
Bola.net - Final Liga Champions 1994 di Athena menjadi satu momen tak terlupakan bagi Barcelona, tapi dalam artian yang tidak menyenangkan. Di tempat ini, mimpi mereka, 'Tim Impian' (Dream Team) Johan Cruyff, mati dan lenyap tak berbekas. AC Milan memberi mereka sebuah kekalahan pahit yang sangat membekas sekaligus pelajaran berharga.
Hasil akhirnya benar-benar di luar dugaan banyak orang, terutama Barcelona. Pasalnya, di atas kertas, mereka waktu itu jauh lebih superior dibandingkan lawannya.
Namun, Milan justru menampilkan salah satu performa terbaik di final sebuah kompetisi elit Eropa dan memberi Barcelona pelajaran.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Milan Timpang
A REMINDER:
— Football Remind (@FootballRemind) May 28, 2016
This Milan side routed a talented Barcelona side 4-0 in the 1994 Champions League Final in Athens. pic.twitter.com/o6cpQHj8E1
Milan menatap final itu dalam kondisi timpang. Pelatih Fabio Capello kehilangan beberapa pemain pilarnya.
Striker legendaris Marco van Bastern masih absen akibat cedera, begitu pula pemuda sensasional Gianluigi Lentini. Sementara itu, sweeper dan kapten Franco Baresi, serta bek Alessandro Costacurta, terkena skorsing.
"Kami bukan favorit waktu itu," kenang Paolo Maldini, seperti dikutip The Guardian.
Barcelona Jadi Percaya Diri Berlebihan
Cruyff said. "We're more complete, competitive and experienced than [in the 1992 final] at Wembley. Milan are nothing out of this world. They base their game on defence, we base ours on attack."
— blackduckk (@mahmouddadel_) December 13, 2019
milan 4-0 barcelona european cup 1994 pic.twitter.com/mHiLxZwJwc
Barcelona pada titik itu baru saja meraih gelar juara La Liga empat kali secara beruntun, dan sangat difavoritkan meraih titel European Cup/Liga Champions keduanya dalam tiga tahun. Dipadu kondisi lawannya, Barcelona jadi percaya diri berlebihan.
"Barcelona adalah favorit. Kami lebih komplet, lebih kompetitif, dan lebih berpengalaman dibandingkan [final 1992] di Wembley," kata Cruyff waktu itu.
"Milan tak bisa dibandingkan dengan kami. Fondasi permainan mereka adalah pertahanan, sedangkan kami serangan."
Sebagai gambaran, ketika Cruyff merekrut Romario, yang telah mencetak 30 gol dalam 33 laga, Milan mengeluarkan uang dengan jumlah yang sama untuk seorang gelandang bertahan - Marcel Desailly. "Itu menjelaskan semuanya," tegas Cruyff.
Anomali
Yang terjadi di atas lapangan adalah sebuah anomali. Barcelona dengan segala keunggulannya justru dibuat tak berdaya.
Milan membuat barisan tengah Barcelona mati. Desailly mendominiasi. Demetrio Albertini leluasa berkreasi.
Sementara itu, Barcelona hampir tak sanggup membawa bola ke depan. Romario maupun Hristo Stoichkov terisolasi di barisan depan.
Tim racikan sang master tactician Fabio Capello, yang diperkuat pemain-pemain seperti Maldini, Albertini, Zvonimir Boban, Desailly, Dejan Savicevic, serta Daniele Massaro tampil perkasa. Milan, yang kata Cruyff defensif, menggilas 'Tim Impian' miliknya empat gol tanpa balas.
Massaro mencetak dua gol, sedangkan Savicevic dan Desailly masing-masing menyumbang satu.
🗣 Barcelona boss Johan Cruyff before the 1994 Champions League final...
— SempreMilan (@SempreMilanCom) August 27, 2019
💬 "Milan are nothing special. It's impossible for us to lose."
😌🔴⚫pic.twitter.com/zl5CFZwUB4
Apa yang Terjadi Sesudahnya?
A tristeza de Zubizarreta, então goleiro do Barcelona, ao perder a final da Champions de 1994 para o Milan. No placar eletrônico, o atestado da derrota. pic.twitter.com/mVmeppdve9
— Camisa 8 (ex História do Fut11) (@camisa_oito) February 7, 2020
Usai final itu, suasana ruang ganti Barcelona ibarat sebuah kuburan. "Mati," kenang salah satu staf Barcelona. "Mati, mati, mati. Saat itu, ketika tim butuh dukungan, mereka tak mendapatkannya."
Cruyff pun cuma diam, dan meninggalkan ruangan.
"Setelah gol letiga, kami tahu kalau semua sudah berakhir," kenang kiper Barcelona, Andoni Zubizarreta. "Itu adalah malam terburuk dalam karier saya."
Pelajaran: Jangan Pernah Meremehkan Lawan
Di final 1992, di Wembley, Barcelona mengalahkan Sampdoria 1-0. Waktu itu, team talk Cruyff adalah: "Turunlah ke lapangan dan nikmati pertandingan ini."
Di Athena, team talk Cruyff: "Kalian lebih baik daripada mereka, jadi kalian akan menang."
Di sini, kita bisa melihat perbedaannya. Dari sini pula, kita bisa mengambil suatu pelajaran - jangan pernah meremehkan lawan.
📸 📽️ #OnThisDay Milan wins fifth Champions League 1994
— TeamMilanAC (@TeamMilanAC) May 17, 2019
AC Milan 🆚 Barcelona pic.twitter.com/QUfKwCvJUu
Costacurta pun bilang demikian. "Andai mereka tidak melakukannya (meremehkan Milan), ceritanya mungkin berbeda," kenangnya.
Setelah final di Athena itu, Cruyff tak mampu lagi membawa Barcelona meraih satu pun trofi juara. Menyusul konfliknya dengan petinggi Barcelona, dia akhirnya dipecat pada musim panas 1996.
Penegasan Status AC Milan
When Milan ruled - celebrating winning the 1993/94 Serie A. pic.twitter.com/JOAdhKTegh
— A Football Archive* (@FootballArchive) December 21, 2015
Situasi kontras bisa kita lihat di kubu Milan.
Milan musim itu sukses menyandingkan trofi Liga Champions dengan Scudetto Serie A. Mereka juga menjuarai Supercoppa Italiana.
Trofi elit Eropa, dipadu dengan catatan impresif 58 laga tak terkalahkan di Serie A antara 1992 sampai 1994, pun menegaskan status Milan era tersebut sebagai salah satu tim terbaik sepanjang sejarah.
Sementara itu, mimpi 'Tim Impian' Johan Cruyff sudah mati di Athena.
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Ketika AC Milan Menghipnotis dan Menghancurkan Juventus 7-1
- 10 Pemain Legendaris dalam Sejarah Panjang AC Milan
- Ronaldinho - Gol Ikonik yang Membuat Inggris Sakit Hati
- Final Brasil vs Argentina dan Gol Spesial Kaka
- Di-Solo Oleh Kaka, Tim Lawan pun Buyar
- Pirlo vs Joe Hart: Kala Sang Regista Membalas Intimidasi Lawan dengan Panenka
- Momen Ikonik Calcio - 'Gol Di Grosso'
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 27 Oktober 2026 20:46Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
-
Liga Spanyol 27 Oktober 2026 19:41Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 19:13AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 27 Oktober 2026 21:16Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
-
Liga Italia 27 Oktober 2026 20:46Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
-
Liga Spanyol 27 Oktober 2026 20:45Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
-
Otomotif 27 Oktober 2026 20:40Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
BERITA LAINNYA
-
champions 27 Oktober 2026 15:49Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
-
champions 27 Oktober 2026 15:34Kacang Tidak Lupa Kulit! Ada Tottenham di Pidato Kemenangan Ballon d'Or Harry Kane!
-
champions 27 Oktober 2026 13:02Thomas Tuchel Kirim Pesan untuk Harry Kane usai Raih Ballon d'Or 2026
-
champions 27 Oktober 2026 12:59Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Ingin Jadi Inspirasi bagi Generasi Berikutnya
-
champions 27 Oktober 2026 06:03PSG Pertahankan Gelar Men's Club of the Year di Ballon d'Or 2026
SOROT
-
Liputan6 27 Oktober 2026 20:20Prabowo Sebut Ekonomi RI Terbesar ke-7 Dunia, Ini Data Lengkap IMF
-
Liputan6 27 Oktober 2026 19:44Sestama BNPB Dicecar KPK Soal Pengadaan Dana Bencana
-
Liputan6 27 Oktober 2026 19:12BRIN Punya 4 Kandidat Vaksin Malaria, Prabowo Minta Riset Dipercepat
-
Liputan6 27 Oktober 2026 18:48Ada Demo Sumpah Pemuda Besok, TNI-Polri Kawal Jakarta
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:41Cak Imin: MBG Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:28DPR Wanti-wanti Potensi Kepentingan Asing di RUU Perampasan Aset
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...














:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380240/original/081730400_1792661571-Screenshot_20261022_160052_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383849/original/084953800_1793105056-IMG_20261027_173154_121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383841/original/017191300_1793103340-IMG_0345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3615998/original/074288400_1635414615-20211028-Aksi-Mahasiswa-Dan-Buruh-Peringati-Hari-Sumpah-Pemuda-FANANI-12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511551/original/045597200_1771912531-SPPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356106/original/025282300_1790153036-85d3e4f0-6ca9-48a2-bdad-4b5d189bfb54.jpg)
