
Bola.net - General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, angkat bicara soal kabar bahwa ada anak asuhnya yang mendapat hasil reaktif kala menjalani rapid test. Ia menyebut bahwa sejauh ini belum mendapat informasi secara detail dari tim medis Arema.
"Saya belum mendapat kabar soal adanya hasil reaktif ini," ungkap Ruddy Widodo, pada Bola.net, Jumat (05/06).
"Biasanya, kalau memang ada apa-apa yang berkaitan dengan soal kesehatan tim, saya mendapat laporan dari tim dokter. Namun, sejauh ini, belum ada laporan," sambungnya.
Lebih lanjut, Ruddy pun menyebut bahwa hasil rapid test sendiri tak otomatis bisa dijadikan patokan menentukan apakah seseorang terpapar virus Corona atau tidak. Ia menyebut bahwa ada banyak hal yang bisa membuat seseorang mendapat hasil reaktif pada rapid test.
"Dari yang saya baca, rapid test bereaksi terhadap antibodi. Jadi, jika ada virus, bakteri, atau mungkin faktor lain, antibodi bisa muncul dan terbaca reaktif dalam rapid test," papar Ruddy.
"Kalau memang ingin mengetahui secara akurat ya harus dengan swab test. Nanti akan terlihat ada tidaknya virus di tubuh seseorang," manajer berusia 48 tahun ini menambahkan.
Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa dua penggawa Arema FC diduga mendapat hasil reaktif kala melakukan rapid test, beberapa waktu lalu. Hal ini berdasar informasi yang didapat wartawan, Kamis (04/06).
Menurut informasi tersebut, ada dua penggawa dan seorang pelatih Arema yang melakukan rapid test beberapa waktu lalu. Tiga orang ini melakukan rapid test atas inisiatif pribadi. Mereka berencana menggunakan hasil rapid test ini untuk melengkapi dokumen yang diperlukan untuk bepergian ke daerah lain.
Hasilnya, dari tes tersebut, dua penggawa Arema ini reaktif. Sementara, hasil sang pelatih nonreaktif.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Hal Wajar
Sementara itu, secara terpisah, Media Officer Arema FC, Sudarmaji, menyebut bahwa rapid test, yang disebut dilakukan penggawa Arema, merupakan suatu hal yang wajar. Rapid test, menurut mantan wartawan ini, banyak dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan diri.
"Rapid test itu kan untuk mengukur tingkat imun seseorang," tutur Sudarmaji, Jumat (05/06).
"Sekarang, rapid test sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang ingin mendapatkan info terkait daya imun atau kesehatan setiap orang. Rapid test ini untuk mengetahui potensi seseorang terhadap penyakit," ia menandaskan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 19 Januari 2026 17:14Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 20 Januari 2026 05:31 -
Liga Spanyol 20 Januari 2026 04:30 -
Liga Inggris 20 Januari 2026 03:29 -
Liga Champions 20 Januari 2026 03:03 -
Liga Champions 20 Januari 2026 03:02 -
Liga Champions 20 Januari 2026 03:01
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih...
- 8 Pemain Strasbourg yang Wajib Dipertimbangkan Che...
- Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir ...
- 4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelat...
- 4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477131/original/096817300_1768809757-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477548/original/051022700_1768861609-IMG_20260120_011736.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4848901/original/076050200_1717138481-IMG20240531104427.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477505/original/010719300_1768833274-Prabowo_Mahasiswa_Papua.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477503/original/080786400_1768831286-Bocah_lima_tahun_asal_Sukabumi_jago_matematika.jpg)
