Liverpool Injak Rem Dalam Perburuan Neuhaus, Kenapa Nih?

Dimas Ardi Prasetya | 23 Juni 2021 20:42
Florian Neuhaus. (c) Lukas Schulze/Bundesliga/Bundesliga Collection via

Bola.net - Raksasa Premier League Liverpool dikabarkan menginjak rem dalam perburuan gelandang Borussia Monchengladbach, Florian Neuhaus.

Liverpool memburu sejumlah pemain baru pada musim panas ini. Salah satunya di sektor gelandang.

Maklum saja, stok mereka berkurang satu setelah Gini Wijnaldum cabut dari Anfield karena kontraknya berakhir. Liverpool kemudian dikabarkan mengincar Neuhaus.

Penampilan Neuhaus memang menonjol khususnya pada musim 2020-21 kemarin. Meskipun penampilan Gladbach sendiri tak terlalu bagus.

1 dari 2 halaman

Liverpool Injak Rem Dalam Perburuan Neuhaus

Liverpool dikabarkan sudah memonitor permainan Florian Neuhaus selama berbulan-bulan. Akan tetapi kini The Reds disebut menginjak rem dalam perburuan Neuhaus.

Kabar itu dilansir oleh Liverpool Echo. Menurut laporan tersebut, The Reds akan memutuskan apakah mereka akan melepas tawaran pada Gladbach atau tidak usai gelaran Euro 2020 nanti.

Laporan itu juga menyebut Liverpool sebenarnya melewatkan kesempatan mengaktifkan klausul rilis Neuhaus yang bernilai 34.25 juta euro yang masa aktifnya berakhir pada akhir bulan Mei lalu. Dari situ The Reds diduga masih membuka opsi untuk mencari gelandang lain.

Namun ada konsekuensi bagi Liverpool karena tak mengaktifkan klausul rilis tersebut. Gladbach pun kini bisa meminta bayaran yang lebih besar pada klub yang menginginkan servis Neuhaus.

2 dari 2 halaman

Target Lain Liverpool

Selain Florian Neuhaus, Liverpool juga sempat dikaitkan dengan gelandang Leicester City, Youri Tielemans. Lalu ada juga nama gelandang Brighton, Yves Bissouma.

Liverpool juga disebut mengarahkan radar transfernya ke Spanyol. Mereka sempat dikaitkan dengan gelandang Atletico Madrid, Saul Niguez.

Liverpool juga dikaitkan dengan gelandang muda yakni Fabio Vieira. Sekarang ia bermain di klub Portugal, FC Porto

(Liverpool Echo)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR