
Bola.net - Mayor Haristanto adalah Presiden Pasoepati yang pertama. Totalitasnya bisa dibilang sangat luar biasa.
Pasoepati, atau Pasukan Suporter Paling Sejati, merupakan kelompok suporter asli kota Solo. Ini pertama kali dicetuskan saat adanya tim Pelita Solo di tahun 2000.
Di sebuah bangunan milik Mayor Haristanto di kawasan Nayu, Nusukan, Banjarsari, Surakarta, lahirlah organisasi Pasoepati pada 9 Februari 2000 silam.
Nama Mayor Haristanto pun ditunjuk sebagai pemimpinnya alias Presiden Pasoepati yang pertama. Menjadi sebuah tantangan baru dalam kehidupannya, lantaran dunia sepak bola sebenarnya sangat jauh dari dirinya. Di Solo, Mayor Haristanto dikenal sebagai praktisi periklanan dan juga event organizer (EO).
Ia pun memberanikan diri masuk dalam organisasi dunia suporter. Karena dalam benaknya, suporter sebagai kerumunan massa yang besar menjadi kekuatan luar biasa. Ia menilai suporter merupakan aset terbesar industri sepak bola. Betapa pentingnya suporter atau penonton dalam sepak bola.
Rumah Sampai Nyaris Disita Bank

Totalitasnya untuk Pasoepati pun bisa dibilang luar biasa ketika itu. Dalam periode tahun 2000-2001 sebagai Presiden Pasoepati, ia mengeluarkan pikiran, tenaga, dan materi yang cukup besar. Bahkan dalam pengakuannya, rumahnya yang menjadi saksi lahirnya Pasoepati, nyaris disita oleh bank karena lama menunggak angsuran.
Hal itu terjadi karena ia begitu super sibuk mengurusi Pasoepati yang dipimpinnya. Mengakomodir para anggotanya saat melakukan lawatan ke markas lawan dan lain sebagainya. Mayor Haristanto pun harus menjual mobilnya saat itu untuk menyelamatkan aset yaitu rumah yang akan disita.
Rumah yang hendak disita saat itu, kini disulapnya menjadi sebuah museum bernama titik nol kilometer Pasoepati. Di dalamnya berisi aneka atribut sepak bola dari pemain, mantan pemain, atau suporter Indonesia.
Sampai Jual Mobil Juga

Mayor Haristanto pun menceritakan hari-hari saat rumahnya nyaris disita dalam kanal YouTube Pinggir Lapangan belum lama ini.
"Museum ini menjadi bukti kecintaan saya sebagai suporter. Rumah ini pernah mau disita karena saya terlalu serius di Pasoepati. Jadi antara tahun 2001 saya nggak ngangsur maka mau disita atau menjual aset lain," kenang Mayor Haristanto.
"Sebagai ketuanya saat itu, ikut tur ke mana-mana yang secara tidak langsung menggerogoti ekonomi saya. Meski pekerjaan utama saya di dunia advertising dan EO, suporter bisa untuk kegiatan sambilan".
"Akhirnya saya jual mobil Kijang yang saya beli sebelum kerusuhan Mei 1998. Saya jual Rp60 juta, lalu anak saya yang kecil minta saya mundur sebagai Presiden Pasoepati. Kalau waktu itu benar disita, hilang sudah jejak museum Pasoepati," ungkapnya.
Meski sudah lama tidak masuk di organisasi suporter, Mayor Haristanto mengaku masih seorang Pasoepati sejati. Setiap menjalankan aksi kampanye sepak bola di kota Bengawan, kaus dan syal bertuliskan Pasoepati tak lupa ia kenakan.
Darah Masih Pasoepati

Mayor Haristanto menegaskan dalam darahnya masih sebagai Pasoepati. "Keluarga saya memaklumi meski berat memahami dunia ayahnya, tapi ya inilah sejarah yang dibuat,"
"Nikmatnya jadi suporter adalah sukacita dan banyak teman. Sekarang banyak yang mengapresiasi dan memberikan kenang-kenangan untuk museum ini," tambah pria berusia 62 tahun itu.
Di sisi lain, Mayor Haristanto menilai bahwa cita-citanya di Pasoepati perlahan mulai terwujud. Kelompok suporter yang punya ciri khas warna merah tersebut diakuinya tak berhenti dalam menebar virus perdamaian.
"Sudah ada harapan anak muda Solo yang kreatif, sudah banyak berbuat untuk kota Solo, semoga tetap jadi pelopor suporter yang cinta damai. Cita-cita sudah mendekati, kerusuhan sudah mulai menurun, lambat laun harus damai," pungkasnya.
Sumber: Youtube Pinggir Lapangan
Disadur dari: Bola.com/Vincentius Atmaja/Hendry Wibowo
Published: 17 Juli 2021
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Boaz Solossa, Striker Lokal Berlabel Senior yang Dibutuhkan Mario Gomez di Borneo FC
- Cerita Boaz Solossa Gabung Borneo FC Setelah Didepak Persipura
- PSS Sleman dan Ambisi Besarnya Menjadi Klub Profesional, Modern, serta Juara
- Eks Persikabo 1973 Sebut Liga 1 Selevel Papan Bawah Serie B dan Puji Suporter
- Nasib 4 Pemain Jepang di Liga 1, Bakal Diangkut Pulang Karena COVID-19?
- Fokus Praveen Jordan Menuju Olimpiade Tokyo 2020
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 3 September 2026 10:52Timnas Indonesia U-20 Diminta Optimistis dan Waspadai Serangan Balik Laos
-
Tim Nasional 3 September 2026 10:47Prediksi Starting XI Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Akan Ada Sejumlah Perubahan
-
Tim Nasional 3 September 2026 10:37Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-20 vs Laos Hari Ini
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 6 September 2026 11:00Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
-
Liga Inggris 6 September 2026 10:30Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Australia Sore Ini: Laga Hidup dan Mati Garuda Muda!
-
Bola Dunia Lainnya 6 September 2026 10:08Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
-
Liga Spanyol 6 September 2026 10:00Real Madrid Terpeleset Lawan Real Betis, Bos Barcelona: Bodo Amat!
-
Liga Spanyol 6 September 2026 09:30Tantang Valencia, Lamine Yamal Bakal Absen Bela Barcelona?
-
Liga Inggris 6 September 2026 09:00Jamu Chelsea, 3 Pemain Arsenal Berpotensi Comeback
BERITA LAINNYA
-
indonesia 5 September 2026 17:23Hasil BRI Super League: PSIM Bangkit di Akhir Laga, Persita Gagal Bawa Pulang Tiga Poin
-
indonesia 5 September 2026 17:00Link Live Streaming Borneo FC vs Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027
-
indonesia 5 September 2026 16:00Prediksi BRI Super League: Persib vs PSM Makassar 6 September 2026
SOROT
-
Liputan6 6 September 2026 12:12Cegah Abu Vulkanik, Mesin Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Dipasang Penutup
-
Liputan6 6 September 2026 11:54Masker Mulai Langka di Lampung, Warga Antre Sejam
-
Liputan6 6 September 2026 11:38Langit Lampung Gelap Akibat Abu Anak Krakatau, Warga Mulai Sesak Napas
-
Liputan6 6 September 2026 11:06Bukan Debu Biasa, Ini Alasan Bersihkan Abu Anak Krakatau Harus Disiram Dulu
-
Liputan6 6 September 2026 10:50Bandara Halim Ditutup hingga Pukul 14.00 Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
-
Liputan6 6 September 2026 10:45Terganggu Abu Anak Krakatau, CFD Jakarta Berakhir Lebih Awal
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341680/original/050307700_1788673041-IMG-20260906-WA0040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341660/original/063349900_1788671418-1001635065.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341636/original/068576600_1788669892-Atap_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341624/original/012028000_1788667917-WhatsApp_Image_2026-09-06_at_08.46.41__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3090832/original/076119700_1585724040-20200401-Bandara-Corona-2.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/9341539/original/047701800_1788657623-0L5A9653.jpg)

