Head to Head 16 Besar UCL: AC Milan vs Barcelona

Head to Head 16 Besar UCL: AC Milan vs Barcelona

Bola.net - - Dalam dua pertemuan terakhir dengan di fase knockout Liga Champions, AC Milan selalu kandas. Di babak 16 besar musim ini, Rossoneri tak mau tereliminasi lagi oleh Blaugrana. Mencegah hat-trick tak menyenangkan jadi target mereka. Namun, bakal tidak mudah. Pasalnya, sang raksasa Catalan adalah favorit kuat juara.

Jawara tujuh kali Milan harus mengakui ketangguhan Barcelona di perempat final musim lalu serta di semifinal edisi 2005/06. Milan tak mau hal yang sama terulang kembali, tapi Barcelona menatap jauh ke depan, yakni partai puncak.

Barcelona mungkin belum melupakan pahitnya tersingkir dari empat besar oleh Chelsea, tapi mereka pasti siap menebusnya sekarang. Siapa pun lawan yang menghadang, harus disingkirkan demi gelar kelima.

Delapan poin Milan untuk finis sebagai runner-up Grup C adalah poin terendah dari semua kontestan 16 besar, sedangkan Barcelona lolos dengan status juara Grup G setelah membukukan empat kemenangan, sekali imbang dan sekali kalah. Itu hanya sekadar gambaran awal. Memasuki sistem gugur, levelnya pasti berbeda.

Uji ambisi dua raksasa Eropa ini akan diawali di San Siro, Kamis (21/2), sebelum melakoni bentrok penentuan di Camp Nou 13 Maret mendatang.

Bagaimanakah barisan young guns Massimiliano Allegri dengan senjata baru bernama Stephan El Shaarawy, dan tentu saja minus Mario Balotelli, jika dihadapkan pada kekuatan perusak luar biasa milik Barcelona dengan Lionel Messi sebagai ancaman terbesarnya? Berikut kami coba petakan kekuatannya.

Statistik Turnamen

Statistik Turnamen

AFP

Milan - Barcelona
Jumlah gol:  7 - 11
Shots on target: 46 - 61
Shots off target: 41 - 39
Passes attempted: 2917 - 5078
Passes completed: 1987 - 4334
Passes completion: 68% - 85%
Crosses attempted: 42 - 31
Crosses completed: 15 - 14
Ball possession: 49% - 71%
Corner: 29 - 42
Penalti: 0 - 0
Offside: 15 - 18
Pelanggaran: 78 - 46
Kartu kuning: 17 - 11
Kartu merah: 0 - 1.

Top Players: Milan

Top Players: Milan

AFP

Gol
Stephan El Shaarawy - 2
Pato - 2
Urby Emanuelson - 1
Philippe Mexes - 1

Assist
Stephan El Shaarawy - 1
Mattia De Sciglio - 1
Kevin-Prince Boateng - 1
Riccardo Montolivo - 1
Kevin Constant - 1

Rating (via WhoScored.com)
Luca Antonini - 7,62
Philippe Mexes - 7,54
Riccardo Montolivo - 7,4
Massimo Ambrosini - 7,2
Urby Emanuelson - 7,07.

Top Players: Barcelona

Top Players: Barcelona

AFP

Gol
Lionel Messi - 5
Cristian Tello - 1
Cesc Fabregas - 1
Andres Iniesta - 1
Dani Alves - 1

Assist
Xavi - 2
Lionel Messi - 2
Pedro - 1
Adriano - 1
Alexis Sanchez - 1

Rating (via WhoScored.com)
Lionel Messi - 8,2
Andres Iniesta - 7,64
Adriano - 7,49
Xavi - 7,36
Jordi Alba - 7,34.

Kisah Sejauh Ini: Milan

Kisah Sejauh Ini: Milan

AFP

Setelah mengawali perjalanan fase grup dengan bermain tanpa gol di kandang sendiri melawan Anderlecht, Milan bangkit saat berkunjung ke markas Zenit. Rossoneri menang 3-2 berkat own goal Tomas Hubocan 15 menit jelang bubaran.

Satu poin dari dua pertemuan dengan Malaga menempatkan Milan dalam situasi yang cukup sulit. Namun, lag-lagi Milan berjaya di luar kandang. Kemenangan 3-1 atas Anderlecht di Belgia meloloskan mereka ke 16 besar. Kekalahan kandang dari Zenit di matchday pemungkas pun tak memberi pengaruh apa-apa.

Kisah Sejauh Ini: Barcelona

Kisah Sejauh Ini: Barcelona

AFP

Bersama arsitek anyar Tito Vilanova pascakepergian Josep Guardiola, Barcelona lolos sebagai pemuncak Grup G tanpa kesulitan yang cukup berarti. Satu-satunya noda hanyalah malam mengecewakan di Celtic Park pada matchday 4.

Meski diwarnai cederanya Gerard Pique saat melawan Spartak Moscow di matchday pembuka, determinasi Barcelona untuk menghapus luka musim lalu tak terbantahkan.

Kemenangan 2-0 di markas Benfica serta 3-0 kala melawat ke Rusia merupakan indikasi nyata potensi apa yang akan dihadapi lawan Blaugrana di leg pertama fase knockout nanti.

Momen Krusial: Milan

Momen Krusial: Milan

AFP

Saat Milan leading 1-0 di markas Anderlecht pada matchday 5, bek sentral Philippe Mexes menggandakan keunggulan timnya dengan sebuah tendangan overhead spekatakuler dari ujung area. Salah satu kandidat gol terbaik itu bisa dibilang telah memastikan kemenangan Milan sekaligus tiket mereka ke 16 besar.



"Yang harus dilakukan hanyalah mencoba," terang Mexes.

Mencoba dan berusaha, Itulah tepatnya yang harus dilakukan oleh para young guns Milan di fase knockout.

Momen Krusial: Barcelona

Momen Krusial: Barcelona

AFP

Dalam keadaan Barcelona tertinggal 1-2 di kandang sendiri pada matchday pertama, Christian Tello mengirim assist kepada Lionel Messi untuk menyamakan kedudukan ketika laga sudah memasuki menit ke-72.

Alexis Sanchez kemudian melepaskan crossing, dan Messi, yang selama ini jarang mencetak gol dengan kepala, menanduk bola melewati tangkapan Andriy Dykan. Langkah awal sangat menentukan, dan Barcelona sukses melewatinya dengan kemenangan signifikan 3-2.

Pemain Kunci: Milan

Pemain Kunci: Milan

AFP

Setelah bermain hanya sebagai pengganti dalam partai pembuka melawan Anderlecht, Stephan El Shaarawy tak membuang waktu untuk menorehkan gol Liga Champions perdananya ketika jadi starter di markas Zenit pada matchday dua.

'Little Pharaoh', yang tengah bersinar di Serie A, bahkan turut menyumbang gol dalam kemenangan krusial di kandang Anderlecht.

Milan pasti berharap striker 20 tahun timnas Italia itu fit untuk big match melawan Barcelona di fase knockout.

Pemain Kunci: Barcelona

Pemain Kunci: Barcelona

AFP

Tidak mengejutkan, Lionel Messi. Nomor 10 Barcelona itu mencetak lima gol dan menyumbang dua assist. Dia punya kapasitas mengangkat tim yang sudah sangat bagus ke level exceptional alias luar biasa.

Messi pernah mengungkapkan kekecewaan setelah tersingkir di semifinal musim lalu dan bagaimana dia bertekad untuk memupusnya musim ini. Sejauh ini, determinasinya terbukti benar-benar nyata.

Rising Star: Milan

Rising Star: Milan

AFP

Mattia De Sciglio, yang hanya seminggu lebih tua dari El Shaarawy, juga mulai mengibarkan namanya di kancah Eropa. Dia sanggup mengamankan posisi reguler sebagai bek kanan Milan.

Dia disiplin dalam bertahan, sanggup berlari naik-turun di sektor sayap sepanjang 90 menit, dan melepaskan operan silang berbahaya.

"Saya selalu mengamati Mattia karena dia bermain di posisi yang pernah saya tempati. Dia telah memukau kami sejak pertama kali berlatih dengan tim utama. Dia lebih hebat daripada saya ketika masih seusianya," puji asisten pelatih Milan yang juga mantan bek Rossoneri dan timnas Italia, Mauro Tassotti.

Rising Star: Barcelona

Rising Star: Barcelona

AFP

Potensi Cristian Tello terlihat dari gol dan assist eksplosifnya untuk penyama kedudukan Messi saat melawan Spartak.

Forward/winger 21 tahun Spanyol yang mahir tendangan jarak jauh itu juga lebih percaya diri, lebih komplet, dan lebih matang dibandingkan musim lalu.

Dia punya kecepatan dan mulai menunjukkan bakatnya sebagai seorang pencetak gol alami.

Bedah Tim: Milan

Bedah Tim: Milan

whoscored.com

Ranking UEFA: 13

Formasi 4-3-3 identik dengan Milan di tangan Allegri. Namun, selama fase grup, hampir tidak ada skema baku di kubu Rossoneri.

Tercatat, ada empat formasi yang pernah dipakai Milan sebelum memastikan diri lolos ke 16 besar.

Dengan 4-3-3, di mana Boateng, Bojan dan El Shaarawy dipercaya untuk memimpin barisan depan, Milan meraih satu kemenangan dan sekali kalah. Saat masih ada Pato, 4-2-3-1 sempat digunakan, hasilnya  sekali menang dan sekali imbang.

Ketika Allegri menerapkan 3-4-3 dan 4-1-2-1-2, Milan hanya meraih masing-masing hasil imbang dan kalah.

Bedah Tim: Barcelona

Bedah Tim: Barcelona

whoscored.com

Ranking UEFA: 1

Vilanova nyaris tak pernah berpaling dari formasi 4-3-3. Dengan pemain pelapis yang kualitasnya tak jauh berbeda dari pemain utama, Vilanova hanya perlu memilih yang paling on form atau yang paling dibutuhkan di antara mereka.

Di fase grup, yang paling sering dimainkan adalah Messi, Xavi, Valdes, Mascherano dan Pedro.

Jika dua finalis Ballon d'Or, Messi dan Iniesta, serta Xavi sebagai pengatur ritme dan detak permainan Barcelona fit, maka pihak lawan wajib waspada. Ketiga pemain ini sanggup menciptakan permainan kombinasi spesial, dan butuh tim spesial pula untuk menghentikan mereka.

Memorable Quote: Milan

Memorable Quote: Milan

AFP

Kami adalah sebuah tim yang berkembang cepat setelah start lambat. Kami hanya harus terus melangkah di jalan ini, memainkan setiap pertandingan dengan semangat yang selalu terjaga.

Kapten Massimo Ambrosini pascakekalahan dari Zenit di matchday enam.

Memorable Quotes: Barcelona

Memorable Quotes: Barcelona

AFP

Tim-tim menerapkan pendekatan seperti itu hanya ketika mereka bermain melawan kami.

Tito Vilanova, setelah melakoni debut Liga Champions sebagai pelatih Barcelona, menyoroti pertahanan berlapis lawan-lawan Blaugrana.

Berita Terkait