Pajak Sidoarjo Tinggi, PSSI Mulai Pikir Pindahkan Kualifikasi AFC
Editor Bolanet | 13 September 2013 06:38
- PSSI mengeluhkan kebijakan Pemkab Sidoarjo yang menerapkan pajak sebesar 25 persen untuk tiket yang terjual Piala AFF U-19 2013. Besar pajak tersebut merupakan dua kali dari pajak normal tiket kompetisi reguler.
Normalnya itu hanya 5 persen. Tapi entah pertimbangan apa, di Sidoarjo kita justru dikenai pajak 25 persen. Itu bukan pajak lagi, upeti! tegas salah satu petinggi PSSI yang menolak namanya ditulis oleh Bola.net usai laga Timnas melawan Myanmar semalam (12/10).
Hal itu pun mulai membuat PSSI berpikir untuk memindah venue babak kualifikasi Piala AFC U-19 Oktober nanti. Saat ini mereka mulai menjajaki kembali Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya yang sebelumnya gagal digunakan karena sewa stadionnya dianggap terlalu mahal. Kalau GBT masih mahal, mending sekalian pindah Sleman, lanjutnya.
Direktur Bidang Bisnis PSSI, Edy Prasetyo ketika dikonfirmasi membenarkan kalau kebijakan pajak tersebut membuat pihaknya membatasi jumlah tiket yang dicetak. Apalagi tiket yang banyak terjual untuk even seperti ini hanya tiket laga Timnas Indonesia saja.
Jika dihitung kebutuhan tiket seperti di laga perdana Indonesia lawan Brunei lalu, maksimal ada 8 ribu penonton. Di Gresik saat lawan Myanmar juga segitu tiket yang terjual, kata Edy.
PSSI yang juga mendapat dukungan dana penyelenggaraan dari PT Freeport Indonesia untuk Piala AFF U-19 ini pun berharap tak merugi. Performa Evan Dimas pun diharap terus meningkat untuk memancing animo masyarakat ke stadion. Untuk menampung animo besar suporter timnas yang rindu gelar, sudah seharusnya seluruh stake holder ikut mendukung, tambahnya. [initial]
Baca Juga:
Normalnya itu hanya 5 persen. Tapi entah pertimbangan apa, di Sidoarjo kita justru dikenai pajak 25 persen. Itu bukan pajak lagi, upeti! tegas salah satu petinggi PSSI yang menolak namanya ditulis oleh Bola.net usai laga Timnas melawan Myanmar semalam (12/10).
Hal itu pun mulai membuat PSSI berpikir untuk memindah venue babak kualifikasi Piala AFC U-19 Oktober nanti. Saat ini mereka mulai menjajaki kembali Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya yang sebelumnya gagal digunakan karena sewa stadionnya dianggap terlalu mahal. Kalau GBT masih mahal, mending sekalian pindah Sleman, lanjutnya.
Direktur Bidang Bisnis PSSI, Edy Prasetyo ketika dikonfirmasi membenarkan kalau kebijakan pajak tersebut membuat pihaknya membatasi jumlah tiket yang dicetak. Apalagi tiket yang banyak terjual untuk even seperti ini hanya tiket laga Timnas Indonesia saja.
Jika dihitung kebutuhan tiket seperti di laga perdana Indonesia lawan Brunei lalu, maksimal ada 8 ribu penonton. Di Gresik saat lawan Myanmar juga segitu tiket yang terjual, kata Edy.
PSSI yang juga mendapat dukungan dana penyelenggaraan dari PT Freeport Indonesia untuk Piala AFF U-19 ini pun berharap tak merugi. Performa Evan Dimas pun diharap terus meningkat untuk memancing animo masyarakat ke stadion. Untuk menampung animo besar suporter timnas yang rindu gelar, sudah seharusnya seluruh stake holder ikut mendukung, tambahnya. [initial]
Baca Juga:
(fjr/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Victor Osimhen Ditawarkan ke Atletico Madrid
Liga Spanyol 5 Agustus 2026, 21:23
-
Fenomena Unik: 9 Manajer Baru Bersaing di Premier League 2026/2027, 5 Debutan!
Liga Inggris 5 Agustus 2026, 19:42
-
Lamine Yamal Beri Sinyal Dukung Barcelona Rekrut Julian Alvarez
Liga Spanyol 5 Agustus 2026, 19:26
-
Yan Diomande Sudah Gabung Kamp RB Leipzig, Transfer ke Real Madrid Belum Rampung
Liga Spanyol 5 Agustus 2026, 18:30
-
Manchester United Buka Peluang Pinjamkan Joshua Zirkzee ke Juventus
Liga Italia 5 Agustus 2026, 17:49
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16












