Catatan Akhir 2020 Menuju Tahun yang Lebih Baik
Darojatun | 31 Desember 2020 09:37
Bola.net - Sudah kering rasanya air mata ini ketika Bangsa Indonesia meratapi dampak pandemi Covid-19 pada 2020. Tidak hanya dunia olahraga saja yang terkena imbas pandemi, tetapi juga roda ekonomi dan proses pengajaran pendidikan yang terhambat karena wabah yang mendunia ini. Pada sisi lain, dunia digital menjadi ranah alternatif yang kian marak menjadi medium untuk mempertemukan kita yang harus terus menjaga jarak fisik. Apakah e-sports jadi solusi termudah agar memastikan kegiatan olahraga dapat terus berjalan pada 2021?
Sebelum menganalisis lebih jauh, kita perlu menoleh sebentar ke belakang untuk melihat pengunduran sejumlah event olahraga pada 2020. Piala Eropa atau Euro 2020, PON Papua, Liga 1, hingga Olimpiade Tokyo telah diundur pelaksanaannya ke 2021 yang tinggal berjarak kurang dari 24 jam lagi dari sekarang. Menariknya, dengan penerapan sejumlah protokol kesehatan yang ketat justru kompetisi sepak bola profesional di Korea Selatan, Jepang, Jerman, Spanyol, Inggris, dan Italia malah bisa kembali bergulir sejak pertengahan 2020.
Berangkat dari titik ini, telah lahir kesadaran bahwa untuk pesta olahraga multievent seperti Pekan Olahraga Nasional dan olimpiade taruhannya jauh lebih besar, di mana kontingen dari sejumlah negara atau berbagai provinsi bisa dengan mudah menjadi pembawa virus atau justru terpapar Covid-19. Mekanisme tes di negara atau daerah asal tidak bisa menjadi jaminan karena dalam beberapa kasus terbaru ada temuan penumpang pesawat udara terdeteksi positif corona saat mendarat meski mereka sudah lulus tes ketika hendak mengudara.
Pada sisi lain, dunia olahraga profesional semodel sepak bola eropa hingga kancah bola basket NBA yang rutin menerapkan tes pada insan pelakunya juga tidak 100% steril dari paparan Covid-19 karena sebagai mahkluk sosial atlet tidak hanya bergaul dengan sesama rekan sejawat saat berlatih dan bertanding. Proses prosedur transportasi yang sudah dibuat sedemikian ketat pun terbukti masih tidak mampu melindungi setengah skuat Manchester City dari penularan Covid-19 usai melawat ke London, yang diterpa kemunculan varian virus corona baru dengan karakter lebih menular.
Memaknai Penundaan Piala Dunia U-20

Menghadapi babak baru mutasi virus corona kita tentu perlu lebih waspada dan saya mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah untuk menutup Indonesia dari masuknya warga asing per 1 Januari besok. Itu pula sebabnya langkah Menteri Pemuda dan Olahraga, Bapak Zainudin Amali, saat berkirim surat kepada FIFA di awal Desember 2020 memang tidak lagi relevan. Beliau awalnya berupaya meyakinkan FIFA bahwa Indonesia siap menjadi penyelenggara Piala Dunia U-20 pada Mei-Juni 2021, tapi itu sebelum merebaknya wabah corona varian baru di Inggris.
Ajang piala dunia adalah sebuah melting pot kumpulan atlet dari berbagai region layaknya Euro 2020, PON Papua, dan Olimpiade Tokyo. Bukan sekadar soal kesiapan enam venue di Indonesia untuk jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 yang jadi pertimbangan FIFA, namun juga soal mekanisme kualifikasi peserta yang tidak berjalan lancar pada 2020 serta lebih jauh lagi soal diperlukan adaptasi yang lebih baru menghadapi penularan Covid-19.
Periode Mei-Juni 2021 adalah sebuah masa transisi yang tidak 100% aman karena distribusi vaksin belum tuntas serta perlunya ada pemantauan soal perkembangan mutasi virus corona di akhir 2020. Jangan lupa, outbreak Wuhan pun terjadi di akhir 2019 bukan pada awal 2020.
So, menurut saya selain jajaran kantor kemenpora di bawah Pak Amali perlu mulai move on menyiapkan diri untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 ke 2023 seperti keputusan pengunduran dari FIFA, Indonesia pun harus mulai memikirkan kontigensi dan mitigasi soal penyelenggaran PON Papua di Oktober 2021, keikutsertaan Indonesia di Olimpiade Tokyo (Juli-Agustus), serta soal wacana pembukaan Sirkut Mandalika dengan MotoGP (November), dan lebih dalam lagi soal perencanaan agenda kompetisi olah raga profesional reguler lainnya pada 2021 seperti Liga 1, Liga Bola Basket Indonesia, Proliga, dll..
Tergantung pada Kelancaran Vaksinasi

Terlalu dini bagi kita sebagai stake holder olahraga Indonesia dan pemerintah untuk mengambil keputusan saat ini. Kwartal pertama dan kedua 2021 adalah periode kritis yang akan menentukan langkah-langkah apa yang perlu diambil terkait proses mitigasi yang berdampak kepada dunia olah raga. Sambil mengamati perkembangan persebaran corona baru dari Inggris, evaluasi kelancaran proses vaksinasi di periode tersebut akan menentukan apakah event-event olahraga tetap bisa digulirkan pada semester kedua 2021 dengan protokol ketat.
Akan tetapi, sambil menunggu proses ini menurut penulis ada beberapa aspek lain yang juga perlu kita siapkan seperti pemberdayaan warga sipil terlatih untuk menjaga mobilisasi atlet, ofisial, dan awak media di dalam arena. Selanjutnya, pihak kepolisian dan pemda juga perlu mulai melakukan adaptasi sosiokultural pencegahan terjadinya kerumunan di luar arena dengan melakukan sosialisasi khusus kepada para koordinator suporter agar konsisten secara sendiri-sendiri menonton pertandingan melalui televisi atau live streaming.
Hal-hal ini perlu berjalan paralel dengan arahan teknis dari Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional karena banyak periuk nasi di jejaring event olah raga nasional dan internasional ini yang menjadi pertaruhan. Janganlah lagi kita saling menunggu seperti ketika di September-Oktober silam Kapolri menyatakan tidak mengeluarkan izin keramaian untuk Liga 1 hanya pada H-2 dari jadwal restart Liga 1 dan IBL.
Nah, sambil menunggu proses dinamika policy dan persiapan teknis berjalan, e-sports memang menjadi salah satu solusi. Kita tidak perlu bicara ragam e-sports yang mungkin belum akrab di benak mayoritas penggemar olah raga seperti nomor-nomor MOBA (Mobile Legend, Free Fire, Dota 2, dll.) tapi cukup memindahkan cabang populer seperti sepak bola ke ranah digital lewat Pro Evolution Soccer atau seri eFootball FIFA.
Keberhasilan kompetisi Soccer Stars Challenge dan Bali Virtual Island pada 2020 untuk mempertemukan atlet profesional, netizen, sponsor, serta media dalam lingkungan bisnis sports yang tidak berisiko menularkan virus adalah bukti nyata kita mampu beradaptasi. Penulis yakin pada 2021 Indonesia bisa memanggungkan e-sports dengan lebih piawai dalam periode penantian pelaksanaan event olahraga tanpa penonton di stadion. Ya, 2020 adalah gelas yang setengah penuh dan bukan setengah kosong dan saatnya bagi kita untuk mengisi kembali gelas itu di 2021. Bangkitlah Indonesia!
*Penulis adalah wartawan, VP Operations dan Editor in Chief untuk Bola.net serta Bola.com, kolom ini berisi wawasan pribadi yang terlepas dari sikap kolektif insitusi.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Kaleidoskop La Liga 2020: Real Madrid Juara, Geger Barcelona, dan Pemberontakan Leo Messi
Kaleidoskop Liga Europa 2020: Kisah Patah Hati Dua Calon Kuat Juara
Kaleidoskop Bundesliga 2020: Tahun Sempurna Bayern Munchen
Kaleidoskop 2020 Timnas Indonesia U-19 dan Senior: Tahun Hampa Shin Tae-yong
Kaleidoskop Liga Champions 2020: Bayern Munchen Juara Dengan Sempurna
Kaleidoskop 2020 Timnas Indonesia U-16: TC Terus, Turnamennya Kapan?
Kaleidoskop Premier League 2020: Liverpool Berjaya, Manchester United Masih Meraba-Raba
Kaleidoskop Serie A 2020: Mari Berbicara Soal AC Milan
Kaleidoskop MotoGP 2020: Penuh Kejutan, dari Absennya Marc Marquez sampai Gebrakan Mandalika
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Pemain Persija Cedera Jelang Pekan ke-1 BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 2 September 2026, 21:16
-
Alex Martins Belum Pasti Bela Persebaya di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 2 September 2026, 20:24
-
10 Transfer Termahal Serie A 2026/2027: Goncalo Ramos Teratas, AC Milan Borong 2 Besar
Liga Italia 2 September 2026, 15:12
-
Rekap Transfer Manchester United 2026/2027: 7 Pemain Masuk, 24 Dilepas Setan Merah
Liga Inggris 2 September 2026, 14:00
LATEST UPDATE
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
-
Rapor Pemain Manchester United Kontra Everton: Mbeumo Gemilang, Lammens Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 22:48
-
Man of the Match Everton vs Man Utd: Bryan Mbeumo
Liga Inggris 6 September 2026, 22:23
-
Hasil Everton vs Man Utd: Gol Menit 90+6 Buyarkan Kemenangan Setan Merah
Liga Inggris 6 September 2026, 22:01
-
Inter Milan Resmi Perpanjang Kontrak Pio Esposito hingga 2032
Liga Italia 6 September 2026, 21:41
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


