FOLLOW US:


'Kandidat Ketua Umum PSSI Wajib Paham Sepak Bola'

25-07-2019 01:31

 | Ari Prayoga

'Kandidat Ketua Umum PSSI Wajib Paham Sepak Bola'
Joko Susilo © Mustopa El Abdy

Bola.net - Joko Susilo membeber harapannya ihwal sosok yang bakal menjadi Ketua Umum PSSI periode mendatang. Asisten Pelatih Timnas Indonesia ini berharap agar sosok nakhoda PSSI mendatang adalah orang yang benar-benar paham sepak bola.

"Berbicara soal ketua umum, saya berharap sosok yang akan menjadi ketua umum periode mendatang adalah orang yang paham sepak bola," kata Joko Susilo, pada Bola.net.

"Orang yang paham sepak bola tentu adalah orang bola yang bisa bekerja sama dengan semuanya. Ia harus paham semua hal di sepak bola, meski tak harus benar-benar ahli di semua aspek tersebut. Toh, nantinya ia kan bakal dibantu orang-orang yang ahli di bidang masing-masing," sambungnya.

Pemilihan Ketua Umum PSSI dijadwalkan bakal dihelat pada Januari 2020. Agenda ini berbarengan dengan pemilihan dua wakil ketum dan 12 anggota Komite Eksekutif.

Kendati pemilihan Ketua Umum baru akan dihelat pada awal tahun depan, proses menuju ke agenda tersebut sudah dimulai. Pekan depan, otoritas tertinggi sepak bola Indonesia ini akan mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB). Agenda ini bakal dihelat di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Sabtu (27/07).

KLB ini akan diikuti oleh 85 voters. Mereka terdiri dari 34 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 klub Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, dan Asosiasi Futsal.

Dalam agenda ini, ada tiga agenda utama yang dibahas. Agenda tersebut adalah: pengesahahan revisi statuta PSSI, pengesahan revisi kode pemilihan PSSI, serta memilih anggota baru untuk Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding (KB).

Bagaimana Joko Susilo menanggapi wacana Ketua Umum PSSI untuk periode mendatang berasal dari kalangan mantan pesepakbola? Simak di bawah ini.

1 dari 2

Tak Harus Mantan Pesepakbola

Lebih lanjut, menurut Joko, kendati haruslah sosok yang paham bola, Ketua Umum PSSI mendatang tidak wajib berasal dari kalangan mantan pesepak bola. Pasalnya, menurut Direktur Akademi Arema ini, tak banyak mantan pesepak bola yang kuat secara keorganisasian.

"Secara teknis, mereka memang bagus. Namun, ini tak cukup. Mereka harus mampu secara organisasi," tutur Joko.

"Kalau yang bagus secara keorganisasian biasanya bukan mantan pesepak bola. Namun, paling tidak, mereka harus paham sepak bola," sambungnya.

2 dari 2

Hadapi Tantangan Berat

Joko menilai bahwa siapa pun yang terpilih, Ketua Umum PSSI periode mendatang memiliki tantangan berat yang menanti. Menurut pelatih berusia 48 tahun ini tuntutan sepak bola Indonesia sangat berat.

"Jadi, kalau sekarang menjadi ketua, tak bisa seperti yang lalu-lalu. Ibaratnya, saat ini mereka di atas bara," kata Joko.

"Ini yang memerlukan sosok kuat dan ikhlas," ia menambahkan.