Piala AFF 2020: Mengingat Edisi 2008, Timnas Indonesia Jago di Awal tapi Melempem di Akhir
Yaumil Azis | 26 November 2021 08:36
Bola.net - Tidak lama lagi, Timnas Indonesia akan berkiprah di ajang Piala AFF 2020. Skuat Garuda telah menjalani serangkaian persiapan agar bisa keluar sebagai juara.
Berbicara napak tilas Timnas Indonesia di turnamen yang dulunya bernama Piala Tiger ini, tentu sudah melewati perjalanan berliku, terutama yang namanya kegagalan. Seperti yang terjadi pada Piala AFF edisi tahun 2008.
Berstatus tuan rumah di babak penyisihan, tim Merah-Putih pun mencanangkan kebangkitan setelah perjalanan terburuk di Piala AFF 2007. Sayangnya, Charis Yulianto dkk. hanya tampil apik di dua pertandingan awal penyisihan, sebelum melorot dan akhirnya terkapar di semifinal.
Timnas Indonesia menghibur pecinta sepak bola Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, saat menghadapi Myanmar di pertandingan pertama Grup A. Tiga pemain pilar Tim Garuda, Budi Sudarsono, Firman Utina, dan Bambang Pamungkas, sukses membawa Tim Garuda menang telak 3-0.
Euforia pun berlanjut di pertandingan kedua. Para pendukung Timnas Indonesia sudah mengetahui bahwa tim kesayangan mereka akan kembali meraih kemenangan besar karena menghadapi Kamboja yang memang selalu kesulitan jika menghadapi Tim Garuda.
Budi Sudarsono menjadi pemain yang sangat disorot dalam pertandingan tersebut. Dalam 70 menit pemain Sriwijaya FC itu berhasil mencetak hattrick ke gawang Kamboja.
Budi memang menjadi pemain yang sangat ditakuti oleh Timnas Kamboja setelah pada Piala Kemerdekaan Indonesia 2008, gawang mereka bobol empat kali oleh Budi Sudarsono dalam pertandingan yang berakhir 7-0 untuk kemenangan Tim Garuda.
Bambang Pamungkas melengkapi kemenangan Timnas Indonesia menjadi 4-0 atas Kamboja dengan satu gol tambahan. Indonesia pun dipastikan lolos ke semifinal dan akan menentukan status juara grup atau runner-up ketika menghadapi Singapura di pertandingan terakhir babak grup.
Pendukung Timnas Indonesia mendapatkan kesempatan pertama untuk menyaksikan laga semifinal yang mempertemukan tim kesayangan mereka dengan tim kuat Thailand. Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi saksi pertama Timnas Indonesia menyerah dari Thailand lewat gol tunggal Teerasil Dangda.
Asa sempat menggelora ketika Nova Arianto berhasil mencetak gol pembuka ketika leg kedua semifinal dimainkan di Stadion Rajamangala, Bangkok empat hari kemudian. Sayangnya, gol sang stoper pada menit kesembilan itu tak berhasil menyelamatkan Tim Garuda. Thailand sukses dua kali menjebol gawang Timnas Indonesia yang dikawal Markus Horizon melalui Teeratep Winothai dan Ronnachai Rangsiyo.
Timnas Indonesia akhirnya harus mengakhiri perjalanan di Piala AFF 2008 dengan catatan yang sangat timpang di awal dan akhir. Dua kemenangan menghadapi Myanmar dan Kamboja di dua laga awal membuktikan bahwa tim asuhan Benny Dollo hanya mampu memberikan hiburan ketika menghadapi tim yang lebih lemah.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Kesalahan Elementer Menjadi Momok
Sejak kemenangan di laga perdana kontra Myanmar, Timnas Indonesia sudah terlihat tidak memiliki kekuatan stamina yang baik. Gegap gempita sambutan pendukung Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, boleh jadi menjadi euforia tersendiri. Namun, saat menghadapi tim sekelas Myanmar, meski menang 3-0, Timnas Indonesia terlihat kurang baik dalam performa fisik.
Kesalahan elementer seperti gagal melakukan operan dengan baik, kurang memberikan tekanan kepada pemain lawan, serta terlihat gugupnya barisan pertahanan, memang tidak lagi terlihat. Namun, stamina pemain pemain terlihat konsisten tak lebih dari setengah jam permainan berlangsung.
Timnas Merah-Putih boleh kembali terlihat perkasa ketika menghadapi Kamboja di laga kedua. Keberhasilan Singapura meraih kemenangan telak 5-0 atas Kamboja di laga perdana mereka membuat Timnas Indonesia sudah tampak menang sebelum bertanding. Dengan kondisi sama seperti ketika menghadapi Myanmar, Indonesia pun menang telak 4-0.
Budi Sudarsono Menggila
Striker Timnas Indonesia yang satu ini berhasil menjadi pencetak gol terbanyak di Piala AFF 2008. Namun, ia meraihnya tidak sendirian. Budi Sudarsono menjadi topskor bersama striker Timnas Singapura, Agu Casmir, dan Striker Thailand, Teerasil Dangda.
Budi Sudarsono yang dijuluki Si Ular Piton ini memang tampil cukup luar biasa di babak penyisihan grup. Ia menjadi pencetak gol pertama Timnas Indonesia di Piala AFF 2008 ketika Tim Garuda menang 3-0 atas Myanmar. Keberhasilannya menjadi pencetak gol di laga perdana itu pun membuatnya seperti berhasil menemukan permainan terbaiknya.
Hal tersebut diperlihatkannya dalam laga kedua, di mana Indonesia menang telak 4-0 atas Kamboja. Bermain di depan publik Stadion Utama Gelora Bung Karno, penampilan Budi menyihir para pecinta sepak bola Indonesia yang terus meneriakkan namanya. Budi Sudarsono mencetak gol pertama lagi di pertandingan itu pada menit ke-15 sebelum akhirnya memastikan hattrick pada menit ke-70.
Keberhasilan mencetak empat gol dalam dua laga pertama itu juga disamai oleh striker Singapura, Agu Casmir. Namun, kedua pemain itu gagal menambah pundi-pundi golnya lagi hingga pertandingan terakhir keikutsertaan timnas masing-masing di Piala AFF 2008 itu.
Penampilannya yang cemerlang di awal Piala AFF 2008 seperti menjadi ajang pembuktian bahwa dirinya memang memiliki kualitas. Ya, saat itu Budi Sudarsono tengah berusaha untuk membuktikan diri setelah pada Piala AFF 2007, dirinya kurang mendapat kepercayaan dari Peter Withe, pelatih Timnas Indonesia yang hampir saja dibogemnya karena hanya menjadikannya penghias bangku cadangan.
Perjalanan Timnas Indonesia
Data perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2008
PENYISIHAN
Indonesia 3-0 Myanmar
Pencetak gol: Budi Sudarsono 24', Firman Utina 28', Bambang Pamungkas 64' (Indonesia)
Indonesia 4-0 Kamboja
Pencetak gol: Budi Sudarsono 15' 54' 70', Bambang Pamungkas 76' (Indonesia)
Indonesia 0-2 Singapura
Pencetak gol: Baihakki Khaizan 3', Shi Jiayi 50' (Singapura)
SEMIFINAL
Indonesia 0-1 Thailand
Pencetak gol: Teerasil Dangda 6' (Thailand)
Thailand 2-1 Indonesia
Pencetak gol: Teeratep Winothai 73', Ronnachai Rangsiyo 89'(Thailand); Nova Arianto 9' (Indonesia)
Skuad Timnas Indonesia
Kiper: Markus Horison, Fery Rotinsulu, Dian Agus Prasetyo
Belakang: Muhammad Roby, Richardo Salampessy, Charis Yulianto, Muhammad Ridwan, Fandy Mochtar, Isnan Ali, Maman Abdurahman
Tengah: Syamsul Chaeruddin, Eka Ramdani, Ian Louis Kabes, Arif Suyono, Firman Utina, Heru Nerli, Hariono, Ponaryo Astaman, Elie Aiboy
Depan: Bambang Pamungkas, Aliyudin, Saktiawan Sinaga, Budi Sudarsono
Pelatih: Benny Dollo
Disadur dari: Bola.com (Aryo Atmaja)
Diunggah pada: 25 November 2021
Baca Juga:
- Timnas Indonesia Menang 4-1 atas Myanmar, Iwan Bule: Modal Berharga Jelang Piala AFF 2020
- 5 Statistik Menarik Usai Timnas Indonesia Hajar Myanmar: Gol Debut Ezra Walian
- Bantai Myanmar, Timnas Indonesia Makin Pede Tampil di Piala AFF 2020
- Indonesia Sikat Myanmar, Netizen: Benahi Passing, Indonesia Darurat Striker, Panggil Margono
- 5 Catatan Kemenangan Timnas Indonesia vs Myanmar: Pantang Jemawa, Lawan Berat Menanti di Piala AFF
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona Bekuk Athletic Bilbao dalam Kondisi Kelelahan Berat!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:49
-
Menang dan Clean Sheet Lawan Athletic Bilbao, Bos Barcelona Full Senyum!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:38
-
Hasil Juventus vs Pisa: Pesta Gol Bianconeri di Allianz Stadium
Liga Italia 8 Maret 2026, 05:23
-
Man of the Match Athletic Bilbao vs Barcelona: Lamine Yamal
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:05
LATEST UPDATE
-
Joao Cancelo Beri Barcelona Kebebasan Taktis yang Lama Hilang
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 14:23
-
AC Milan dan Makna Penting 3 Poin di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 13:59
-
Allegri Tanggapi Rumor Real Madrid: Apa Kata Pelatih AC Milan Ini?
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 13:34
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 13:00
-
Kelemahan AC Milan Adalah Kekuatan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:56
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 12:46
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Australia di Albert Park
Otomotif 8 Maret 2026, 12:41
-
Modal Positif AC Milan, Rekor Mengesankan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:28
-
Milan vs Inter: Harapan Rossoneri pada Kombinasi Pulisic dan Leao
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:52
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23










