Liga Europa: Duel Anak Kluivert dan Thuram dan Kenangan Laga AC Milan vs Parma di Serie A
Yaumil Azis | 25 Oktober 2019 06:13
Bola.net - Anak dari dua pemain legendaris Eropa, Patrick Kluivert dan Lilian Thuram, dipertemukan dalam satu lapangan baru-baru ini. Keduanya saling berhadapan saat AS Roma bertemu Borussia Monchengladbach dalam ajang Liga Europa.
Pertandingan tersebut dilangsungkan di markas Giallorossi, yakni Stadio Olimpico Roma, pada hari Kamis (24/10/2019). Laga itu sendiri berakhir dengan kedudukan imbang 1-1.
Sejatinya, Roma memiliki peluang untuk meraih kemenangan dari laga kali ini. Pasalnya keunggulan 1-0 mereka, yang golnya dicetak Nicolo Zaniolo pada menit ke-32, sempat bertahan hingga memasuki masa injury time babak kedua.
Sayang harapan mereka meraih tiga poin dari laga kali ini berantakan. Sebab Monchengladbach mencetak gol balasan melalui eksekusi penalti Lars Stindl beberapa saat sebelum pertandingan berakhir.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Duel Anak Pemain Legendaris
Ada sajian menarik dari duel kali ini. Anak dari Lilian Thuram dan Patrick Kluivert, Marcus dan Justin, saling berhadapan satu sama lain. Keduanya sama-sama memiliki peran sebagai penyerang sayap yang beroperasi di sektor kanan.
Perlu diketahui bahwa Patrick Kluivert dan Lilian Thuram sama-sama pernah bermain di kompetisi Serie A. Kluivert saat itu merupakan pemain AC Milan dan hanya bertahan selama satu musim, sementara Thuram masih menjadi rising star bersama Parma.
Pernah ada satu kejadian unik dari laga Milan vs Parma yang terjadi di pekan ke-33 Serie A musim 1997/98. Thuram ikut terlibat pada laga tersebut, sementara Kluivert tidak diikutsertakan oleh pelatih Milan, Fabio Capello.
Kenangan Milan vs Parma di Serie A
Kala itu, Milan dalam kondisi yang buruk. Sebagai informasi, mereka finis di peringkat 11 pada akhir kompetisi. Fansnya pun melakukan protes keras yang ditunjukkan saat bertemu Parma pada pekan ke-33 di San Siro.
Rangkaian aksi protes fans Milan, seperti yang dicuitkan jurnalis Italia bernama Tancredi Palmeri di Twitter, dimulai sejak sebelum permainan dimulai. Mereka memblokade jalur bus tim agar mereka tidak bisa masuk ke dalam stadion San Siro.
Di saat itu juga, mereka melempari bus tim dengan telur busuk. Lalu gelombang protes berlanjut ke pertandingan, di mana mayoritas fans Milan membalikkan badannya dari arah lapangan pada menit ke-30.
Aksi protes mereka tidak sampai di situ saja. Sebagai penutup, para pemain Milan dituntut untuk tidak menumpangi bus dan menggunakan alat transportasi umum seperti taksi.
(Twitter/Tancredi Palmeri)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ruben Amorim ke Milan Bisa Bikin Man United Lebih Hemat, Kok Bisa?
Liga Inggris 15 Juni 2026, 13:44
-
AC Milan Selangkah Lebih Dekat Pekerjakan Mantan Pelatih MU Ini
Liga Italia 13 Juni 2026, 14:34
-
Sambil Menunggu Ralf Rangnick, AC Milan Dekati Ruben Amorim
Liga Italia 11 Juni 2026, 15:59
-
Oliver Glasner Makin Dekat ke San Siro, Segini Tawaran AC Milan
Liga Italia 11 Juni 2026, 14:00
LATEST UPDATE
-
Apakah Korea Selatan Masih Bisa Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 25 Juni 2026, 12:27
-
Man of the Match Ceko vs Meksiko: Mateo Chavez
Piala Dunia 25 Juni 2026, 10:35
-
Man of the Match Afrika Selatan vs Korea Selatan: Thapelo Maseko
Piala Dunia 25 Juni 2026, 10:26
-
Gym Bag Anti Blunder! 5 Barang Wajib Biar Tetap Fresh Habis Olahraga
Lain Lain 25 Juni 2026, 09:30
-
Man of the Match Maroko vs Haiti: Achraf Hakimi
Piala Dunia 25 Juni 2026, 07:28
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41











