Wali Kota Madrid Ngamuk: Atletico Tidak Lawan Arsenal, Tapi Lawan Mafia UEFA!

Wali Kota Madrid Ngamuk: Atletico Tidak Lawan Arsenal, Tapi Lawan Mafia UEFA!
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone usai laga melawan Arsenal di leg kedua semifinal Liga Champions, 6 Mei 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Arsenal memastikan tiket ke final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 20 tahun setelah menyingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1. Namun, kemenangan itu memicu polemik di Spanyol setelah Wali Kota Madrid, Jose Luis Martinez-Almeida, menuding UEFA tidak berlaku adil terhadap Atletico.

Gol penentu Bukayo Saka di Emirates Stadium membawa Arsenal lolos ke partai puncak. Meski begitu, Martinez-Almeida menilai hasil pertandingan sudah diarahkan sejak awal melalui keputusan-keputusan yang dianggap merugikan tim Diego Simeone.

Menurutnya, kekalahan Atletico bukan semata soal taktik atau performa di lapangan. Ia menuding adanya bias institusional yang memengaruhi jalannya pertandingan.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Konspirasi di Balik Penunjukan Wasit

Konspirasi di Balik Penunjukan Wasit

Aksi penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres mengontrol bola dari gangguan pemain Atletico, Antoine Griezmann dan Giuliano Simeone. (c) AP Photo/Alastair Grant

Martinez-Almeida mempertanyakan keputusan UEFA menunjuk wasit asal Jerman untuk memimpin laga yang melibatkan klub Spanyol. Ia menilai penunjukan tersebut menimbulkan konflik kepentingan.

Kecurigaan itu muncul karena Spanyol dan Jerman sedang bersaing memperebutkan slot kelima Liga Champions musim depan. Situasi tersebut dianggap dapat memengaruhi netralitas pengadil pertandingan.

"Begitu melihat hasil undian, saya sempat berpikir kami akan melawan Arsenal, tapi saya salah. Kami harus bermain melawan UEFA. Dan UEFA telah memperjelas bahwa mereka tidak menginginkan Atletico Madrid berada di final Liga Champions," ujar Martinez-Almeida.

"Sangat tidak masuk akal bahwa mereka menunjuk wasit asal Jerman ketika Spanyol dan Jerman sedang bersaing memperebutkan tempat kelima di Liga Champions," lanjutnya.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 10 Mei 2026
West Ham West Ham
22:30 WIB
Arsenal Arsenal
La Liga La Liga | 9 Mei 2026
Atletico Madrid Atletico Madrid
23:30 WIB
Celta Vigo Celta Vigo

Sorotan Tajam Terhadap Wasit VAR

Sorotan Tajam Terhadap Wasit VAR

Duel Myles Lewis-Skelly dan Johnny Cardoso dalam laga Arsenal vs Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Martinez-Almeida juga menyoroti komposisi tim wasit VAR yang berasal dari negara yang sama dengan wasit utama. Ia menilai keputusan-keputusan penting dalam laga itu tidak terjadi secara kebetulan.

Menurutnya, keberadaan perangkat pertandingan dari satu negara memperkuat dugaan adanya keberpihakan terhadap klub Inggris. Tuduhan tersebut langsung memicu perdebatan luas di media sosial.

Ia percaya sejumlah keputusan di lapangan sengaja diarahkan untuk menghentikan langkah Atletico menuju final. Pernyataan itu pun cepat menyebar di komunitas sepak bola Eropa.

"Siapa lagi selain UEFA yang terpikir untuk menunjuk wasit Jerman sebagai wasit utama sekaligus wasit VAR? Dan kemarin ada momen yang terjadi bukan karena wasit kurang bagus, tapi menurut pendapat saya, karena keputusan yang sudah ditentukan sebelumnya untuk merugikan Atletico Madrid," tegas Martinez-Almeida.

Kontroversi Penalti dan Tayangan Ulang

Kontroversi Penalti dan Tayangan Ulang

Selebrasi Bukayo Saka dkk. dalam laga Arsenal vs Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Perdebatan terbesar muncul dari insiden yang melibatkan Riccardo Calafiori dan Giuliano Simeone di kotak penalti. Wasit membatalkan klaim penalti Atletico karena offside tipis yang memicu banyak pertanyaan.

Martinez-Almeida juga mengecam minimnya tayangan ulang dalam siaran langsung. Ia menilai publik tidak mendapat sudut gambar yang cukup untuk menilai keputusan tersebut secara jelas.

"Sangat tidak masuk akal tidak ada satu pun tayangan ulang mengenai offside Giuliano padahal itu adalah penalti yang jelas. Kita kemudian melihat di media sosial bahwa itu bukan offside dan dia berlari dari wilayahnya sendiri," tambahnya.

"Dalam pertandingan yang disiarkan oleh begitu banyak kamera, mengapa tim produksi tidak menunjukkan tayangan ulang untuk memastikan offside atau tidak? Karena itu memang bukan offside, dan mereka menolak untuk mengakuinya," pungkasnya.

Sampai sekarang, UEFA belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut. Polemik ini diperkirakan masih akan membayangi persiapan final Liga Champions mendatang.