Pembelaan untuk Patrick Kluivert Usai Dipecat Timnas Indonesia: Tugasnya Memang Berat, Bahkan Tidak Realistis
Ari Prayoga | 14 November 2025 15:17
Bola.net - Posisi pelatih kepala Timnas Indonesia sudah kosong selama sebulan terakhir setelah PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert pada Kamis (16/10/2025). Keputusan itu diambil menyusul kegagalan skuad Garuda menembus putaran final Piala Dunia 2026, yang memicu evaluasi besar di tubuh federasi.
Pemutusan kontrak Kluivert dan seluruh stafnya menandai dimulainya babak baru pencarian nakhoda Timnas. PSSI kini tengah menyiapkan langkah strategis untuk menemukan pelatih yang dianggap mampu membawa Indonesia kembali stabil dan kompetitif di level internasional.
Timnas Indonesia kalah beruntun dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Patrick Kluivert ditunjuk menangani Timnas Indonesia pada awal Januari 2025. Dari periode selama Januari ke Oktober 2025, Patrick Kluivert telah menjalani 8 pertandingan bersama Timnas Indonesia di semua ajang.
Sayangnya, dalam 8 pertandingan itu rapor Patrick Kluivert terbilang miris, yakni 3 kali menang, 1 kali imbang, dan 4 kali kalah.
Kemenangan Timnas Indonesia era Kluivert diraih saat menang 1-0 atas Bahrain dan China di putaran ketiga, serta 6-0 atas Chinese Taipei dalam laga uji coba awal September lalu.
Hasil imbang diraih dalam uji coba kedua saat ditahan 0-0 oleh Lebanon setelah menang melawan Chinese Taipei.
Adapun 4 kekalahan diraih dengan skor yang terbilang telak. Tim Garuda menyerah 1-5 dari Australia, 0-6 dari Jepang, 2-3 dari Arab Saudi, dan 0-1 dari Irak.
Pemecatan Kluivert Bisa Dipahami

Mantan pesepak bola di Liga Indonesia asal Tunisia, Patrick Ghigani belum lama ini berbincang dengan pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali. Keduanya ikut membahas kinerja Patrick Kluivert yang akhirnya diberhentikan dari jabatannya.
Patrick Ghigani mengaku cukup prihatin dengan karier singkat Patrick Kluivert. Selama 10 bulan mengabdi, pelatih asal Belanda itu gagal mewujudkan ambisi Skuad Garuda untuk bisa tampil di ajang sebesar Piala Dunia.
"Rasanya tidak pernah baik ketika seorang pelatih keluar atau dipecat dari jabatannya. Namun, targetnya adalah meraih tiket lolos ke Piala Dunia dan punya kesempatan kali ini," tutur Ghigani dalam kanal Youtube Capt Hamka belum lama ini.
"Jadi, bagi saya, keputusan ini bisa saya pahami dan terima. Namun, sekarang kami harus berharap lebih baik," lanjut mantan pemain Persiraja Banda Aceh.
Tugas Kluivert Tidak Mudah

Banyak yang mencibir bahwa Patrick Kluivert adalah biang kegagalan Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Tidak sedikit pihak yang menganggap Kluivert banyak melakukan eksperimen dan berujung pada kegagalan.
Menurut Ghigani, sepak bola tidak sesederhana itu. Ada juga faktor keberuntungan ikut mempengaruhi keberhasilan sebuah tim di atas lapangan.
"Begini, tidak ada yang peduli dengan apa yang mereka bangun. Dalam sepak bola, selalu yang jadi tujuannya adalah hasil akhir. Sederhana, yakni tiga poin atau menang," ujar Ghigani.
"Jadi mungkin ada tim yang tidak bermain bagus tetapi mereka bisa menang, tapi tidak dengan tim yang bermain bagus menguasai pertandingan, tapi akhirnya kalah."
"Yang dilakukan Kluivert adalah dia membawa namanya sebagai pemain yang bagus. Namun, pada akhirnya dia melewatkan Piala Dunia bersama Indonesia. Kita bicara tentang sepak bola dan itu tidak mudah," lanjutnya.
Mimpi Indonesia Tidak Realistis

Mirip dengan pernyataan Alex Pastoor, asisten Kluivert di Timnas Indonesia yang menyebut tim Merah-Putih perlu realistis untuk bisa mewujudkan impian lolos ke Piala Dunia, Ghigani juga berpikri demikian.
Menurutnya pernyataan Alex Pastoor tersebut cukup mendasar, namun Kluivert diyakininya sudah memberikan yang terbaik.
"Ia datang untuk membawa negara ini tampil ke Piala Dunia pertama kalinya. Ini sebuah mimpi, tapi tidak realistis. Ya karena pemain tidak bermain di level tertinggi Eropa atau dunia," ujarnya.
"Saya yakin Kluivert memberikan yang terbaik tapi dalam sepak bola, dia tidak memberi kita poin yang kita butuhkan untuk lolos."
"Saat jadi pemain memang bagus, tapi untuk jadi pelatih sekarang dia masih muda," tandas mantan pemain yang kini sudah berusia 47 tahun itu.
Sumber: Kanal Youtube Capt Hamka
Disadur dari Bola.com (Vincentius Atmaja, Benediktus Gerendo P) 14 November 2025
Jangan Lewatkan!
Rekam Jejak Gemilang Timur Kapadze: Bukti Ia Punya Kapasitas Bawa Timnas Indonesia Jadi Pemenang
Gawat! Turki dan China Saingi Timnas Indonesia untuk Dapatkan Timur Kapadze
3 Target Besar Pelatih Baru Timnas Indonesia: Juara FIFA ASEAN Cup, Tembus 8 Besar Piala Asia 2027, dan Lolos Piala Dunia 2030
Rekam Jejak Karier Kepelatihan Heimir Hallgrimsson: Berawal Jadi Dokter Gigi hingga Bawa Islandia ke 8 Besar Euro 2016
Profil dan Prestasi Heimir Hallgrimsson, Salah Satu Calon Pelatih Timnas Indonesia: Bikin Kejutan Besar di Euro 2016 dan Piala Dunia 2018
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
LATEST UPDATE
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
