FOLLOW US:


Demi Sepak Bola, Leo Tupamahu Hentikan Kebiasaannya Merokok

01-07-2020 03:53

 | Dimas Ardi Prasetya

Demi Sepak Bola, Leo Tupamahu Hentikan Kebiasaannya Merokok
Bek Bali United, Leonard Tupamahu, menggiring bola saat melawan Bhayangkara FC pada laga Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Kamis (14/3). Bhayangkara menang 4-1 atas Bali. © Bola.com/Yoppy Renato

Bola.net - Bek Bali United Leonard Tupamahu ternyata saat kecil cukup bandel karena ia sudah berani menghisap rokok, akan tetapi kebiasaan buruk itu ia tinggalkan demi memuluskan karirnya di bidang sepak bola.

Leonard mengaku ia mulai ketagihan rokok saat masih duduk di Sekolah Dasar (SD). Kala itu ia akan merokok dengan sembunyi-sembunyi di atas atap rumahnya. Pernah suatu waktu ibunya meradang lantaran mengetahui anaknya tengah menikmati menghisap tembakau.

Saat menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), Leonard memutuskan untuk berhenti merokok. Pasalnya, pilar lini belakang Bali United ini ingin menjadi pesepak bola.

"Jujur saja, sewaktu kecil saat usia anak SD, saya merokok di atas genting rumah dan dimarahi oleh ibu saya," kata Leonard dinukil dari laman Bali United.

"Tapi, sewaktu SMP, saat pulang sekolah dengan berjalan kaki, saya putuskan untuk berhenti merokok. Pada waktu itu, saya juga fokus ingin menjadi pesepak bola," imbuh Leonard.

1 dari 1

Pesan Leonard

Terbukti, dengan tidak lagi merokok, Leonard bisa menjaga konsistensinya di lapangan hijau. Mantan pemain Persija Jakarta ini merupakan satu di antara kunci Bali United menjuarai Shopee Liga 1 musim lalu.

Leonard berpesan kepada calon pesepak bola untuk menghindari rokok dan minuman keras karena keduanya dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

"Yakin, berdoa, dan percaya kepada Tuhan bahwa kita bisa meraih impian kita. Mulai hidup sehat dan jauhi rokok maupun minuman keras, terutama adik-adik yang sedang persiapan menjadi pemain sepak bola profesional dengan karier yang panjang," tandas Leonard.

Sumber Asli: Bali United
Disadur dari Bola.com/Penulis Muhammad Adiyaksa/Editor Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 30 Juni 2020