
Bola.net - Sekitar dua minggu lalu, jagad sepakbola mendapatkan sebuah pengumuman mengejutkan. Pesepakbola berbakat, Andre Schurrle memutuskan untuk gantung sepatu.
Keputusan Schurrle untuk pensiun ini tentu menjadi pergunjingan. Bagaimana tidak? Ia memutuskan mundur dari karirnya sebagai pesepakbola di usia 29 tahun, yang kata orang merupakan usia emas seorang pesepakbola.
Tak ayal simpati pun berdatangan untuk mantan pemain Timnas Jerman tersebut. Tidak sedikit juga yang berharap Schurrle menimbang ulang keputusannya untuk pensiun dini.
Nah untuk mengenang sosok heroik bagi sepakbola Jerman ini, kami mengajak Bolaneters untuk bernostalgia dengan perjalanan karir Schurrle di bawah ini.
Karier Cemerlang

Masih ingat boy-band Mainz yang tersohor di bawah kordinasi Thomas Tuchel? Lewis Holtby pada vokal, Schuerrle di gitar dan Adam Szalai pada drum. Ya, salah satu mantan personilnya – Andre Schuerrle, punya karier mengesankan yang terbentang di 207 penampilan Bundesliga dan 68 lainnya
di Liga Premier Inggris bersama Chelsea dan Fulham.
Sementara dengan Jerman, ia mengumpulkan 57 caps dan mencetak 22 gol, serta satu trofi bergengsi Piala Dunia FIFA 2014 di mana ia memberikan assist untuk gol penentu pertandingan yang dicetak oleh Mario Goetze.
Dalam pernyataannya, pemain kelahiran Ludwigshafen, Jerman tersebut mengatakan bahwa ia telah mundur dari dunia sepak bola profesional dan atas nama Schuerrle dan keluarganya, ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang pernah menjadi bagian dari tahun-tahun yang fenomenal dalam karier sepak bolanya. Schuerrle juga mengungkapkan bahwa ia siap dan terbuka untuk semua kesempatan baik yang akan datang di masa depan.
Schuerrle, 29 tahun, menghabiskan musim lalu dengan status pinjaman bersama klub Rusia, Spartak
Moscow, di mana ia tampil 13 kali dan mencetak satu gol, hingga kekalahan 4-1 dari Rostov pada 8
Desember -- pertandingan yang sekarang dan seterusnya akan diingat sebagai pertandingan
terakhirnya di permainan yang sudah ia geluti selama lebih dari 13 tahun tersebut.
Awal Karier

Yang pertama datang tepatnya 11 tahun yang lalu, ketika ia melakukan debut Bundesliga pada usia 18 tahun. Tampil bersama tim remaja 1. FSV Mainz 05 yang baru saja kembali ke papan atas setelah dua musim di divisi kedua Bundesliga, Schuerrle berkontribusi besar terhadap dua musim tersukses Die Nullfuenfer yang pernah mereka catatkan.
Ketika klub Rhineland-Palatinate tersebut mencapai level yang lebih tinggi dan lebih tinggi – salah satunya saat lolos ke UEFA Europa League, nilai saham Schuerrle juga ikut meningkat dan terus meningkat, diiringi dengan transfernya ke Bayer Leverkusen pada tahun 2011.
Ia rutin mencetak gol dan memberikan assist dalam dua musimnya dengan Die Werkself, sebelum pindah ke Chelsea pada 2013.
Pahlawan Jerman di Piala Dunia

Schuerrle bangkit dari bangku cadangan untuk membawa Jerman menuju kemenangan extra-time atas Aljazair, mempersembahkan mereka satu tempat di perempat final.
Dua gol lainnya datang dalam kemenangan semi final 7-1 yang bersejarah atas tuan rumah Brasil, sebelum cedera Christoph Kramer setengah jam menuju final melawan Argentina menuntut pelatih Jerman Joachim Loew untuk menggunakan jimat keberuntungannya sekali lagi.
Dengan drama tendangan penalti yang sudah di depan mata, Schurrle menusuk dari sayap kiri untuk mengirim umpan silang ke arah Goetze yang tidak terjaga. Sisanya, seperti kata mereka, adalah sejarah.
Dan Tiba Saatnya
Dengan kelahiran anak pertamanya, Kaia, dan anggota keluarga yang semakin besar membuatnya kembali ke Jerman pada musim panas 2019, walaupun sebentar. Setelah satu tahun bersama Spartak di Rusia, Schuerrle memutuskan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melepas sauh dan menepikan kapal.
Keputusannya telah matang, di mana pertimbangan tersebut diambil Schuerrle ketika berada dalam titik terendah, dan merasa prospek karier yang lebih baik semakin menipis untuknya. Namun, refleksi demi refleksi dari lembaran kariernya akan menceritakan kisah yang bersebrangan dengan kerasnya perjuangan Schuerrle baru-baru ini.
Puncak kejayaan Piala Dunia, menjadi legenda dengan boy-band nya di Mainz dan hampir menjadi finalis Liga Champions bersama Chelsea, jauh lebih besar maknanya daripada langkah mundur dan rentetan cedera yang menimpanya belum lama ini.
Mereka mungkin telah meyakinkannya untuk mengibarkan bendera putih, tetapi kibaran bendera merah-putih Schuerrle layaknya air-guitar saat bersama Mainz adalah suvenir yang jauh lebih menggembirakan yang tercipta dari karier salah satu pemain sayap terhebat dan paling sukses di Jerman tersebut. Danke, Schuerrle!
(Bundesliga)
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 5 September 2026 08:05Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
-
Liga Inggris 5 September 2026 07:05Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2026/2027
-
Liga Inggris 5 September 2026 00:20Gabriel Martinelli Pergi, Mikel Arteta Tetap Puas dengan Opsi Serangan Arsenal
-
Liga Inggris 4 September 2026 22:35Xabi Alonso Minta Chelsea Move On dari Enzo Fernandez
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 5 September 2026 11:40Prediksi Everton vs Man Utd 6 September 2026
-
Liga Spanyol 5 September 2026 11:00Jose Mourinho Kecewa: Betis Mencari Imbang, Malah Dapat Jackpot
-
Liga Spanyol 5 September 2026 10:516 Pemain Real Madrid yang Tampil Buruk saat Kalah dari Betis
-
Liga Spanyol 5 September 2026 08:52Real Madrid Kalah dari Betis, Mourinho Bingung
-
Liga Inggris 5 September 2026 08:465 Hal Menarik dari Kemenangan Pertama Liverpool di Premier League Musim Ini
-
Liga Spanyol 5 September 2026 08:30Rating Pemain Real Madrid saat Tersungkur di Markas Real Betis: Sebuah Kontradiksi
BERITA LAINNYA
-
bundesliga 4 September 2026 10:45Prediksi Schalke 04 vs Bayern 5 September 2026
-
bundesliga 27 Agustus 2026 11:58Prediksi Bayern vs VfB Stuttgart 29 Agustus 2026
-
bundesliga 23 Agustus 2026 04:59Hasil DFL Super Cup 2026: Bayern Munchen Juara Usai Tundukkan Dortmund 2-1
SOROT
-
Liputan6 5 September 2026 11:19Kesaksian Warga Bandung dan Cimahi Saat Dengar Dentuman
-
Liputan6 5 September 2026 11:12Kabar Tragis Mozza Axillia Gunarsa: Kerangka Ditemukan di Tol Jangli
-
Liputan6 5 September 2026 10:55BMKG Sebut Dentuman di Bandung Tak Terkait Erupsi Anak Krakatau, Ini Alasannya
-
Liputan6 5 September 2026 10:30Sinabung Siaga, Warga Karo Diminta Segera Mengungsi
-
Liputan6 5 September 2026 10:11Bareskrim Ungkap Motif Pembakaran Hutan
-
Liputan6 5 September 2026 09:58Anak Krakatau Erupsi, BNPB Minta Warga Banten-Lampung Tak Panik Isu Tsunami
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337217/original/027652600_1788237447-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341112/original/017406000_1788581558-IMG-20260905-WA0008_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341099/original/097040100_1788580557-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_10.51.40.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338584/original/052694500_1788334744-sin3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2839270/original/059429300_1561673686-bakaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341056/original/097804500_1788577080-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_09.56.22.jpeg)
