FOLLOW US:


Arema FC Sebut Hasil Meeting PT LIB dan Klub Bukan Keputusan Final

18-01-2021 12:21

 | Gia Yuda Pradana

Arema FC Sebut Hasil Meeting PT LIB dan Klub Bukan Keputusan Final
Arema FC © Bola.com/Iwan Setiawan

Bola.net - Manajemen Arema FC angkat bicara soal hasil pertemuan virtual antara PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) dan sejumlah klub beberapa waktu lalu. Klub berlogo singa mengepal ini menyebut bahwa hasil rapat tersebut bukanlah keputusan yang bersifat final.

"Ini hanya usulan dan masukan dari klub-klub saja," ucap General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, pada Bola.net.

"Ini bukan keputusan. Bisa dibilang, poin-poin yang beredar ke publik beberapa waktu lalu ini hanya hasil rangkuman dari pertemuan tersebut," sambungnya.

Menurut Ruddy, yang berhak memberi keputusan soal masa depan kompetisi adalah PSSI. PSSI sendiri, sambungnya, akan mengambil keputusan dalam rapat Exco, yang akan dihelat beberapa hari ke depan.

"Rapat Exco sendiri kan rencananya kemungkinan pada tengah pekan ini. Kita tunggu saja hasilnya nanti seperti apa," sambungnya.

Sebelumnya, PT LIB menggelar pertemuan dengan pemilik dan perwakilan klub-klub peserta Liga 1 dan Liga 2 musim 2020/2021. Pertemuan ini dihelat secara daring pada Jumat (15/01) lalu.

Dalam pertemuan ini, didapat sejumlah usulan, termasuk usulan pembubaran kompetisi musim 2020/2021. Selain itu, ada usulan untuk menggelar kompetisi musim baru pada Maret sampai November 2021.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 1

Belum Bisa Jadi Patokan

Belum Bisa Jadi Patokan
General Manager Arema FC, Ruddy Widodo © Bola.net/Dendy Gandakusumah

Lebih lanjut, Ruddy menyebut bahwa hasil rapat antara Pt LIB dan perwakilan klub ini belum bisa dijadikan patokan. Karenanya, sambung manajer asal Madiun ini, Arema belum mengambil langkah apa pun terkait nasib tim mereka.

"Belum ada langkah apa pun yang kami ambil. Kan belum ada keputusan resmi," tegas Ruddy.

"Karenanya, kami lebih memilih menunggu keputusan dari PSSI soal ini. Kami yakin federasi memiliki kebijaksanaan dalam mengambil kebijakan," ia menandaskan.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)