistis bagi Indonesia untuk lolos ke babak 16 besar melalui peringkat ketiga terbaik.
Mengingat Indonesia akan berhadapan dengan Jepang di laga terakhir grup D, dan bukannya mengecilkan, namun kans Indonesia mencuri poin dari Jepang cukup kecil. Sama halnya dengan Vietnam yang bakal kesulitan juga mencuri poin melawan Irak di laga terakhir nanti.
Alhasil pertandingan kedua nanti akan jadi laga hidup dan mati bagi kedua tim. Shin Tae-yong benar-benar harus mempersiapkan timnya sebaik mungkin agar tiga poin bisa diraih di laga ini.
Baca Juga:
Momen-momen Menarik Indonesia vs Irak: Marselino Error, Marselino Nyekor, Dikira Offside Ternyata Gol
Man of the Match Timnas Indonesia vs Timnas Iran: Mohanad Ali
Proses Gol Indah Marselino Ferdinan ke Gawang Irak: Yakob Sayuri Nutmeg Lawan, Umpan Cantik, dan Bang!
Klasemen Grup D Piala Asia 2023 Terbaru: Timnas Indonesia Posisi Berapa?
Hasil Piala Asia 2023, Timnas Indonesia vs Timnas Irak: Skor 1-3
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Timnas Indonesia vs Singapura: Diwarnai Kartu Merah, Garuda Menang 2-0
Tim Nasional 25 September 2026, 21:58
-
Fakta Unik Starting XI Timnas Indonesia Vs Singapura: Cuma 1 Pemain dari Liga Domestik!
Tim Nasional 25 September 2026, 21:31
-
Pada Diri Luke Vickery, John Herdman Akhiri Pencarian Winger Kanan Timnas Indonesia?
Tim Nasional 25 September 2026, 21:08
-
Florentino Perez Siap Ubah Kebijakan Transfer Real Madrid demi Jose Mourinho
Liga Spanyol 25 September 2026, 21:06
-
Hernan Crespo Soroti Goncalo Ramos: Bukan Pencetak Gol Kelas Atas
Liga Italia 25 September 2026, 20:26
LATEST UPDATE
-
Prediksi Denmark vs Wales 27 September 2026
Piala Eropa 26 September 2026, 12:10
-
Prediksi Serbia vs Belanda 27 September 2026
Piala Eropa 26 September 2026, 11:51
-
5 Alasan Pau Cubars Jadi Sosok Penting di Lini Belakang Barcelona
Lain Lain 26 September 2026, 10:00
-
Italia Sudah Memberikan Segalanya
Piala Eropa 26 September 2026, 08:54
-
Italia Sebenarnya Punya Peluang, tapi Kecolongan Serangan Balik Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:47
-
Kemenangan Belgia atas Italia Terasa Istimewa
Piala Eropa 26 September 2026, 07:43
-
Mengungkap Masalah Italia Saat Kalah dari Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:33
-
Tumbangkan Italia, Mika Godts Menikmati Permainan Menyerang Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:23
-
Kylian Mbappe Cedera, Zidane: Bisa Serius dan Absen di Laga Berikutnya
Piala Eropa 26 September 2026, 06:50
-
Turki vs Prancis: Jangan Hanya Melihat Skor Akhir
Piala Eropa 26 September 2026, 06:42
-
Instruksi Zinedine Zidane kepada Para Pemainnya saat Prancis Hadapi Turki
Piala Eropa 26 September 2026, 06:30
-
Membandingkan Debut Zidane, Mancini, Van Bommel, Xavi, Klopp, dan Jorge Jesus
Piala Eropa 26 September 2026, 06:20
-
Hasil Italia vs Belgia: Periode Kedua Mancini Diawali dengan Kekalahan
Piala Eropa 26 September 2026, 05:34
-
Hasil Turki vs Prancis: Cedera Mbappe Warnai Debut Kemenangan Zidane
Piala Eropa 26 September 2026, 05:28
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

