Dianggap Netral, 2 Pelatih Asing Ini Dinilai Cocok untuk Memegang Timnas Indonesia
Gia Yuda Pradana | 15 Oktober 2025 22:36
Bola.net - Desakan agar Patrick Kluivert mundur dari jabatan pelatih Timnas Indonesia terus bergema. Kegagalan skuad Garuda melangkah ke Piala Dunia 2026 menjadi titik balik yang membuat masa depan mantan striker Timnas Belanda itu berada di ujung tanduk.
PSSI pun dikabarkan akan segera menggelar rapat Exco untuk menentukan nasib Kluivert. Meski demikian, para petinggi federasi kini diharapkan tak terburu-buru mengambil keputusan. Sebab, mereka perlu belajar dari kesalahan beberapa bulan lalu saat memecat Shin Tae-yong dan menunjuk Kluivert secara mendadak.
Kini, bola liar kembali bergulir. Nama-nama pelatih asing mulai disebut-sebut oleh para pengamat sepak bola nasional sebagai kandidat pengganti yang dinilai lebih tepat untuk memimpin skuad Garuda di masa depan.
Dari Hodak hingga Van Gastel, Kandidat Mulai Bermunculan

Sejumlah nama pelatih asing mulai mengemuka. Shin Tae-yong, yang sempat membangun fondasi kuat di Timnas Indonesia periode 2020 hingga 2024, kembali masuk dalam perbincangan publik. Dua pelatih yang kini berkiprah di BRI Super League, Bojan Hodak dan Jean-Paul van Gastel, juga masuk radar.
Bojan Hodak dikenal sebagai pelatih berprestasi setelah membawa Persib Bandung meraih gelar juara Liga 1 secara beruntun. Sementara itu, Jean-Paul van Gastel berhasil meningkatkan performa PSIM Yogyakarta di awal musim Super League 2025/2026. Meski perjalanan liga masih panjang, eks asisten Giovanni van Bronckhorst di Feyenoord itu dinilai punya visi permainan modern yang menarik.
Namun, dua nama lain tiba-tiba muncul sebagai alternatif realistis: Thomas Doll dan Bernardo Tavares. Kedua sosok ini dianggap memiliki pendekatan yang mirip dengan Shin Tae-yong dalam hal membangun tim dan memoles pemain muda.
Tavares dan Doll, Dua Sosok dengan Pemahaman Lokal yang Kuat

Pengamat sepak bola asal Malang, Efendi Aziz, menilai Thomas Doll dan Bernardo Tavares sebagai figur ideal untuk menangani Timnas Indonesia saat ini.
“Kita harus akui Shin Tae-yong telah meninggalkan legacy fondasi kuat di sepak bola Indonesia, terutama cara dia mengorbitkan pemain muda. Thomas Doll dan Bernardo Tavares punya kemampuan seperti Shin Tae-yong ketika melatih di Indonesia,” ujarnya.
Faktanya, baik Doll maupun Tavares memang banyak menyumbang pemain muda ke skuad Garuda selama mereka bekerja di klub masing-masing. Efendi menambahkan bahwa kembalinya Shin Tae-yong bisa menimbulkan polemik berkepanjangan. “Menurut saya, Shin Tae-yong tak harus kembali melatih Timnas Indonesia karena pro dan kontranya sangat kuat. Jika terus berpolemik, Timnas Indonesia tak akan maju. Sosok Thomas Doll dan Bernardo Tavares lebih netral. Mereka paham sepak bola Indonesia,” tambahnya.
Meski begitu, Efendi tak menampik bahwa ada risiko tertentu bila Thomas Doll dipercaya menjadi pelatih Timnas Indonesia. “Kelemahan Thomas Doll karena dia eks pelatih Persija. Kemarin Patrick Kluivert memainkan Marc Klok dan Beckham Putra lawan Arab Saudi, ada kecemburuan. Ironisnya, Klok dan Beckham tampil kurang bagus. Maka Bernardo Tavares lebih realistis,” jelasnya.
Tavares, yang baru berpisah dengan PSM karena persoalan gaji tertunggak selama beberapa bulan, dianggap memiliki pendekatan taktis yang cocok dengan karakter pemain Indonesia. “Kita lihat bagaimana permainan PSM di tangan Bernardo Tavares. Saya kira pemain lokal kita punya gaya ala Brasil, sementara yang naturalisasi kental Eropa-nya. Jika bisa dipegang tangan yang tepat, akan jadi kekuatan bagus,” tutur Efendi.
Menunggu Langkah PSSI

Kini, keputusan berada di tangan PSSI. Apakah mereka akan memberikan kesempatan kedua bagi Patrick Kluivert, atau membuka lembaran baru bersama sosok lain yang lebih memahami kultur sepak bola Indonesia?
Jika PSSI benar-benar ingin membawa Timnas Indonesia melangkah lebih jauh di kancah internasional, maka pilihan pelatih harus berlandaskan pada visi jangka panjang, bukan sekadar popularitas atau nama besar semata.
Disadur dari: Bola.com/Gatot Sumitro/Rizki Hidayat, 15 Oktober 2025
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Rizky Ridho Apresiasi Media Cup 2025 Gagasan PSSI Pers
- Jay Idzes Bela Habis-habisan Erick Thohir: Banyak yang Tidak Melihat Betapa Besar Usaha di Balik Layar
- Pelatih Persija Jakarta Bela Rizky Ridho usai Diserang lantaran Dianggap Lakukan Blunder saat Timnas Indonesia Kalah Melawan Irak
- Pelatih Persija Beri Perhatian ke Timnas Indonesia yang Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Saatnya Rizky Ridho dan Jordi Amat Fokus di BRI Super League
- Bambang Pamungkas Usai Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026: Ini Jadi Momen Terkrusial Beri Dukungan untuk Mereka
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
BRI Super League: Persita Tangerang yang Rendah Hati, tapi Ambisius
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 19:18
LATEST UPDATE
-
Prediksi PSG vs LOSC 17 Januari 2026
Liga Eropa Lain 16 Januari 2026, 03:00
-
Ingin Tampil Lebih Baik, Man United Disarankan Angkut Gelandang Barcelona Ini
Liga Inggris 16 Januari 2026, 01:36
-
Harapan Tinggi, Realita Pahit: Kondisi Paul Pogba Bikin Monaco Mulai Frustrasi
Liga Eropa Lain 15 Januari 2026, 21:54
-
Bek Tengah Menipis, Liverpool Justu Pilih Jalan Panjang untuk Datangkan Marc Guehi
Liga Inggris 15 Januari 2026, 21:18
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 21:03
-
Jadwal Lengkap, Hasil, Klasemen, dan Top Skor Piala AFF 2026
Tim Nasional 15 Januari 2026, 20:56
-
Terungkap! Ruben Amorim Sempat Ingin Mundur Sebelum Man United Ambil Keputusan Kejam
Liga Inggris 15 Januari 2026, 20:10
-
Live Streaming Como vs Milan - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 15 Januari 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26
-
5 Pemain yang Bisa Dibeli Alvaro Arbeloa untuk Menyelamatkan Musim Real Madrid
Editorial 14 Januari 2026, 12:30
-
Para Pemain yang Pernah Membela Chelsea dan Arsenal
Editorial 14 Januari 2026, 11:48
-
Pemain yang Diuntungkan dan Dirugikan dari Pemecatan Xabi Alonso di Real Madrid
Editorial 13 Januari 2026, 13:45
-
5 Klub Potensial untuk Xabi Alonso Setelah Pergi dari Real Madrid
Editorial 13 Januari 2026, 13:22








