Rahmad Darmawan Harapkan Pemain Fokus Untuk Menang
Editor Bolanet | 16 Desember 2013 13:29
- Timnas Indonesia U-23 tak harus menang besar saat menghadapi Myanmar dalam lanjutan kualifikasi Grup B ajang SEA Games 2013, di YTC Stadium, Senin (16/12) petang. Pasalnya, penentuan lolos atau tidaknya ke babak semifinal, dilihat dari head to head dan bukan dari perolehan gol.
Alhasil, kemenangan atas Myanmar dengan skor 1-0, sudah cukup bagi Indonesia untuk bekal melaju ke babak semifinal. Demi meraih kemenangan, pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan berharap agar anak asuhnya bisa fokus pada laga dan memaksimalkan peluang.
Saya harap, para pemain tidak memikirkan hal lainnya. Terpenting, bagaimana fokus saat menghadapi lawan berat nanti agar bisa membuat gol dan membongkar pertahanan mereka, kata Rahmad Darmawan.
Sebelumnya, saya juga sudah memberikan gambaran mengenai kekuatan lawan dengan memperlihatkan video permainan kepada para pemain. Kemudian yang harus diperhatikan, adalah harus bermain efisien. Terutama, dalam penyelesaian akhir, tegas mantan pelatih Persija Jakarta, Sriwijaya FC dan Arema Indonesia tersebut.
Dilanjutkannya, optimis dalam meraih kemenangan. Pasalnya, permainan Myanmar dianggap hampir sama dengan Thailand. Yaitu, lebih sering menunggu lawan dan melakukan tekanan pada 10 hingga 15 menit pertama dan sesekali melancarkan serangan balik.
Saya akan tempatkan pemain yang bisa menjaga keseimbangan tim. Intinya, kami tidak boleh ceroboh saat lawan melakukan serangan balik. Tapi yang pasti kami harus selalu dalam kondisi siap, tukasnya. [initial]
(esa/mac)
Alhasil, kemenangan atas Myanmar dengan skor 1-0, sudah cukup bagi Indonesia untuk bekal melaju ke babak semifinal. Demi meraih kemenangan, pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan berharap agar anak asuhnya bisa fokus pada laga dan memaksimalkan peluang.
Saya harap, para pemain tidak memikirkan hal lainnya. Terpenting, bagaimana fokus saat menghadapi lawan berat nanti agar bisa membuat gol dan membongkar pertahanan mereka, kata Rahmad Darmawan.
Sebelumnya, saya juga sudah memberikan gambaran mengenai kekuatan lawan dengan memperlihatkan video permainan kepada para pemain. Kemudian yang harus diperhatikan, adalah harus bermain efisien. Terutama, dalam penyelesaian akhir, tegas mantan pelatih Persija Jakarta, Sriwijaya FC dan Arema Indonesia tersebut.
Dilanjutkannya, optimis dalam meraih kemenangan. Pasalnya, permainan Myanmar dianggap hampir sama dengan Thailand. Yaitu, lebih sering menunggu lawan dan melakukan tekanan pada 10 hingga 15 menit pertama dan sesekali melancarkan serangan balik.
Saya akan tempatkan pemain yang bisa menjaga keseimbangan tim. Intinya, kami tidak boleh ceroboh saat lawan melakukan serangan balik. Tapi yang pasti kami harus selalu dalam kondisi siap, tukasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal dan Agenda Timnas Indonesia 2026: Ada FIFA Series dan Piala AFF
Tim Nasional 17 Desember 2025, 10:43
-
Timnas Indonesia U-22 Gagal Total di SEA Games 2025, PSSI Pecat Indra Sjafri
Tim Nasional 16 Desember 2025, 20:32
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Skotlandia vs Maroko: Ismael Saibari
Piala Dunia 20 Juni 2026, 07:06
-
Como Bergerak di Bursa Transfer: Kaiki Mendekat, Sergi Roberto Pergi
Liga Italia 20 Juni 2026, 05:12
-
Man of the Match Amerika Serikat vs Australia: Folarin Balogun
Piala Dunia 20 Juni 2026, 04:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28
















