
Bola.net - Sepak bola modern selalu menuntut semua pemain buat main cantik. Hal ini penting mengingat pelatih hebat dunia juga semakin kreatif dan cerdas dalam menentukan strategi untuk memperkuat timnya.
Salah satu kebutuhan sepak bola modern juga menuntut seorang pemain dalam bermain di multiposisi. Biasanya, pemain versatile ini memiliki visi bermain serta fisik prima sebagai bekalnya.
Tak jarang, pemain versatile ini dimainkan pada posisi yang berbeda saat membela klub dan tim nasional. Siapa saja?
Philipp Lahm

Philipp Lahm adalah salah satu pemain yang pantas dijadikan panutan untuk para wonderkid. Loyal, pekerja keras, fairplay, hingga mental juara dimiliki oleh oleh pemain yang sudah gantung sepatu ini. Maka tak heran jika mantan kapten Bayern Munich ini sudah pernah mengangkat piala Bundesliga, Champions League, hingga Piala Dunia.
Lahm sendiri secara natural bermain di posisi right fullback atau bek kanan. Posisi inilah yang ditempatinya ketika membela Bayern Munich. Namun ketika Pep Guardiola menangani Bayern Munich, dirinya secara nyaman mampu bertransformasi menjadi gelandang bertahan yang memapu menjadi metronom dalam menentukan arah bola.
Menariknya, Lahm malah justru sering ditempatkan sebagai left fullback ketika membela Timnas Jerman. Pelatihnya di Timnas Jerman Joachim Loew memang sempat berpendapat jika penempatan Lahm sebagai bek kiri membuatnya mampu tampil sebagai inverted fullback yang mampu menyuplai bola ke lini tengah Der Panzer.
Javier Mascherano

Ketika masih membela West Ham United dan Liverpool, Javier Mascherano mengemban peran sebagai gelandang bertahan. Namun posisi ini berubah ketika dia bergabung dengan Barcelona. Solidnya lini tengah El Barca yang digawangi trio Xavi & Iniesta yang ditopang Sergio Busquets membuat Mascherano sulit mendapat tempat. Namun sisi defensif yang dimiliki Mascherano membuatnya mampu bertransformasi sebagai bek tengah kala Carles Puyol memutuskan pensiun.
Sementara itu, Mascherano di Timnas Argentina tetap tampil di posisi naturalnya yaitu gelandang bertahan. Puncaknya, dirinya menjadi penopang penyerangan dan pertahanan timnas Argentina hingga bisa melaju ke final Piala Dunia 2014 di bawah arahan pelatih Alejandro Sabella.
David Alaba

David Alaba sejatinya sudah sering berpindah posisi sejak debut bersama Bayern Munich. Di awal karirnya, Alaba muda memiliki posisi sebagai gelandang bertahan. Namun kecepatan yang dimilikinya mampu dieksploitasi hingga sukses menjadi fullback kiri mematikan bagi Bayern Munich.
Namun di masa-masa terakhirnya membela Bayern Munich dan kini membela Real Madrid, David Alaba bertransformasi menjadi center back yang kokoh. Dirinya pun juga mengemban peran sebagai ball-playing defender berkat akurasi umpan serta visi bermain yang bagus.
Dengan kemampuan yang dimiliki, maka tak heran jika Alaba dimainkan sebagai gelandang tengah ketika membela timnas Austria. Visi bermain dan akurasi umpan di atas rata-rata membuat pelatih Timnas Austria tak ragu menempatkan Alaba sebagai jenderal lapangan tengah.
Alphonso Davies

Satu-satunya pemain yang mampu menggeser posisi David Alaba dari fullback ke centerback saat bermain di Bayern Munich adalah Alphonso Davies. Pemain muda berpaspor Kanada ini memiliki kecepatan lari yang jauh lebih tinggi serta akselerasi prima untuk menusuk ke sisi pertahanan lawan.
Lewat akselerasinya inilah yang membuat Davies dimainkan sebagai winger ketika membela Timnas Kanada. Saat ini, Davies tengah berada dalam generasi emas timnas Kanada dan siap bertarung di Piala Dunia 2022 November mendatang.
Christopher Nkunku

Secara mengejutkan, performa eksplosif yang dibawakan Christopher Nkunku menyita perhatian banyak pihak. Mantan pemain PSG ini pun menjelma sebagai bintang RB Leipzig serta dikaitkan kepindahannya di klub besar lain.
Nkunku pun sangat nyetel dengan para pelatih yang menangani RB Leipzig mulai dari Julian Nagelsman, Jesse Marsch, hingga kini ditangani Domenico Tedesco. Nkunku sangat fasih bermain di segala opsi penyerangan mulai dari playmaker, second striker, winger, hingga penyerang utama.
Lewat performa impresifnya, pemain 24 tahun ini pun mendapatkan debutnya untuk bermain di Timnas Perancis pada bulan maret 2022 lalu. Bukan tak mungkin, sisi versatile dari Nkunku bisa memudahkan Didier Deschamps dalam meramu tim di Piala Dunia 2022 nanti.
Joao Cancelo

Jika diminta menyebutkan beberapa fullback terbaik di tahun ini, maka nama Joao Cancelo bisa masuk dalam list. Di bawah Pep Guardiola, Cancelo menjelma menjadi inverted fullback yang tak cuma piawai bertahan, namun juga menusuk ke pertahanan lawan hingga melepaskan umpan atau tendangan ke gawang.
Jika Guardiola suka menempatkan Cancelo di posisi fullback kiri agar mampu menusuk ke pertahanan lawan, lain halnya ketika dirinya membela Timnas Portugal. Pelatih Timnas Portugal yaitu Fernando Santos secara sempurna mampu membuat keseimbangan di kanan dan kiri pertahanan berkat kombinasi Joao Cancelo serta Raphael Guerrero sebagai fullback.
Piala Dunia 2022 yang akan berlangsung bulan November mendatang diperkirakan akan menjadi panggung termegah bagi para pemain versatile. Jangan sampai kamu ketinggalan keseruannya ya. Pastikan untuk memiliki koneksi 5G yang super lancar untuk menyaksikan aksi pemain dan timnas terbaik di mana saja melalui gadget kesayanganmu.
Advertisement
Berita Terkait
-
Lain Lain 10 Agustus 2026 09:31Full-Time, Saatnya Balik Fresh! Ini Grooming Simpel Buat Cowok yang Hobi Main Bola
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 7 September 2026 11:03Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
-
Liga Inggris 7 September 2026 10:37Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
-
Liga Inggris 7 September 2026 09:47Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
-
Liga Italia 7 September 2026 09:08Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
-
Liga Italia 7 September 2026 08:30Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
BERITA LAINNYA
-
liga eropa lain 3 September 2026 09:51Prediksi PSG vs Monaco 5 September 2026
-
liga eropa lain 27 Agustus 2026 12:34Prediksi LOSC vs PSG 29 Agustus 2026
-
liga eropa lain 24 Agustus 2026 12:01Ferran Torres Debut dan Cetak 2 Gol, PSG Selamat dari Kekalahan
-
liga eropa lain 19 Agustus 2026 17:36Paul Pogba Resmi Tinggalkan AS Monaco, Kini Berstatus Tanpa Klub
-
liga eropa lain 14 Agustus 2026 14:54Prediksi Lens vs PSG 17 Agustus 2026
SOROT
-
Liputan6 7 September 2026 11:12Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan 3,3 Juta Lansia
-
Liputan6 7 September 2026 10:18Kebakaran Besar di Pasar Paniai, 11 Orang Tewas
-
Liputan6 7 September 2026 09:51Anak Krakatau Erupsi, Penumpang di Pelabuhan Merak Menurun
-
Liputan6 7 September 2026 09:50Anak Krakatau Bikin Porsi MBG Dikurangi
-
Liputan6 7 September 2026 09:44Abu Anak Krakatau Menyebar, Pemda Diminta Bagikan Masker dan Siaga 24 Jam
-
Liputan6 7 September 2026 09:38WN India Jadi Korban Jambret di Menteng, Satu Pelaku Ditangkap
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341507/original/041386100_1788648437-1000945323.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5256535/original/073242500_1750241429-kebakaran5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4399860/original/002951700_1681806832-20230418-Mudik-Pelabuhan-Merak-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541898/original/065702400_1774924493-IMG_8482.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341457/original/074983600_1788621026-1001633272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342069/original/003806400_1788748974-7d9b9dc9-5cc1-46c9-b267-a8e4739c5474.jpg)
