7 Pemain yang Menjadi Kapten di Usia Muda, Ada yang Masih 17 Tahun

Jeffrydien Winanda | 3 Oktober 2021 17:51
Francesco Totti (c) AFP

Bola.net - Menjadi pemimpin dalam kesebelasan yang bertanding di kompetisi terpanas Eropa bukanlah hal mudah. Biasanya kapten dalam sebuah tim adalah sosok senior yang kenyang pengalaman serta mentor inspiratif bagi para pemain lain.

Namun apresiasi tinggi patut ditujukan kepada pemain di bawah ini yang mengemban beban berat sebagai kapten tim sepak bola tertinggi di Eropa sejak masih berusia muda. Siapa saja mereka?

1 dari 7 halaman

Matthijs de Ligt

Matthijs De Ligt (c) AFP

Muda, beda, dan berbahaya. Matthijs de Ligt adalah definisi pemain yang memiliki mental baja sejak berusia belasan. Melakukan debut di Ajax Amsterdam sebelum berusia 17 tahun, de Ligt langsung tampil memukau berkat keberaniannya dalam duel satu lawan satu.

Seiring dengan kepindahan Davinson Sanchez ke Tottenham Hotspur pada 2017, de Ligt langsung menjadi pilar utama Ajax di jantung pertahanan. Puncaknya, dia menjadi kapten untuk Ajax Amsterdam untuk pertama kalinya pada Maret 2018. Saat itu kapten utama Ajax yaitu Joel Veltman menderita cedera dan digantikan oleh pemuda berusia 17 tahun yang kemudian menjadi kapten utama klub sebelum kepindahannya ke Juventus.

2 dari 7 halaman

Mamadou Sakho

Mamadou Sakho (c) AFP

Sebelum PSG diakuisisi oleh konglomerasi dari Jazirah Arab, PSG pernah mencatatkan sejarah menarik bagi klub. Kala itu bek 17 tahun bernama Mamadou Sakho melakoni debutnya untuk PSG. Tak tanggung-tanggung, Sakho langsung menjadi kapten pada pertandingan pertamanya.

Meskipun kala itu dirinya ditunjuk pelatih Paul Le Guen untuk menjadi kapten guna memotivasi pemain seniornya, Sakho nyatanya menunjukkan jiwa kepemimpinannya. Dirinya pun menjadi kapten utama tim sebelum akhirnya berlabuh ke Liverpool.

3 dari 7 halaman

Francesc Fabregas

Cesc Fabregas (c) AFP

Fabregas bergabung dengan Arsenal di tahun 2003 kala umur 16 tahun setelah menempa skill sepak bola di akademi Barcelona yaitu La Masia. Satu bulan setelah bergabung, Fabregas langsung diberikan debut oleh Arsene Wenger dan langsung menjadi pemain reguler pada musim berikutnya.

Masih berusia 17 tahun kala dirinya tampil reguler untuk Arsenal, Fabregas memiliki kematangan fisik, teknik, dan mental yang baik untuk pemuda seusianya. Pada musim 2008/2009 kala dirinya berusia 21 tahun, akhirnya Fabregas diangkat menjadi kapten The Gooners menggantikan William Gallas. Dirinya bertahan di Arsenal sebagai kapten sebelum pulang ke kampung halamannya yaitu Barcelona pada bursa transfer 2011/2012.

4 dari 7 halaman

Declan Rice

Declan Rice usai mencetak gol ke gawang Dinamo Zagreb pada laga Liga Europa (c) AP Photo

Nama Declan Rice selalu dikaitkan dengan tim besar Eropa pada bursa transfer 2 musim ke belakang. Bukan tanpa alasan, Rice adalah hot item yang memiliki potensi besar sebagai gelandang bertahan.

Sejak debutnya bersama West Ham pada musim 2016/2017, banyak prestasi yang ditorehkan Rice. Salah satunya adalah pemain termuda kedua The Hammers yang mencatatkan 50 penampilan setelah Michael Carrick, hingga mendapatkan nominasi PFA Young Player of The Year 2019. Rice memulai peran barunya sebagai kapten West Ham sejak Desember 2019 di usianya yang baru 20 tahun.

5 dari 7 halaman

Ruben Neves

Ruben Neves (c) AFP

Pada tahun 2015 lalu Ruben Neves menjadi sensasi seantero benua biru. Neves yang kala itu membela FC Porto menjadi buah bibir lantaran dirinya dipilih menjadi kapten tim di usia 18 tahun!

Tak tanggung-tanggung, Ruben Neves memimpin FC Porto yang kala itu dilatih Julen Lopetegui di pertandingan besar sekaliber Liga Champions. Pada debutnya sebagai kapten, Neves sukses meraih kemenangan atas Maccabi Tel Aviv dengan skor 2-0.

6 dari 7 halaman

Francesco Totti

Francesco Totti (c) AFP

Bicara soal kapten termuda yang memimpun tim Eropa, maka nama pangeran Roma tak boleh dilewatkan. Francesco Totti menjadi kapten AS Roma untuk pertama kali pada 31 Oktober 1998 kala usianya masih 22 tahun.

Totti pun menjadi kapten termuda Serie A. Dedikasinya kepada AS Roma pun tak hanya menjadikan Totti sebagai kapten, tapi juga ikon klub yang membuat dirinya menjadi legenda. Sepanjang karirnya, Totti hanya berseragam AS Roma meski di usia emasnya sempat diinginkan Real Madrid untuk memperkuat proyek Galacticos bersama Zidane, Ronaldo, dan Beckham.

7 dari 7 halaman

Fernando Torres

Fernando Torres (c) AFP

Dengan insting tinggi di depan gawang lawan, Fernando Torres langsung menjadi tumpuan gol Los Rojiblancos sejak usia muda. Tak tanggung-tanggung, dia ditunjuk menjadi kapten Atletico Madrid sejak tahun 2001 saat umurnya masih 19 tahun. Jiwa kepemimpinannya di lapangan juga didukung teknik tinggi dalam mencetak gol, terbukti dari catatan 38 kali menjebol gawang lawan di 3 musim perdananya.

Torres menjabat kapten Atletico Madrid sebelum akhirnya hijrah ke Liverpool pada 2007. Pada 2015 Torres akhirnya kembali ke Atletico setelah petualangan panjang di Inggris dan Italia. Dirinya bereuni dengan Diego Simeone yang sudah menjadi pelatih.

Menjadi pemimpin di atas lapangan pada kasta tertinggi sepak bola Eropa bukanlah hal mudah. Tak hanya skill tinggi, pengalaman dan dedikasi juga menjadi kunci dalam memimpin 10 pemain lainnya. Deretan pemain di atas terbukti mampu membuktikan kapabilitasnya sebagai kapten bahkan sejak usia muda.

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR