
Bola.net - Bola.net - Barcelona menggila. Dua kata itulah yang mungkin terlintas di benak sebagian besar penggemar sepakbola Eropa, usai melihat penampilan tim asuhan Luis Enrique di beberapa laga belakangan.
Klub raksasa La Liga itu kini tercatat tak pernah gagal meraih kemenangan di lima pertandingan yang mereka mainkan di semua level kompetisi. Dalam rentang waktu ini, Blaugrana berhasil membuat 18 gol dan hanya kemasukan 1.
Seolah belum cukup impresif, di dua laga terakhir mereka bisa menang atas dua tim papan atas Eropa dengan skor mencolok. Real Madrid dihajar 4-0 di Santiago Bernabeu. Sementara yang lebih gila, AS Roma dihantam 6-1 kala kedua tim bertemu di Camp Nou untuk fase grup Liga Champions.
Bagai buldoser, Barcelona kini seperti mesin yang tengah panas dan takkan ragu melibas siapapun lawan yang ada di depan mereka. Potensi untuk kembali mencatat kemenangan telak, dengan penampilan impresif, di laga-laga berikutnya jelas terbuka lebar.
Namun jangan salah. Sebelum tampil trengginas seperti sekarang, Barca juga pernah kesulitan di awal musim ini. Jika tak ingin jadi korban amuk Azulgrana berikutnya, ada bagusnya calon lawan Lionel Messi dkk belajar dari cara bermain tim-tim yang pernah membuat sang juara Eropa pusing tujuh keliling.
Seperti apa? Berikut lima cara agar sebuah tim selamat dari pembantaian Barca.
Matikan lini tengah

Hal tersebut yang dilakukan oleh Celta Vigo, kala mereka sukses mempermak Barcelona dengan skor 4-1 di Balaidos, pada 23 September silam.
Usai pertandingan berakhir, manajer Eduardo Berizzo mengatakan: "Taktik yang kami terapkan berjalan sesuai rencana. Kami terus memberi tekanan pada pemain tengah dan penyerang, menghalangi agar mereka bermain dengan nyaman. Para pemain terus bertahan dengan gaya ini.
"Tim mampu bermain sebagai satu unik. Ini membuat saya amat puas."
Berkorban

Jika memang begitu, maka setidaknya bisa membuat para pemain tampil total 100 persen dalam membantu serangan dan bertahan, untuk mengimbangi pressing dari pemain Barcelona. Taktik ini wajib melibatkan semua orang pemain, sama seperti ketika AS Roma menahan imbang 1-1 Barcelona di Liga Champions pada 17 September.
Rudi Garcia kala itu mengatakan: "Imbang melawan Barcelona akan membuat kami percaya diri. Kami bermain bagus secara taktis dan semua pemain melibatkan diri mereka di permainan, terus mengorbankan diri mereka. Kami harusnya bisa lebih berbahaya lagi ketika melakukan seragnan balik atau menyelesaikan peluang."
Bos asal Prancis itu juga menekankan pentingnya punya pemain berpengalaman di dalam tim. Ia menambahkan: "Kami punya pemain yang sudah familiar dengan kompetisi ini, seperti Mohamed Salah dan Edin Dzeko."
Pantang menyerah

Ini terbukti ketika Barcelona menang 5-4 atas Sevilla di Piala Super Eropa di 12 Agustus lalu. Mereka sempat unggul 4-1 di menit ke-52. Namun semangat pantang menyerah dari tim jawara Europa League membuat mereka sanggup mencetak tiga gol balasan dan memaksa laga dilanjutkan ke babak esktra, sebelum Pedro Rodriguez jadi aktor penentu kemenangan tim Catalan di menit ke-115.
Kala itu manajer Unai Emery mengatakan: "Ketika skornya 4-1, jelas ekspektasi kami amat rendah, sehingga kala itu kami hanya berpikir untuk menjalani pertandingan hingga akhir.
"Namun jika di kedudukan4-1 Anda membuat gol; skornya menjadi 4-2 dan Anda kian dekat. Saya kala itu ingin membantu beberapa pemain yang kelelahan dan memasukkan beberapa tenaga segar untuk memberikan solusi. Di kedudukan 4-3, kami benar-benar amat dekat dan tim saya seolah kembali melihat cahaya dan ada harapan dan kami menyamakan kedudukan 4-4.
"Kami mampu terus memberikan perlawanan dan memaksa pertandingan masuk ke babak ekstra dengan kemungkinan menang. Barcelona memang lebih bagus di bola-bola mati, ketika semua pemain lelah. Sulit mencari celah setelah itu, namun ketika skor sudah 5-4, kami punya tiga peluang emas."
Intens

Itulah yang dilakukan para pemain Sevilla, ketika mereka berhasil mengalahkan Barcelona 2-1 di Ramon Sanchez Pizjuan pada 3 Oktober, atau hampir dua bulan sejak mereka membuat Blaugrana kewalahan di Piala Super Eropa.
Unai Emery lagi-lagi membeberkan resep bagaimana ia bisa membuat anak asuhnya mengatasi perlawanan sang jawara Spanyol.
"Saya amat senang, kami sudah bermain melawan musuh yang hebat dan mengatasi pertandingan yang sulit. Kami sudah menemukan kembali intensitas dan agresivitas permainan yang kami cari. Kami harus terus berkembang karena kami adalah tim baru," ujar sang manajer.
"Kami amat mementingkan kemampuan tim dalam memberi respon. Skuat ini kuat, makin dewasa dan punya pengalaman. Tim kami mampu menemukan sinergi yang bagus ketika bertahan dan menyerang. Namun dua faktor terpenting adalah intensitas dan agresivitas."
Keajaiban

Oleh karena itu, tak ada salahnya bagi tim calon lawan Barcelona untuk juga berharap dan percaya pada hadirnya keajaiban. Hal inilah yang dipercayai oleh bos Athletic Bilbao, Ernesto Valverde.
Sebelum menghadapi Barcelona di final Copa del Rey musim lalu, ia mengatakan: "Kami harus membuat kesalahan seminimal mungkin karena ini adalah pertandingan final dan kami harus memanfaatkan semua peluang yang ada secara maksimal. Anda harus percaya pada keajaiban, karena itu bisa terjadi."
Bilbao akhirnya kalah 1-3 di pertandingan tersebut. Namun tiga bulan berselang, pada 15 Agustus, giliran mereka yang tertawa usai menang telak 4-0 atas Barcelona di leg pertama Piala Super Spanyol.
Valverde saat itu berkomentar: "Ini benar-benar malam yang magis (di San Mames-red). Kita lihat saja apakah kita bisa menyelesaikannya di hari Senin (di leg kedua-red). Memang benar bahwa hasil ini cukup mencolok, karena Barcelona tak terlalu sering kemasukan empat gol."
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 2 April 2026 20:44 -
Liga Spanyol 2 April 2026 19:08 -
Liga Spanyol 2 April 2026 15:15Barcelona Berhemat: Tidak Akan Belanja Besar, Pilih Percaya La Masia
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 3 April 2026 04:40 -
Liga Inggris 3 April 2026 04:33 -
Liga Italia 3 April 2026 01:00 -
Piala Dunia 2 April 2026 22:46 -
Liga Italia 2 April 2026 21:45 -
Liga Italia 2 April 2026 21:28
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5545236/original/068353300_1775145540-f04ef1f2-95f2-4049-9570-17db06614727.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5545238/original/099875200_1775146303-WhatsApp_Image_2026-04-02_at_23.02.59.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5544812/original/044376700_1775118076-gempa.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529848/original/056324600_1773384684-aktivis_kontras_Andrie_Yunus.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532194/original/083891400_1773644331-WhatsApp_Image_2026-03-16_at_11.15.55_AM__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5543310/original/045788300_1775021487-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_12.14.56.jpeg)
