
Bola.net - Arema Cronus sukses memetik poin penuh dalam laga lanjutan Indonesia Super League 2014. Menjamu Sriwijaya FC di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (24/08), Arema menang dengan skor 3-1.
Arema langsung menggebrak pertahanan Sriwijaya FC begitu laga dimulai. Memanfaatkan kecepatan Samsul Arif di sayap kiri, mereka membuat lini belakang Sriwijaya pontang-panting.
Sementara, Sriwijaya nampak berhati-hati dalam mengembangkan permainan. Mereka lebih banyak menunggu di area pertahanan dan mengandalkan kecepatan Lancine Kone dalam menyusun serangan balik.
Meski hanya mengandalkan serangan balik, Sriwijaya mampu unggul terlebih dulu melalui sepakan keras Asri Akbar. Bola meluncur deras membobol gawang Kurnia Meiga.
Kebobolan, para penggawa Arema kian melancarkan serbuan ke gawang Fauzi Toldo. Namun, serbuan bertubi-tubi Beto Goncalves dan kawan-kawan gagal karena kokohnya pertahanan Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC.
Menit 29, Arema mendapat peluang terbaik untuk membobol gawang Sriwijaya. Sayang, bola sepakan Ahmad Alfarizi masih membentur pemain belakang Sriwijaya dan bergulir ke luar lapangan, padahal gawang Sriwijaya sudah kosong ditinggalkan Fauzi Toldo.
Alfarizi akhirnya membayar tuntas kesalahannya pada menit ke-33. Umpan matang bek sayap kiri Arema ini mengarah tepat ke Cristian Gonzales, yang tanpa kesulitan menyundul bola ke gawang Sriwijaya.
Skor yang kembali imbang mengubah pola permainan Sriwijaya. Anak asuh Subangkit ini tampil lebih terbuka dan berani mengambil inisiatif serangan.
Menit 42, Samsul Arif memiliki peluang emas membawa Arema balik unggul. Namun, bola sepakannya masih membentur kaki Abdoulaye Maiga dan melambung keluar lapangan.
Semenit kemudian, Arema mendapat hadiah penalti usai Thierry Gathuessi dilanggar di kotak penalti Sriwijaya. Gustavo Lopez yang menjadi algojo gagal melaksanakan tugasnya. Fauzi Toldo berhasil menebak arah bola sepakan gelandang Argentina ini dan menepisnya keluar lapangan. Walhasil, sampai babak pertama usai, tak ada tambahan gol tercipta.
Lima menit babak kedua berlangsung, Sriwijaya memiliki peluang emas melalui Lancine Kone. Namun, Kurnia Meiga berhasil menepis sepakan Kone dari luar kotak penalti tersebut.
Samsul Arif akhirnya mampu membawa Arema unggul pada menit 54. Sepakan kerasnya menghujam pojok kiri bawah Sriwijaya FC.
Unggul, para penggawa Arema tak menyurutkan serangan. Mereka justru kian agresif menyerang menyusul masuknya Hendro Siswanto, menggantikan Ahmad Bustomi pada menit 56.
Tak mau anak asuhnya terus dijadikan bulan-bulanan, Subangkit mengubah komposisi timnya. Siswanto, yang sudah kelelahan, ditarik dan digantikan Syamsir Alam.
Menit 68, Arema menambah keunggulan mereka melalui Cristian Gonzales. Memanfaatkan assist Gustavo Lopez, El Loco -julukan Gonzales- melepas tendangan terarah yang mengecoh Fauzi Toldo.
Lima menit kemudian, Samsul Arif nyaris menambah keunggulan Arema. Namun, bola sepakannya masih menghajar tiang gawang. Gonzales yang berupaya memanfaatkan bola liar juga gagal mencetak gol. Sepakannya membentur mistar gawang Toldo.
Menit 75, kedua tim bermain dengan 10 pemain. Cristian Gonzales dari Arema dan bek Sriwijaya Abdoulaye Maiga diusir wasit karena terlibat baku pukul.
Sepuluh menit jelang laga usai, penggawa Arema tak mengendurkan tekanan. Beberapa kali mereka melepas tembakan ke gawang Sriwijaya FC. Namun, upaya-upaya tersebut gagal menemui sasaran. Walhasil, sampai laga usai, kedudukan tak berubah 3-1 bagi keunggulan tuan rumah. (den/hsw)
Arema langsung menggebrak pertahanan Sriwijaya FC begitu laga dimulai. Memanfaatkan kecepatan Samsul Arif di sayap kiri, mereka membuat lini belakang Sriwijaya pontang-panting.
Sementara, Sriwijaya nampak berhati-hati dalam mengembangkan permainan. Mereka lebih banyak menunggu di area pertahanan dan mengandalkan kecepatan Lancine Kone dalam menyusun serangan balik.
Meski hanya mengandalkan serangan balik, Sriwijaya mampu unggul terlebih dulu melalui sepakan keras Asri Akbar. Bola meluncur deras membobol gawang Kurnia Meiga.
Kebobolan, para penggawa Arema kian melancarkan serbuan ke gawang Fauzi Toldo. Namun, serbuan bertubi-tubi Beto Goncalves dan kawan-kawan gagal karena kokohnya pertahanan Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC.
Menit 29, Arema mendapat peluang terbaik untuk membobol gawang Sriwijaya. Sayang, bola sepakan Ahmad Alfarizi masih membentur pemain belakang Sriwijaya dan bergulir ke luar lapangan, padahal gawang Sriwijaya sudah kosong ditinggalkan Fauzi Toldo.
Alfarizi akhirnya membayar tuntas kesalahannya pada menit ke-33. Umpan matang bek sayap kiri Arema ini mengarah tepat ke Cristian Gonzales, yang tanpa kesulitan menyundul bola ke gawang Sriwijaya.
Skor yang kembali imbang mengubah pola permainan Sriwijaya. Anak asuh Subangkit ini tampil lebih terbuka dan berani mengambil inisiatif serangan.
Menit 42, Samsul Arif memiliki peluang emas membawa Arema balik unggul. Namun, bola sepakannya masih membentur kaki Abdoulaye Maiga dan melambung keluar lapangan.
Semenit kemudian, Arema mendapat hadiah penalti usai Thierry Gathuessi dilanggar di kotak penalti Sriwijaya. Gustavo Lopez yang menjadi algojo gagal melaksanakan tugasnya. Fauzi Toldo berhasil menebak arah bola sepakan gelandang Argentina ini dan menepisnya keluar lapangan. Walhasil, sampai babak pertama usai, tak ada tambahan gol tercipta.
Lima menit babak kedua berlangsung, Sriwijaya memiliki peluang emas melalui Lancine Kone. Namun, Kurnia Meiga berhasil menepis sepakan Kone dari luar kotak penalti tersebut.
Samsul Arif akhirnya mampu membawa Arema unggul pada menit 54. Sepakan kerasnya menghujam pojok kiri bawah Sriwijaya FC.
Unggul, para penggawa Arema tak menyurutkan serangan. Mereka justru kian agresif menyerang menyusul masuknya Hendro Siswanto, menggantikan Ahmad Bustomi pada menit 56.
Tak mau anak asuhnya terus dijadikan bulan-bulanan, Subangkit mengubah komposisi timnya. Siswanto, yang sudah kelelahan, ditarik dan digantikan Syamsir Alam.
Menit 68, Arema menambah keunggulan mereka melalui Cristian Gonzales. Memanfaatkan assist Gustavo Lopez, El Loco -julukan Gonzales- melepas tendangan terarah yang mengecoh Fauzi Toldo.
Lima menit kemudian, Samsul Arif nyaris menambah keunggulan Arema. Namun, bola sepakannya masih menghajar tiang gawang. Gonzales yang berupaya memanfaatkan bola liar juga gagal mencetak gol. Sepakannya membentur mistar gawang Toldo.
Menit 75, kedua tim bermain dengan 10 pemain. Cristian Gonzales dari Arema dan bek Sriwijaya Abdoulaye Maiga diusir wasit karena terlibat baku pukul.
Sepuluh menit jelang laga usai, penggawa Arema tak mengendurkan tekanan. Beberapa kali mereka melepas tembakan ke gawang Sriwijaya FC. Namun, upaya-upaya tersebut gagal menemui sasaran. Walhasil, sampai laga usai, kedudukan tak berubah 3-1 bagi keunggulan tuan rumah. (den/hsw)
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 31 Oktober 2025 05:55Cristian Gonzales Soroti Minimnya Striker Haus Gol di Timnas Indonesia
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 6 Agustus 2026 20:54Cody Gakpo, Minat Tottenham, dan Kebutuhan Liverpool
-
Liga Italia 6 Agustus 2026 19:57Sinyal Positif Rafael Leao Bertahan di AC Milan
-
Tim Nasional 6 Agustus 2026 19:24Prediksi Piala AFF 2026: Timnas Indonesia vs Singapura 7 Agustus 2026
-
Liga Spanyol 6 Agustus 2026 18:50Opsi-opsi Internal Barcelona untuk Posisi Penyerang Tengah
BERITA LAINNYA
-
indonesia 6 Agustus 2026 17:51Link Nonton Streaming Persib vs Persebaya - Final Piala Presiden 2026
-
indonesia 6 Agustus 2026 17:44Link Streaming Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya
-
indonesia 6 Agustus 2026 11:40Bernardo Tavares Hormati Persib, Persebaya Tetap Percaya Diri Tatap Final
SOROT
-
Liputan6 6 Agustus 2026 20:25Menko Zulhas: Ada 11,5 Juta Penerima MBG Ibu Hamil, Menyusui dan Balita
-
Liputan6 6 Agustus 2026 20:01Wamendagri Minta Pengelolaan MBG Segera Dibenahi
-
Liputan6 6 Agustus 2026 20:00Menko Zulhas: Penerima MBG Tembus 63 Juta pada 2027
-
Liputan6 6 Agustus 2026 19:49Penjelasan Eks Ketua Yayasan Soal 995 Senjata di Sekolah Jaksel
-
Liputan6 6 Agustus 2026 19:45Prabowo Siap Tambah Anggaran Riset, Manfaatkan Hasil Penghematan
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317518/original/012310700_1786017988-Bungker.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556450/original/037805800_1776247114-1000290308.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317562/original/012874000_1786021313-WhatsApp_Image_2026-08-06_at_19.30.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309342/original/002478700_1785225217-Menteri_Koordinator__Menko__Bidang_Pangan_Zulkifli_Hasan-28_Juli_2026e.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317547/original/022307300_1786020542-WhatsApp_Image_2026-08-06_at_19.28.11.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317446/original/064909000_1786013053-email-attachment_2026_08_06_ariefhakim-at-klyid_prabowo-sebut-pendidikan-jadi-fondasi-bikin-bangsa-maju-dengan-sains-dan-teknologi_1000399694.jpg)

