Skenario 5 Tiket Liga Champions untuk Klub Premier League: Manchester United Bisa Ikut Panen Peluang

Skenario 5 Tiket Liga Champions untuk Klub Premier League: Manchester United Bisa Ikut Panen Peluang
Selebrasi Bryan Mbeumo dan Casemiro bersama pemain Manchester United di laga melawan Man City, Sabtu 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Premier League berpotensi kembali mengirim lima wakil ke Liga Champions musim depan. Peluang itu terbuka lewat mekanisme Kuota Performa Eropa atau European Performance Spot (EPS). Situasi ini membuat persaingan papan atas Liga Inggris semakin panas.

Kini, target lolos ke Liga Champions tidak lagi terbatas pada empat besar klasemen. Posisi kelima juga bisa mengantar klub ke panggung elite Eropa. Newcastle sudah merasakan manfaat skema ini pada musim lalu.

Musim ini, peluang tersebut kembali terbuka lebar untuk Liga Inggris. Performa klub-klub Inggris di kompetisi Eropa relatif konsisten dan kompetitif. Hal itu berdampak langsung pada perhitungan koefisien UEFA.

Manchester United menjadi salah satu klub yang paling diuntungkan dari skenario ini. Setan Merah saat ini berada di jalur persaingan menuju posisi kelima. Jika EPS jatuh ke Premier League, peluang MU kembali ke Liga Champions kian besar.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 2 halaman

Cara Premier League Mengamankan Kuota Performa Eropa

Cara Premier League Mengamankan Kuota Performa Eropa

Logo Liga Champions terpajang di luar stadion sebelum sesi latihan jelang final antara PSG dan Inter Milan di Allianz Arena, Munich, Jumat, 30 Mei 2025 (c) AP Photo/Matthias Schrader

UEFA memberikan dua Kuota Performa Eropa untuk musim depan. Kuota ini diberikan kepada dua liga dengan performa terbaik di kompetisi Eropa. Penilaian dilakukan berdasarkan performa klub di Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Conference.

Perhitungan dilakukan melalui koefisien UEFA. Total poin yang dikumpulkan seluruh klub dari satu liga dibagi dengan jumlah wakil liga tersebut di Eropa. Sistem ini menilai kekuatan kolektif, bukan hanya satu atau dua klub elite.

Saat ini, Inggris memiliki total skor koefisien 121,375. Dengan sembilan klub yang tampil di Eropa, rata-rata koefisien Inggris berada di angka 13,486. Angka ini menempatkan Premier League dalam posisi sangat kompetitif.

Setiap kemenangan bernilai dua poin, sementara hasil imbang bernilai satu poin. Namun, poin bonus memainkan peran krusial, terutama di Liga Champions. Semakin jauh klub melangkah, semakin besar kontribusi mereka terhadap EPS.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 25 Januari 2026
Arsenal Arsenal
23:30 WIB
Man United Man United
2 dari 2 halaman

Mengapa Manchester United Bisa Diuntungkan

Mengapa Manchester United Bisa Diuntungkan

Winger Manchester United, Amad Diallo berusaha melewati hadangan bek Manchester City, Nathan Ake di Old Trafford, 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bonus poin di Liga Champions jauh lebih besar dibanding kompetisi Eropa lainnya. Bahkan tim yang finis di posisi 25–36 Liga Champions tetap mendapat enam poin bonus. Jumlah ini lebih besar dari bonus juara fase liga Conference League.

Saat ini, Arsenal, Manchester City, dan Aston Villa sudah membuka jarak di papan atas perhitungan EPS. Liverpool menyusul di posisi keempat. Manchester United berada tepat di belakang mereka dengan selisih tipis.

Dalam proyeksi saat ini, slot tambahan Liga Champions akan jatuh ke posisi kelima. Manchester United menempati posisi tersebut dengan 35 poin koefisien. Mereka unggul tipis dari para pesaing langsung.

Namun, persaingan masih sangat ketat. Selisih antara Manchester United di posisi kelima dan Brighton di peringkat ke-12 hanya lima poin.

Sumber: BBC Sport