Aji Santoso Sebut Timnas U-23 Masih Miliki Kekurangan
Editor Bolanet | 14 Juli 2014 16:10
- Pelatih Timnas Indonesia U-23, Aji Santoso, menilai jika skuatnya masih memiliki sejumlah kekurangan. Terutama, dalam hal kecepatan dan penyelesaian akhir.
Aji mengatakan, jika hal tersebut begitu terlihat ketika Garuda Muda beruji coba menghadapi Arema Cronus, di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (12/7) kemarin. Tak ayal, wacana mencari striker baru pun dikedepankan Aji.
Sejauh ini, masih ada masalah di penyelesaian akhir sehingga saya terus mencari pemain yang pas untuk mengisi posisi tersebut. Namun, kami masih kesulitan mencari striker yang usianya di bawah 23 tahun, kata Aji Santoso.
Kecepatan pemain juga masih kurang, termasuk kecepatan berpikir pemain untuk memutuskan mengumpan atau menendang langsung, imbuh sosok kelahiran Malang, Jawa Timur, 6 april 1970 tersebut.
Dilanjutkannya, Sejumlah skema serangan dari sayap tidak berjalan dengan baik akibat kurang maksimalnya penyelesaian akhir para pemain di lini depan.
Gol Yandi Sofyan pada menit ke-55 yang kemudian dibalas Arif Suyono delapan menit berselang, merupakan kesalahan Thierry Gathuessi yang menguasai bola terlalu lama. Karena itu, Yandi akhirnya mampu merebut bola.
Selain Yandi, masih ada Lerby dan Aldaier Makatindu di lini depan Timnas Indonesia U-23. Dipaparkannya, ketiga nama tersebut bahkan belum bisa dipastikan aman. Apalagi, kondisi yang sama berlaku untuk pemain di beberapa posisi.
Belum ada garansi kepada pemain apakah bakal bermain di Asian Games atau tidak. Jika tidak memenuhi harapan, tidak mungkin diambil. Termasuk, pemain yang berposisi sebagai striker, pungkasnya. [initial]
(esa/pra)
Aji mengatakan, jika hal tersebut begitu terlihat ketika Garuda Muda beruji coba menghadapi Arema Cronus, di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (12/7) kemarin. Tak ayal, wacana mencari striker baru pun dikedepankan Aji.
Sejauh ini, masih ada masalah di penyelesaian akhir sehingga saya terus mencari pemain yang pas untuk mengisi posisi tersebut. Namun, kami masih kesulitan mencari striker yang usianya di bawah 23 tahun, kata Aji Santoso.
Kecepatan pemain juga masih kurang, termasuk kecepatan berpikir pemain untuk memutuskan mengumpan atau menendang langsung, imbuh sosok kelahiran Malang, Jawa Timur, 6 april 1970 tersebut.
Dilanjutkannya, Sejumlah skema serangan dari sayap tidak berjalan dengan baik akibat kurang maksimalnya penyelesaian akhir para pemain di lini depan.
Gol Yandi Sofyan pada menit ke-55 yang kemudian dibalas Arif Suyono delapan menit berselang, merupakan kesalahan Thierry Gathuessi yang menguasai bola terlalu lama. Karena itu, Yandi akhirnya mampu merebut bola.
Selain Yandi, masih ada Lerby dan Aldaier Makatindu di lini depan Timnas Indonesia U-23. Dipaparkannya, ketiga nama tersebut bahkan belum bisa dipastikan aman. Apalagi, kondisi yang sama berlaku untuk pemain di beberapa posisi.
Belum ada garansi kepada pemain apakah bakal bermain di Asian Games atau tidak. Jika tidak memenuhi harapan, tidak mungkin diambil. Termasuk, pemain yang berposisi sebagai striker, pungkasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Timnas Indonesia U-22 Gagal Total di SEA Games 2025, PSSI Pecat Indra Sjafri
Tim Nasional 16 Desember 2025, 20:32
-
Bung Towel Kritik Zainudin Amali usai Timnas Indonesia U-22 Gagal di SEA Games 2025
Tim Nasional 13 Desember 2025, 23:11
LATEST UPDATE
-
Lolos ke Liga Champions Jadi Harga Mati bagi AC Milan
Liga Italia 6 Mei 2026, 00:47
-
Chelsea Cari Pelatih Permanen, Xavi Jadi Kandidat Kuat
Liga Inggris 6 Mei 2026, 00:30
-
13 Menit yang Mengguncang Manchester City
Liga Inggris 5 Mei 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Atletico Madrid
Editorial 5 Mei 2026, 21:55
-
4 Pemain yang Bisa Dibeli Kembali Real Madrid Musim Panas Ini
Editorial 4 Mei 2026, 22:18

















