FOLLOW US:


FIFA Ingin Ada Lima Pergantian Pemain Pasca Masa Pandemi Virus Corona, Kenapa?

28-04-2020 02:45

 | Yaumil Azis

FIFA Ingin Ada Lima Pergantian Pemain Pasca Masa Pandemi Virus Corona, Kenapa?
FIFA © AFP

Bola.net - FIFA sudah mengajukan permintaan untuk mengubah aturan permainan agar klub bisa menggunakan lima pergantian pemain dalam satu laga. Ini diharapkan bisa membantu klub untuk bertahan di masa pasca pandemi virus Corona.

Aturan baku menurut International Football Association Board (IFAB) menyatakan bahwa klub hanya boleh memakai tiga pergantian pemain dalam satu laga. Dan tambahan satu jika pertandingan berlanjut hingga ke extra time.

Aturan itu hanya berlaku untuk pertandingan resmi yang dimainkan dalam satu kompetisi. Sementara untuk laga uji coba, yang biasanya digelar pada masa pra-musim, klub dibebaskan melakukan pergantian sesuai dengan pemain yang ada di bangku cadangan.

Perlu diketahui bahwa sebenarnya aturan pergantian pemain ini sudah diterapkan sejak 1860-an. Awalnya, tim hanya boleh membuat pergantian untuk kasus yang penting seperti cedera. Lalu tim dibolehkan melakukan satu kali pergantian pemain di tahun 1958 hingga menjadi tiga di tahun 1995.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2

Alasan FIFA

Penerapan aturan empat pergantian pemain sendiri (satu di babak extra time) baru diterapkan beberapa tahun belakangan. Dan FIFA meminta kepada IFAB untuk menambah satu pergantian pemain lagi.

Hal ini diharapkan bisa membantu klub melewati masa-masa pasca pandemi virus Corona. FIFA meyakini bahwa kondisi fisik pemain bakalan menjadi masalah utama setelah masa pandemi berakhir.

"Satu kekhawatiran dalam kasus ini adalah frekuensi pertandingan yang lebih tinggi dari normal memungkinkan resiko potensi cedera," tulis FIFA dalam pernyataannya kepada Reuters.

"Setiap tim akan diberikan kemungkinan untuk memakai lima pergantian selama pertandingan, dengan kemungkinan tambahan substitusi selama extra time."

2 dari 2

Penerapan Pergantian Pemain Baru

Dalam pernyataan yang sama, FIFA juga menghimbau semua kompetisi untuk tidak terburu-buru dalam menjalankan pertandingan. Paling tidak, mereka harus mengikuti himbauan pemerintah.

"Sepak bola seharusnya hanya bisa dimulai kembali saat otoritas kesehatan dan pemerintah mengatakan situasinya telah aman dan tidak mengganggu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat," pungkasnya.

Aturan lima pergantian pemain, kurang lebih, berlaku seperti ini: tim diperbolehkan melakukan pergantian sebanyak tiga kali, dan satu kali di masa pergantian babak. Sisanya dilakukan di masa extra time.

FIFA sendiri tidak mengajukan aturan ini diberlakukan selamanya. Hanya untuk musim ini, musim depan, serta seluruh laga internasional sampai tanggal 31 Desember 2020 mendatang.

(Reuters)