Harapan Persebaya untuk Tim Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan

Asad Arifin | 3 Oktober 2022 22:53
Kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan usai laga Liga 1 2022/2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam WIB. (c) AP Photo

Bola.net - Pemerintah telah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk tragedi Kanjuruhan. Tim tersebut beranggotakan 10 orang dan diketuai Menkopolhukam, Mahfud MD.

Selain Menkopolhukam, ada juga Menpora, Zainuddin Amali yang menjadi wakil ketua TGIPF. Mereka akan mengusut tragedi Kanjuruhan yang merenggut 125 korban jiwa.

Keberadaan tim pencari fakta disambut baik oleh tim peserta Liga 1 2022/2023, Persebaya Surabaya. Hasil investigasi mereka diharapkan bisa menjadi perbaikan untuk sepak bola Indonesia.

"Semoga tim ini memang benar-benar jadi tonggak pembenahan sepak bola sebaik-baiknya," kata Direktur Media Persebaya, Nanang Priyanto, Senin (03/10/2022) malam.

TGIPF sendiri direncanakan akan bekerja selama sebulan ke depan. Hasil investigasi dan rekomendasi nantinya akan dilaporkan langsung ke Presiden RI, Joko Widodo.

Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters.

1 dari 2 halaman

Jadi Catatan Federasi

Dalam kesempatan tersebut, Nanang juga menekankan terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) penyelenggaraan pertandingan. Sebab, sejauh ini belum ada aturan baku mengenai hal tersebut.

Selama ini, klub hanya mengandalkan kreativitas masing-masing. Seperti Persebaya yang melakukan pengecekan tiket mulai dari ring tiga untuk meminimalisir risiko.

"Ini (tragedi kanjuruhan) semoga jadi catatan bapak-bapak yang ada di federasi (PSSI), semoga ada SOP yang lebih bagus," tegasnya.

2 dari 2 halaman

Jadwal

Jadwal pertandingan yang terlalu malam juga diharapkan bisa menjadi catatan. Karena itu dianggap berpengaruh terhadap kondisi fisik maupun psikis suporter maupun aparat keamanan.

"(Kericuhan) di sidoarjo kemarin kan mungkin gak ada korban jiwa, karena sore. Suporternya belum capek. Termasuk aparat keamanannya belum terlalu capek," tandasnya.

Persebaya sendiri dari awal memang mendorong PSSI dan LIB untuk mengubah jadwal yang terlalu malam. Bahkan, suporter mereka sempat turun jalan untuk memprotes jadwal.

(Bola.net/Mustopa El Abdy)

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR