
Bola.net - Lebih dari 200 orang suporter dari berbagai klub menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Sabtu (23/05). Suporter yang tergabung dalam Koalisi Suporter Untuk Revolusi PSSI (KoruPSSI) ini mendukung kebijakan Menpora Imam Nahrawi dalam membenahi tata kelola sepak bola nasional.
Peserta aksi ini terdiri dari berbagai elemen suporter. Mereka, antara lain, terdiri dari Pasoepati dari Persis Solo, Bonek dari Persebaya 1927, Panser Biru dari PSIS Semarang, Bralingmania dari Persibangga Purbalingga, Laskar Nusakambangan dari PSCS Cilacap, Paser Bumi dari Persiba Bantul, Saminista dari Persikaba Blora, Kalong Mania dari Persip Pekalongan, Betman dari Persikota Tangerang, Jakmania dari Persija, dan Bumi Mania dari Persak Kebumen.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, KoruPSSI, sebagai bagian dari suporter, mengaku paham dengan dinamika sepakbola Indonesia. Karenanya, mereka memahami langkah Menpora membenahi sepakbola Indonesia yang kacau balau.
"Apa yang ada dalam sepakbola Indonesia sangatlah kotor. Kami dukung Pak Imam Nahrawi menegakkan aturan dan profesionalitas," ujar Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Helmi Atmaja.
"Kita tidak menutup mata PSSI dengan segala jaringannya selalu memelintir fakta-fakta kondisi sepakbola di Indonesia," sambungnya.
Lebih lanjut, Helmi menyebut bahwa dalam perkembangannya, PSSI tak lagi jadi organisasi perjuangan dan pemersatu bangsa. PSSI berubah menjadi antikritik dan tidak transparan.
"Imam Nahrawi adalah harapan buat suporter dan perbaikan sepakbola kita. Sebab, PSSI dan hulubalangnya sangat kuat menggiring opini masyarakat," tuturnya.
Helmi juga menegaskan bahwa aksi mereka murni demi mengharapkan sepakbola Indonesia yang lebih baik.
"Sebagai suporter, kami tidak pernah mendapatkan uang dari sepakbola Indonesia. Kami justru mengeluarkan uang untuk mendukung tim kebanggaan. Kami yakin banyak orang di luar ruangan ini yang juga mendukung langkah Menpora, karena memiliki keinginan yang sama agar sepakbola lebih baik," tandasnya.
Sementara, aksi KoruPSSI ini mendapat sambutan positif Kemenpora. Mereka mendapat kesempatan berdialog dengan perwakilan Kemenpora dan Tim Transisi di Wisma Teater Kemenpora. Staff Khusus Kemenpora Bidang Olahraga, M. Khusen Yusuf dan salah seorang anggota Tim Transisi, Cheppy T Wartono nampak menemui langsung dan berdialog dengan peserta aksi. [initial]
(den/pra)
Peserta aksi ini terdiri dari berbagai elemen suporter. Mereka, antara lain, terdiri dari Pasoepati dari Persis Solo, Bonek dari Persebaya 1927, Panser Biru dari PSIS Semarang, Bralingmania dari Persibangga Purbalingga, Laskar Nusakambangan dari PSCS Cilacap, Paser Bumi dari Persiba Bantul, Saminista dari Persikaba Blora, Kalong Mania dari Persip Pekalongan, Betman dari Persikota Tangerang, Jakmania dari Persija, dan Bumi Mania dari Persak Kebumen.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, KoruPSSI, sebagai bagian dari suporter, mengaku paham dengan dinamika sepakbola Indonesia. Karenanya, mereka memahami langkah Menpora membenahi sepakbola Indonesia yang kacau balau.
"Apa yang ada dalam sepakbola Indonesia sangatlah kotor. Kami dukung Pak Imam Nahrawi menegakkan aturan dan profesionalitas," ujar Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Helmi Atmaja.
"Kita tidak menutup mata PSSI dengan segala jaringannya selalu memelintir fakta-fakta kondisi sepakbola di Indonesia," sambungnya.
Lebih lanjut, Helmi menyebut bahwa dalam perkembangannya, PSSI tak lagi jadi organisasi perjuangan dan pemersatu bangsa. PSSI berubah menjadi antikritik dan tidak transparan.
"Imam Nahrawi adalah harapan buat suporter dan perbaikan sepakbola kita. Sebab, PSSI dan hulubalangnya sangat kuat menggiring opini masyarakat," tuturnya.
Helmi juga menegaskan bahwa aksi mereka murni demi mengharapkan sepakbola Indonesia yang lebih baik.
"Sebagai suporter, kami tidak pernah mendapatkan uang dari sepakbola Indonesia. Kami justru mengeluarkan uang untuk mendukung tim kebanggaan. Kami yakin banyak orang di luar ruangan ini yang juga mendukung langkah Menpora, karena memiliki keinginan yang sama agar sepakbola lebih baik," tandasnya.
Sementara, aksi KoruPSSI ini mendapat sambutan positif Kemenpora. Mereka mendapat kesempatan berdialog dengan perwakilan Kemenpora dan Tim Transisi di Wisma Teater Kemenpora. Staff Khusus Kemenpora Bidang Olahraga, M. Khusen Yusuf dan salah seorang anggota Tim Transisi, Cheppy T Wartono nampak menemui langsung dan berdialog dengan peserta aksi. [initial]
Jangan Lewatkan!
- Nilai Kemenpora Tak Punya Aturan, PSSI Analogikan Darurat Administrasi Negara
- Telah Koordinasi Dengan Petinggi FIFA, Tim Transisi Tetap ke Swiss
- Bekukan PSSI, Menpora Kembali Dapat Dukungan
- Digosipkan Bakal Bentuk Klub Baru, Kemenpora Soroti Standar Jurnalistik Media
- Kemenpora Bantah Bakal Bentuk Klub-klub Baru
- Usir PSSI dari Senayan, Kemenpora Tak Bisa Lampaui Peraturan Pemerintah
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 29 Oktober 2026 17:12Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
-
Bola Indonesia 27 Agustus 2026 19:42
PSSI Beri Restui Laga Persija vs Persib Digelar di Stadion Gelora Bung Karno
-
Bola Indonesia 14 Agustus 2026 16:25Marselino Ferdinan Fokus Rehabilitasi usai Operasi Lutut di Sevilla
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 30 Oktober 2026 22:58Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:57Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
-
Piala Dunia 30 Oktober 2026 22:20Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:07Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
BERITA LAINNYA
-
indonesia 30 Oktober 2026 20:10Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
-
indonesia 30 Oktober 2026 20:05Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
-
indonesia 30 Oktober 2026 20:00Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
-
indonesia 30 Oktober 2026 19:55Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
-
Liputan6 30 Oktober 2026 19:47KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Sita Dokumen dan Uang
MOST VIEWED
Link Nonton Siaran Persib vs Melbourne Victory Hari Ini: Live Streaming di RCTI, Vision+, dan YouTube
Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Klasemen Grup E AFC Champions League 2026/2027: Persib di Puncak, FC Seoul Bangkit di Vietnam
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)

