
Bola.net - PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) belum memutuskan siapa yang akan menjadi pelatih Timnas Indonesia. Sebelumnya, sudah ada kandidat dua pelatih Timnas Indonesia, yakni Shin Tae-yong dan Luis Milla.
Keduanya sudah memaparkan program latihannya di depan PSSI. Namun, PSSI belum juga mengumumkan secara resmi satu di antara dua pelatih tersebut yang akan menukangi Timnas Indonesia.
Terbaru, ketua umum PSSI, Mochammad Iriawan, justru menyebut kandidat lain sebagai calon pelatih. Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu mengungkapkan legenda Belanda dan AC Milan, Ruud Gullit, sebagai alternatif nakhoda Timnas Garuda.
Ruud Gullit dikenal mempunyai karier yang moncer saat menjadi pemain, terutama ketika membela AC Milan. Bahkan, Gullit sudah mencuri perhatian sejak masih kecil.
Pemain berjuluk The Black Tulip itu mengawali karier sebagai pemain di Meerboys, Amsterdam. Di antara rekan-rekannya, Ruud Gullit bisa dibilang yang menjadi yang paling menonjol.
Hal tersebut terlihat saat klub asal Belanda, HFC Harleem memberikannya kesempatan tampil di kompetisi senior saat usianya baru menginjak 17 tahun.
Performa apiknya bersama Harleem membuat klub Belanda lainnya, Feyenoord kepincut. Ruud Gullit akhirnya bergabung dengan Feyenord sejak 1982 hingga 1985.
Puncak Karier saat Berkostum AC Milan
Setelah itu, Ruud Gullit melanjutkan petualangannya bersama klub Belanda lainnya, PSV Eindhoven. Ruud Gullit berkarier di PSV sampai 1987. Dilansir dari Transfermarkt, selama dua musim membela PSV, Ruud Gullit mencatatkan 27 penampilan dengan menyumbang 18 gol.
Ruud Gullit juga berhasil merengkuh gelar individu, Ballon d'Or, saat berkostum PSV Eindhoven.
Setelah hanya berkutat di sepak bola Belanda, Ruud Gullit memutuskan hengkang ke AC Milan. Saat bergabung dengan Rossoneri, Gullit langsung memecahkan rekor transfer yakni dengan harga 6,5 juta pounds.
Meskipun bermain di luar Belanda, tak membuat performa Ruud Gullit meredup. Bahkan, kariernya terus menanjak bersama AC Milan.
Itu terbukti saat Gullit terpilih sebagai pemain terbaik Eropa dan pemain terbaik dunia. Penghargaan datang silih berganti seiring dengan performa apiknya, saat berkostum AC Milan maupun Timnas Belanda.
Puncak prestasi Ruud Gullit bisa dibilang terjadi saat berkostum AC Milan. Saat berseragam Rossoneri, Ruud Gullit ikut mempersembahkan 11 gelar juara untuk klub asal Kota Mode itu.
Kesebelas trofi tersebut ialah tiga gelar Serie A, Piala Super Italia (4), Liga Champions (2) dan Piala Intercontinental serta Piala Super Eropa masing-masing satu kali.
Minim Pengalaman Sebagai Pelatih
Selama enam musim membela Il Diavolo Rosso, Gullit mencatatkan 171 penampilan dengan menyumbang 56 gol dan 28 assist. Sayang, setelah itu ia mengalami cedera lutut yang membuat Ruud Gullit harus disingkirkan ke Sampdoria pada 1993.
Di Sampdoria, Gullit total bermain sebanyak 63 kali dengan mengemas 26 gol di semua ajang. Tak hanya itu, saat berkostum Samdoria Gullit sukses membawa klub tersebut mearaih gelar Coppa Italia pada musim 1993-1994.
Klub terakhir yang dibela Ruud Gullit ialah Chelsea. Ia sukses mencatatkan 50 penampilan dengan menyumbang lima gol. Selain itu, pada ujung kariernya bersama Chelsea, dia masih bisa memberikan gelar Piala FA pada 1997.
Satu tahun kemudian, Ruud Gullit memutuskan pensiun dari dunia sepak bola. Ruud Gullit kemudian menjajal berkarier sebagai pelatih.
Beberapa klub yang pernah ia tangani ialah Chelsea, Newcastle United, Feyenoord dan LA Galaxy. Meskipun sudah pernah menjadi pelatih, Ruud Gullit bisa dibilang masih minim pengalaman.
Ia jarang membawa klub yang dilatihnya menjadi juara. Kali terakhir, Ruud Gullit menjadi pelatih pada 2017, itupun hanya sebagai asisten manajer Dick Advocaat di Timnas Belanda.
Karier dan Prestasi Ruud Gullit
Karier klub: Haarlem (1979-1982), Feyenoord (1982-1985), PSV Eindhoven (1985-1987), AC Milan (1987-1993), Sampdoria (1993-1994), AC Milan (1994), Sampdoria (1994-1995), Chelsea (1995-1998)
Karier timnas: Belanda (1981-1994)
Prestasi: Pemain Terbaik Eropa (1987), Pemain Terbaik Dunia (1987, 1989), juara Piala Eropa 1988, juara Eredivisie 1983-84 (Feyenoord), 1985-86 dan 1986-87 (PSV), juara Piala Belanda 1984 (Feyenoord), juara Serie-A 1987-88, 1991-92, 1992-93 (Milan), juara Coppa Italia 1994 (Sampdoria), juara Liga Champions 1988-89, 1989-90 (Milan), juara Piala Super Eropa 1990 (Milan), juara Piala Toyota 1990 (Milan), juara Piala FA 1997 (Chelsea)
Disadur dari: Bola.com/Penulis Faozan Tri Nugroho/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 5 Desember 2019
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 4 September 2026 15:46Peluang Debut Emil Audero di Rayo Vallecano: 2 Sesi Latihan Jadi Penentu
-
Tim Nasional 3 September 2026 10:52Timnas Indonesia U-20 Diminta Optimistis dan Waspadai Serangan Balik Laos
-
Tim Nasional 3 September 2026 10:47Prediksi Starting XI Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Akan Ada Sejumlah Perubahan
-
Tim Nasional 3 September 2026 10:37Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-20 vs Laos Hari Ini
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 6 September 2026 16:47Mikel Arteta Segera Perpanjang Kontrak di Arsenal
-
Liga Spanyol 6 September 2026 16:12Anthony Gordon Bantu Barcelona Kurangi Ketergantungan pada Lamine Yamal
-
Liga Inggris 6 September 2026 15:37Xabi Alonso Yakin Reece James Bisa Jadi Salah Satu Gelandang Terbaik Dunia
-
Bola Indonesia 6 September 2026 14:30Link Streaming Java United vs Garudayaksa FC, 6 September 2026
BERITA LAINNYA
-
indonesia 6 September 2026 14:30Link Streaming Java United vs Garudayaksa FC, 6 September 2026
-
indonesia 5 September 2026 17:23Hasil BRI Super League: PSIM Bangkit di Akhir Laga, Persita Gagal Bawa Pulang Tiga Poin
-
indonesia 5 September 2026 17:00Link Live Streaming Borneo FC vs Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027
SOROT
-
Liputan6 6 September 2026 14:29Anak Krakatau Erupsi, Prabowo Tekankan Keselamatan Warga
-
Liputan6 6 September 2026 12:12Cegah Abu Vulkanik, Mesin Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Dipasang Penutup
-
Liputan6 6 September 2026 11:54Masker Mulai Langka di Lampung, Warga Antre Sejam
-
Liputan6 6 September 2026 11:38Langit Lampung Gelap Akibat Abu Anak Krakatau, Warga Mulai Sesak Napas
-
Liputan6 6 September 2026 11:06Bukan Debu Biasa, Ini Alasan Bersihkan Abu Anak Krakatau Harus Disiram Dulu
-
Liputan6 6 September 2026 10:50Bandara Halim Ditutup hingga Pukul 14.00 Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302220/original/068100800_1784536790-Pidato_Prabowo_di_Sidang_Kabinet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341680/original/050307700_1788673041-IMG-20260906-WA0040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341660/original/063349900_1788671418-1001635065.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341636/original/068576600_1788669892-Atap_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341624/original/012028000_1788667917-WhatsApp_Image_2026-09-06_at_08.46.41__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3090832/original/076119700_1585724040-20200401-Bandara-Corona-2.jpg)

