
Bola.net - Real Madrid menghadapi laga hidup-mati saat bertandang ke markas Bayern Munchen pada leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026. Duel di Allianz Arena, Kamis (19/4) dini hari WIB, menjadi penentu nasib Los Blancos.
Kekalahan 1-2 pada leg pertama di Madrid membuat situasi semakin sulit. Tim asuhan Alvaro Arbeloa wajib menang untuk menjaga asa melaju ke semifinal.
Namun, tekanan tidak hanya datang dari hasil pertandingan sebelumnya. Ancaman lain muncul dari potensi skorsing yang membayangi sejumlah pemain kunci.
Situasi ini membuat Real Madrid berada dalam dilema besar. Mereka harus tampil agresif untuk membalikkan keadaan, tetapi juga harus berhati-hati agar tidak kehilangan pemain di fase berikutnya.
Kondisi tersebut semakin kompleks dengan absennya Aurelien Tchouameni. Gelandang bertahan itu sudah dipastikan tidak bisa tampil karena akumulasi kartu kuning.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Tchouameni Absen, Lini Tengah Madrid Kehilangan Penyeimbang

Absennya Aurelien Tchouameni menjadi pukulan awal bagi Real Madrid. Ia harus menjalani skorsing usai menerima kartu kuning pada leg pertama.
Kehilangan Tchouameni berarti Madrid kehilangan sosok penting di lini tengah. Perannya sebagai pelindung lini belakang sulit tergantikan.
Selain itu, kehadirannya juga memberikan stabilitas dalam distribusi bola. Tanpa dirinya, keseimbangan permainan Madrid berpotensi terganggu.
Situasi ini memaksa Arbeloa mencari alternatif taktik. Ia harus menemukan solusi cepat untuk menjaga intensitas permainan tim di laga krusial.
Vinicius, Mbappe, dan Bellingham di Ujung Tanduk

Ancaman lebih besar datang dari daftar pemain yang berada di ambang skorsing. Setidaknya lima pemain kunci Real Madrid hanya berjarak satu kartu kuning dari hukuman larangan bermain di semifinal.
Nama paling mencolok adalah Vinicius Jr. dan Kylian Mbappe. Keduanya menjadi tumpuan utama di lini serang dan sangat vital dalam upaya comeback.
Selain itu, Jude Bellingham juga berada dalam situasi yang sama. Peran gelandang Inggris tersebut sangat penting dalam mengatur ritme permainan dan transisi tim.
Di lini belakang, Alvaro Carreras dan Dean Huijsen juga menghadapi risiko serupa. Kondisi ini memaksa seluruh pemain untuk menjaga keseimbangan antara agresivitas dan kehati-hatian di laga penentuan.
Sumber: Madrid Universal
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 07:27Man of the Match Brasil vs Maroko: Vinicius Junior
LATEST UPDATE
-
Otomotif 14 Juni 2026 20:56Klasemen Pembalap WorldSSP 2026
-
Otomotif 14 Juni 2026 20:40Klasemen Pembalap Moto4 European Cup 2026
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 14 Juni 2026 20:42
Diduga Monopoli Suplier, 18 Satuan Pelayanan Gizi Dibekukan
-
Liputan6 14 Juni 2026 19:52Megawati Kembali ke Makam Bung Karno, Ada Pesan yang Terus Dirawat
-
Liputan6 14 Juni 2026 19:41Kebakaran Hebat Dekat Balai Kota Depok, Lebih dari 5 Toko Ludes
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259060/original/007936000_1781444278-IMG-20260611-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259056/original/020544500_1781442659-WhatsApp_Image_2026-06-14_at_19.27.58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259054/original/094853000_1781441071-VID-20260614-WA0054_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259034/original/010431900_1781436966-IMG_20260614_171441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258997/original/080329600_1781432460-1001358425.jpg)
