FOLLOW US:


Pemain Kunci Chelsea vs Bayern Munchen: Lewandowski dan Misi Menuntaskan Dendam Lama

25-02-2020 19:00

 | Yaumil Azis

Pemain Kunci Chelsea vs Bayern Munchen: Lewandowski dan Misi Menuntaskan Dendam Lama
Robert Lewandowski. © DFL

Bola.net - Salah satu laga yang dinantikan dari babak 16 besar Liga Champions akan bergulir sebentar lagi. Dua raksasa Eropa, Chelsea dan Bayern Munchen, dipertemukan lagi setelah delapan tahun berpisah.

Ya, kedua tim sempat bertemu di laga final tahun 2012 lalu. Kala itu Munchen menelan kekalahan yang menyakitkan dari the Blues. Bagaimana tidak, mereka berada di ambang kesuksesan sebelum Didier Drogba memupuskan harapan mereka.

Pada waktu itu, Munchen sudah unggul di menit-menit akhir pertandingan melalui aksi Thomas Muller. Namun kedudukan berubah menjadi imbang berkat gol Didier Drogba hingga pertandingan harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Pertandingan terus bergulir sampai ke drama adu penalti. Munchen, yang sudah mencium aroma kesuksesan, pada akhirnya harus menitikkan air mata karena kalah dalam drama adu penalti dengan skor 3-4.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2

Lewandowski Si Mesin Gol

Delapan tahun lamanya mereka terpisah, dan sekarang kembali dipertemukan di babak 16 besar. Laga ini akan menjadi duel penuntasan dendam yang sudah dipendam Bayern Munchen sejak lama.

Seandainya Robert Lewandowski sudah bersinar pada saat itu, dan bergabung dengan Munchen pada musim itu juga, mungkin Munchen tidak akan kerepotan untuk mengatasi Chelsea. Ya, Lewandowski dikenal sebagai salah satu striker terbaik di era sekarang.

Jumlah gol yang telah ia bukukan sejak mendarat di Allianz Arena pada tahun 2014 lalu bisa berbicara. Dari 274 laga yang telah dilakoni bersama Die Bavarians, Lewandowski sudah mengantongi total 229 gol. Itu bukan angka yang sedikit.

Di musim ini sendiri, pria berkebangsaan Polandia tersebut sudah membukukan 38 gol dari 32 laga. 10 di antaranya ia dapatkan dari lima penampilan di Liga Champions. Artinya, Lewandowski mencetak rata-rata dua gol per pertandingan.

Jadi wajar kalau Munchen akan bertumpu pada kemampuan Lewandowski dalam urusan mencetak gol. Semuanya demi menuntaskan dendam yang sudah terpupuk sejak delapan tahun lalu.

2 dari 2

Dibantu Banyak 'Asisten'

Kendati berpostur tinggi, tapi Lewandowski bukanlah sosok target man. Hal ini bisa dilihat dari statistiknya. Di ajang Liga Champions sendiri, pria berumur 31 tahun tersebut hanya mencatatkan rata-rata 23 operan per pertandingannya.

Selain itu, ia hanya mencatatkan tiga assist sejauh ini yang semuanya tercipta di ajang Bundesliga. Jelas, Lewandowski bukanlah target man. Ia lebih dikenal sebagai striker yang lebih banyak beroperasi di kotak penalti lawan dengan satu tujuan: mencetak gol.

Dengan peran tersebut, jelas saja kalau Lewandowski akan membutuhkan bantuan dari rekan-rekan setimnya. Untung bagi dia, Munchen memiliki banyak rekan setim yang siap menyokong dirinya menjebol gawang lawan.

Khas Bayern Munchen yang masih dipertahankan sampai sekarang adalah kehadiran dua penyerang sayap yang handal mengacak-acak pertahanan lawan. Permainan seperti ini selalu hadir sejak era duet Franck Ribery dan Arjen Robben.

Kedua sosok tersebut sudah tidak lagi bermain untuk Bayern Munchen. Namun, Die Bavarians punya pengganti dalam diri Serge Gnabry, Kingsley Coman, dan Philippe Coutinho. Tidak ketinggalan sosok Thomas Muller yang juga siap membantunya.

Lewandowski akan sangat bertumpu pada kontribusi Muller. Pemain berusia 30 tahun itu merupakan pencetak assist terbanyak di barisan penyerangan Munchen musim ini. Sebagai informasi, ia sudah membukukan 17 assist dari 32 penampilannya di berbagai kompetisi.

Jika Muller mendapati jalan buntu, Lewandowski punya 'asisten' lainnya dalam diri Serge Gnabry. Sejauh ini Gnabry mampu meraih 10 assist. Dan jika Lewandowski sedang mengalami hari buruk, ia juga bisa menjadi opsi pencetak gol. Sebagai informasi, Gnabry sudah mencetak 15 gol pada musim ini.