
Bola.net - Persipura Jayapura mengubah rencana mereka jelang bergulirnya musim kompetisi 2019. Mutiara Hitam -julukan Persipura Jayapura- dipastikan tidak akan melanjutkan kerja sama mereka dengan Osvaldo Lessa dan akan mencari pengganti untuk menakhodai tim tersebut pada musim 2019.
Sebelumnya, Persipura Jayapura sempat berencana untuk melanjutkan kerja sama mereka dengan Lessa. Pelatih asal Brasil yang pada musim lalu berstatus asisten pelatih dan caretaker ini sempat diplot sebagai pelatih kepala tim tersebut untuk musim depan.
"Memang benar saya tidak di Persipura lagi pada musim 2019," ucap Lessa, pada Bola.net, Minggu (13/01).
"Sebelum saya berangkat ke kursus CBF Brazil, mereka bilang saya akan kembali untuk kerja musim ini, tapi kemarin beda lagi kata mereka," sambungnya.
Lessa sendiri sebelumnya sudah sempat menyiapkan rencana bagi Mutiara Hitam agar bisa bersaing pada musim depan. Pelatih yang saat ini berada di kampung halamannya ini pun mengaku bakal kembali ke Indonesia pada Januari ini.
Apa yang membuat Lessa gagal menjadi pelatih Persipura Jayapura pada musim ini? Simak penjelasannya berikut ini.
Gagal Angkat Performa Tim
Lessa membeber alasan yang diungkapkan manajemen Persipura kala membatalkan rencana kerja sama mereka musim depan. Menurutnya, manajemen Persipura menilai bahwa ia gagal membawa perubahan dalam tim, terutama ketika ia menjadi caretaker pelatih, sepeninggal Amilton Oliveira.
"Asisten Manajer Persipura mengatakan pada saya bahwa tim saat ini tak seperti ketika saya pegang pada 2015 lalu, ketika kami menang lima kali di AFC Cup," tuturnya.
"Ia kemudian bilang Wali Kota (Wali Kota Jayapura, Benhur Tommy Mano juga berstatus Ketua Umum Persipura, red) ingin ganti pelatih," imbuhnya.
Mulai Cari Tim
Lessa sendiri memilih untuk legawa dengan keputusan manajemen Persipura. Alih-alih mempersoalkan perubahan rencana ini, pelatih berusia 52 tahun tersebut fokus mencari klub untuk melabuhkan karirnya musim depan.
"Saat ini, saya sudah mulai menghubungi agen saya agar mencari klub untuk musim ini," kata Lessa.
"Kalau bisa, saya masih ingin berkarier di Indonesia," pungkasnya.
Video Menarik
Berita video seorang bocah bernama Diego Aslan menarik perhatian saat Timnas Indonesia U-22 melakukan internal game. Anak berusia 8 tahun ini bisa juggling sampai ribuan kali.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 03:54Prediksi Prancis vs Irlandia Utara 9 Juni 2026
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 03:44Prediksi Belanda vs Uzbekistan 9 Juni 2026
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 03:23Prediksi Kolombia vs Yordania 8 Juni 2026
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 03:09Prediksi Ekuador vs Guatemala 8 Juni 2026
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 02:50Hasil Portugal vs Chili: Selecao Menangkan Duel 10 Lawan 10!
BERITA LAINNYA
-
indonesia 6 Juni 2026 11:18Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
MOST VIEWED
Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
Tinggalkan Persib Bandung, Layvin Kurzawa Kirim Pesan Perpisahan yang Menyentuh
Persib Lepas Layvin Kurzawa dengan Penuh Respek: Terima Kasih atas Dedikasi, Kerja Keras, Profesionalisme, dan Komitmen
Resmi, 2 Bintang Brasil Angkat Kaki dari Persija: Kontrak Maxwell Souza dan Allano Lima Tidak Diperpanjang
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)
