FOLLOW US:


Diego Maradona: Prestasi, Kontroversi, dan Mimpi Cetak Gol Tangan Tuhan Lagi

26-11-2020 13:52

 | Afdholud Dzikry

Diego Maradona: Prestasi, Kontroversi, dan Mimpi Cetak Gol Tangan Tuhan Lagi
Fans Napoli mengenang Diego Maradona dengan meletakkan foto sang legendar di sekitar stadion San Paolo, (26/11/2020) dini hari. © AP Photo

Bola.net - "Saya bermimpi bisa mencetak gol lagi melawan Inggris, kali ini dengan tangan kanan."

Itulah jawaban Diego Maradona ketika ditanya soal keinginan dan mimpi yang ingin dia wujudkan jelang ulang tahunnya yang ke-60 pada Oktober 2020 lalu. Tanpa ada yang tahu, ungkapan itu sebulan setelahnya ternyata merupakan pertanda.

Maradona memang dikenal sebagai salah satu sosok pesepak bola yang akrab dengan kontroversi. Salah satu kontroversi terbesarnya adalah ketika mencetak gol menggunakan tangan ke gawang timnas Inggris di perempat final Piala Dunia 1986.

Suporter Argentina yang memenuhi Estadio Azteca bergemuruh menyambut gol dari Maradona itu. Namun tidak dengan para pemain Inggris yang justru mendatangi wasit Ali bin Nasser asal Tunisia untuk memprotes gol itu. Namun wasit bergeming dan tetap mengesahkan gol tersebut.

Gol kontroversial yang akhirnya dikenal dengan sebutan "Gol Tangan Tuhan" itu pada akhirnya turut membantu Argentina melaju mulus di Meksiko sampai akhirnya merengkuh gelar juara Piala Dunia kedua mereka.

"Gol yang saya cetak sedikit kena kepala dan sedikit dengan tangan Tuhan," kata Maradona saat ditanya mengenai gol yang membawa Argentina unggul 1-0 itu seusai laga.

Sebutan sebagai pemain cerdik, cerdas, punya visi, dan kemampuan membaca dan mengelabui lawan pun menjadi satu pada momen gol Tangan Tuhan tersebut. Hal ini diungkapkan juga oleh Maradona.

Setelah bola melewati kiper Inggris Peter Shilton dan masuk ke gawang, Maradona pun berlari melakukan selebrasi. Namun para pemain Albiceleste justru tidak ada yang mendatanginya untuk melakukan selebrasi seperti tahu bahwa itu adalah sebuah handball.

"Setelah mencetak gol itu, saya menunggu rekan setim untuk memeluk saya, dan tidak ada yang datang. Saya mengatakan kepada mereka, 'Ayo peluk saya, atau wasit tidak akan mengesahkan gol tersebut'" ujarnya.

Hingga saat ini, Gol Tangan Tuhan Maradona menjadi salah satu gol paling ikonik dalam sejarah sepak bola.

Sangat menarik memang membicarakan mengenai sosok Maradona. Selain karier hebatnya, kontroversi juga tak bisa dilepaskan dari Maradona. Seperti apa?

1 dari 5

Awal Karier Sepak Bola Maradona

Awal Karier Sepak Bola Maradona
Diego Maradona di Napoli © HBO via AP

Maradona yang lahir di Lanus, Buenos Aires, memulai karier sepak bolanya bersama Argentinos Juniors pada 1976 hingga 1981, di mana ia mencetak 116 gol dari 167 pertandingan. Bersinar di klub lokal Argentina itu, pada 1981, pemain kidal itu bergabung dengan salah satu klub top Negeri Tango, Boca Juniors.

Hanya bertahan selama satu tahun di klub besar Argentina itu, talenta besar Maradona diendus oleh sejumlah klub Eropa. Dan yang paling beruntung mendapatkan jasanya adalah Barcelona setelah Piala Dunia 1982. Saat itu ia didatangkan dengan nilai 5 juta poundsterling dan menjadi rekor transfer termahal saat itu.

Di Barcelona, Maradona bertahan dua musim dan mampu mencetak 38 gol dari 58 penampilan. Untuk trofi, pemain yang dijuluki El Pibe de Oro (Si Anak Emas) ini mampu mempersembahkan trofi Copa del Rey 1983, Copa de la Liga: 1983, dan trofi Supercopa de Espana di tahun yang sama.

2 dari 5

Bersinar dan Melegenda Bersama Napoli

Diego Maradona setelah sukses mengantar Napoli meraih Scudetto pada Juni 1987 silam. (c) AP Photo
Diego Maradona setelah sukses mengantar Napoli meraih Scudetto pada Juni 1987 silam. (c) AP Photo

Hanya dua musim di Spanyol, Maradona kemudian hijrah ke Italia untuk bergabung dengan Napoli. Biaya transfer sebesar 6,9 juta poundsterling kembali menjadi rekor transfer termahal di dunia saat itu. Catatan itu juga yang menjadikan Maradona sebagai pemain yang dua kali memecahkan rekor transfer termahal dunia.

Maradona dikenalkan kepada dunia sebagai pemain Napoli pada 5 Juli 1984. Saat itu, perkenalan Maradona di San Paolo dihadiri sekitar 75 ribu fans. Penulis olahraga David Gold mengomentari kehadiran puluhan ribu fans itu dengan mengatakan: "Mereka (fans) yakin bahwa Sang Penyelamat telah tiba."

Bersama Napoli, talenta besar Maradona semakin terasah dan mendunia. Tujuh musim di Naples, Maradona sukses mempersembahkan gelar Serie A pada musim 1986-1987 dan 1989-1990. Bukan itu saja, gelar Coppa Italia 1986-1987 juga berhasil dia persembahkan selain trofi EUFA Cup 1988-1989 dan Supercoppa Italiana 1990.

Bersama Napoli, Maradona mencetak 115 gol dari 259 pertandingan dan menjadi top skor sepanjang masa Il Partenopei sebelum dipecahkan Marek Hamsik pada 2017 lalu. Dengan semua prestasi dan trofi yang sudah ia persembahkan, tak heran warga Naples begitu memujanya.

3 dari 5

Bagaimana dengan Timnas Argentina?

Diego Maradona dengan trofi Piala Dunia 1986 usai mengalahkan Jerman Barat di Final. (c) AP Photo
Diego Maradona dengan trofi Piala Dunia 1986 usai mengalahkan Jerman Barat di Final. (c) AP Photo

Sepanjang karier sepak bolanya, Maradona sudah empat kali mengikuti gelaran Piala Dunia bersama Timnas Argentina. Yakni pada Piala Dunia 1982 Spanyol, Piala Dunia 1986 Meksiko, Piala Dunia 1990 Italia, dan Piala Dunia 1994 Amerika Serikat.

Namun seperti yang sudah diketahui, Piala Dunia 1986 adalah pertunjukan terhebat Maradona di level internasional.

Seperti sudah disinggung sebelumnya, Maradona berhasil membawa Argentina menjadi yang terbaik di dunia setelah mengalahkan Jerman Barat dengan skor 3-2 di partai final. Namun yang pasti diingat oleh banyak orang hingga sekarang adalah gol yang ia cetak ke gawang Inggris di perempat final. Gol yang membuat namanya melambung tinggi dan menjadi salah satu gol paling ikonik dengan sebutan Gol Tangan Tuhan.

4 dari 5

Kontroversi-kontroversi Maradona

Kontroversi-kontroversi Maradona
Diego Maradona berada di gedung pemerintah, Casa Rosada usai bertemu dengan Presiden Argentina Alberto Fernandes, 26 Desember 2019 lalu. © AP Photo

Selain gol Tangan Tuhan ke gawang timnas Inggris, Maradona juga akrab dengan kontroversi lainnya. Salah satunya adalah ketergantungan pada narkoba. Maradona berkenalan dengan narkoba saat bermain untuk Barcelona pada 1983. Namun baru saat bermain bersama Napoli kontroversi itu terungkap setelah ia dinyatakan positif kokain pada Maret 1991 dan akhirnya dilarang bermain selama 15 bulan.

Tak berhenti di situ, Maradona kembali tersangkut kasus. Kali ini sang bintang gagal dalam tes doping efedrin saat Piala Dunia 1994 yang membuatnya terpaksa harus dipulangkan. Bukan hanya satu satu, Maradona menurut The New York Times dinyatakan positif menggunakan lima varian efedrin.

Selain kontroversi dengan obat-obatan, Maradona juga terlibat beberapa kontroversi antara dirinya dengan wartawan. Hubungan Maradona dengan wartawan memang kurang harmonis. Bahkan ada momen ketika Maradona membidikkan senapannya kepada jurnalis di depan rumahnya karena terus menjadi buruan media. Termasuk pada 2013 silam, saat ia dikabarkan melempari wartawan yang sedang mengambil fotonya dengan batu.

5 dari 5

Meninggal Akibat Serangan Jantung

Meninggal Akibat Serangan Jantung
Mengenang sang legenda Diego Maradona © AP Photo

Prestasi dan kontroversi yang melekat pada Diego Maradona kini menjadi sebuah cerita legenda. Pada 25 November 2020 malam WIB, The Golden Boy mengembuskan nafas terakhir.

Kabar meninggalnya Maradona ini awalnya datang dari media Amerika Selatan, Clarin. Sang legenda dikabarkan mengalami serangan jantung saat berada di rumahnya. Masalah kesehatan memang kerap menghampiri Maradona dalam beberapa tahun terakhir.

Bulan lalu, Maradona juga sempat menjalani operasi pembekuan darah di otaknya. Operasi tersebut berlangsung sukses dan sang legenda diperbolehkan pulang dua pekan sebelum dinyatakan meninggal dunia, Rabu (25/11/2020) malam WIB.

Kini, dunia sepak bola kehilangan salah satu putra terbaiknya. Mulai prestasi dan kontrovesi yang melekat erat, hingga mimpi yang belum terwujud kini pergi bersama Maradona ke alam keabadian.

Kini mimpimu mencetak gol tangan Tuhan lagi bisa terwujud di surga. Selamat jalan Maradona. Adios!