Coutinho Raih Treble Bersama Bayern Munchen, Liverpool dan Barca Kena Sindiran Pedas

Coutinho Raih Treble Bersama Bayern Munchen, Liverpool dan Barca Kena Sindiran Pedas
Philippe Coutinho. (c) AP Photo

Bola.net - Nama Philippe Coutinho menjadi salah satu sorotan dalam pesta juara Bayern Munchen usai memastikan juara Liga Champions.

Philippe Coutinho meninggalkan Liverpool pada Januari 2018 silam untuk bergabung dengan Barcelona. Saat itu, Coutinho pindah dengan harapan bisa memenangi trofi Liga Champions.

Ketika ia memutuskan pindah, banyak yang menyindir keputusan itu karena setelah ia tinggal Liverpool mampu memenangi trofi Liga Champions. Nah, musim ini berjalan sesuai harapan Coutinho.

Mimpi meraih trofi Liga Champions berhasil ia dapatkan. Bukan dengan Barcelona, klub yang membelinya, tapi bersama Bayern Munchen yang meminjamnya.

Di mana Barcelona dan Liverpool? Liverpool sudah terlebih dahulu tersingkir di babak 16 besar setelah kalah dari Atletico Madrid, sementara Barcelona dihancurkan Bayern Munchen di perempat final dengan skor telak 8-2.

Kesuksesan Coutinho meraih trofi Liga Champions ini pun membuat namanya menjadi bahan meme sindiran untuk Barca dan Liverpool. Seperti apa?

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1. Keputusan Tepat Coutinho Tinggalkan Liverpool

2. Keberanian Coutinho

3. Di Mana Fans Liverpool nih?

4. Pernah 'Dikutuk' Fans Liverpool tak Akan Juara Apapun, Tapi Nyatanya...

5. Liverpool pun Mengepung Coutinho

6. Barcelona pun Harus Rela Kehilangan Uang

7. Coutinho yang Juara, Akuntan Liverpool dan Barcelona yang Sibuk

8. Liverpool Kecipratan Ucapan Selamat Juga

9. Ternyata Ini yang Dimaksud Lionel Messi

10. Satu-satunya Pemain Barcelona yang Dapat Gelar

11. Kembali ke Barcelona dengan Gaya

12. Cara Coutinho 'Balas Dendam' ke Barcelona

13. Kisah Unik Coutinho dan Barcelona

"Philippe Coutinho memenangkan tiga gelar dengan status pinjaman dan klub pemiliknya, Barcelona, tak memenangkan satu pun gelar adalah sebuah kisah yang sangat unik."