Ronaldo Kembali ke MU? Simak Sisi Baik dan Buruknya

Ronaldo Kembali ke MU? Simak Sisi Baik dan Buruknya
Cristiano Ronaldo (c) AFP

Bola.net - Bola.net - Isu mengenai masa depan Cristiano Ronaldo di Real Madrid menjadi salah satu topik paling hangat di jagat sepakbola saat ini, terutama usai Los Blancos kalah 0-4 dari di El Clasico pekan lalu.

Kekalahan memalukan di kandang sendiri tersebut diklaim menjadi puncak kekesalan Ronaldo, yang sebelumnya sudah dikecewakan klub dengan pemecatan Carlo Ancelotti - pelatih yang dikenal dekat dengan para pemainnya.

Apalagi suksesor Ancelotti, Rafael Benitez, diklaim tak lagi menganak emaskan Ronaldo, dan menyiapkan tim dengan pandangan untuk menjadikan Gareth Bale sebagai bintang utama. CR7 pun dikatakan makin tak betah di Bernabeu dan bersiap hengkang musim depan.

Manchester United pun disebut-sebut siap jadi klub yang menampung Ronaldo andai memang itu terjadi. Klub yang ditinggalkan bintang Portugal di 2009 itu siap menggelontorkan dana besar guna mendaratkan kembali legenda mereka ke Old Trafford - demi ambisi merestorasi reputasi tim sebagai salah satu kekuatan sepakbola Eropa.

Namun benarkah transfer Ronaldo bakal membawa keuntungan bagi MU? Simak sisi positif dan negatifnya berikut ini.

Positif - Moral Tim Terangkat

Positif - Moral Tim Terangkat

Tak bisa dipungkiri bahwa kehadiran pemain sekaliber Ronaldo, yang sudah meraih tiga trofi Ballon d'Or dan lima Sepatu Emas, akan jadi suntikan moral berharga bagi United - yang tak pernah lagi meraih gelar juara sejak ditinggal Sir Alex Ferguson. Kedatangan Si Anak Hilang akan membuat sebagian besar skuat percaya bahwa mereka punya kans yang lebih besar meraih trofi, sekaligus menjadi ajang bagi klub menunjukkan bahwa mereka punya kekuatan finansial yang mumpuni dan ambisi besar untuk mendaratkan amunisi berkelas.

Positif - Mentor yang Baik

Positif - Mentor yang Baik

Ronaldo akan menjadi mentor yang baik bagi para pemain muda MU yang masih belum punya banyak pengalaman, seperti Jesse Lingard, Andreas Pereira, maupun James Wilson. CR7 sendiri mengaku ia banyak belajar dari sosok senior kelas dunia ketika masih berada di Old Trafford dan lihat apa yang terjadi padanya, dari seorang pemuda tak dikenal asal Madeira, ia kini telah jadi bintang global dengan bayaran selangit.

Positif - Pendapatan Ekstra

Positif - Pendapatan Ekstra

Transfer Ronaldo akan membuat tim marketing United punya banyak hal untuk 'dijual'. Meski sudah memasuki usia 30 tahun, Ronaldo masih merupakan salah satu nama tenar di industri sepakbola. Meski kini United tak lagi disokong apparel Nike, sponsor pribadi CR7, mereka dipastikan masih bisa meraup untung besar dengan menjual jersey bertuliskan nama 'Ronaldo' atau barang-barang merchandise lain bernuansa talenta asal Madeira. Ronaldo sudah dipandang sebagai legenda klub, yang masih mendapat tempat istimewa di hati para fans, hingga sepertinya mereka takkan ragu merogoh kocek ekstra untuk membeli memorabilia idolanya.

Negatif - Transfer tak tepat guna

Negatif - Transfer tak tepat guna

Madrid membeli Ronaldo dari United di tahun 2009 dengan harga 80 juta poundsterling dan dikabarkan Los Blancos masih ingin meraup keuntungan, jika mereka memang harus menjual sang pemain di musim panas mendatang. Namun selain dana transfer, United juga masih harus menyiapkan dana ekstra untuk menggaji sang bintang. Kabar terbaru mengatakan Setan Merah siap membayar CR7 250.000 pounds per pekan atau hanya terpaut 50.000 pounds dari Wayne Rooney, pemain bergaji termahal di MU.

Tentu mengeluarkan uang sebanyak itu untuk pemain yang sudah melewati usia emasnya bukan hal yang cukup bijaksana. Apalagi jika dengan nilai yang sama, United harusnya masih bisa mendapatkan bintang-bintang lain yang lebih segar, seperti Edinson Cavani maupun Gonzalo Higuain.

Negatif - Gagal Move On

Negatif - Gagal Move On

Kedatangan Ronaldo ke United akan jadi bukti sah bahwa klub masih belum bisa bergerak dari kenangan akan kejayaan masa lalu. Mungkin dalam hal ini klub Setan Merah harus berkaca pada AC Milan, raksasa Eropa yang kini tengah terpuruk, dan dikenal dengan kegemarannya mendatangkan bintang-bintang mereka di masa lalu, dengan harapan masih menyisakan sedikit magisnya. Hasilnya? Nama-nama seperti Kaka dan Andriy Shevchenko justru gagal mengangkat permainan tim secara signifikan. Maka benarlah apa yang dikatakan Zvonimir Boban, bahwa 'sup yang sudah dihangatkan lagi' rasanya takkan selezat dulu.

Negatif - Flop

Negatif - Flop

Banyak orang mengatakan ketika memasuki usia 30, seorang atlet akan mulai kehilangan segala aspek yang membuat ia jadi sosok hebat di arena pertandingan. Terlepas dari kehadiran beberapa sosok yang mampu 'mencurangi usia' seperti Ryan Giggs atau John Terry di Premier League, fenomena degradasi performa ini bisa dilihat pada beberapa bintang kawakan Inggris seperti Frank Lampard dan Steven Gerrard. Bahkan kapten United, Wayne Rooney-pun mulai mengalami hal ini dan tampak kesulitan mencetak gol untuk timnya.

Ronaldo pun tak jauh beda. Produktivitas gol CR7 kini jauh menurun dibandingkan musim lalu dan ia sempat absen mencetak gol di dua, empat, dan dua laga La Liga secara beruntun. Tentu tak ada yang berani menjamin jika kedatangan Ronaldo ke United tak bakal jadi 'the next Falcao' atau 'the next Di Maria'.