Pindah ke Nagrak Gunung Putri, Markas Baru Diklat Sepak Bola ISA Punya Fasilitas Lengkap

Pindah ke Nagrak Gunung Putri, Markas Baru Diklat Sepak Bola ISA Punya Fasilitas Lengkap
Presiden Diklat Sepak Bola ISA, Muhammad Daffa. (c) Bola.net/Fitri Apriani

Bola.net - Diklat Sepak Bola Imran Soccer Academy (ISA) akan menempati markas baru pada tahun depan. Base camp anyar mereka berada di kawasan Nagrak Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Markas baru Diklat Sepak Bola ISA memiliki banyak fasilitas. Di antaranya, asrama siswa, ruang pertemuan, tempat beribadah, sejumlah lapangan olahraga seperti tenis meja, dan yang akan dibangun yakni bulutangkis, futsal, serta gym atau fitnes.

"Dipilihnya tempat baru ini karena akses menuju lokasi sangat mudah, seperti dari tol Jatikarya, Cibubur dan Jatiasih. Di kawasan ini, suasananya juga masih asri, aman, dan nyaman," ujar Presiden Diklat Sepak Bola ISA, Muhammad Daffa, dalam rilis yang diterima Bola.net.

Saat ini, siswa yang bergabung di Diklat Sepak Bola ISA sudah berjumlah ratusan. Mereka berusia 8-17 tahun, dan berasal dari berbagai kota di Indonesia.

"Siswa dari Aceh sampai Papua ada yang belajar sepak bola di sini. Ada seratusan lebih murid dan mayoritas tinggal di sini," ucap Daffa.

Baca halaman berikutnya ya Bolaneters

1 dari 2 halaman

Kegiataan di Diklat Sepak Bola ISA

Di Diklat Sepak Bola ISA, kegiatan siswa sangat padat setiap harinya. Pada pagi hari, mereka dipersilahkan menambah latihan mandiri.

"Setelah itu sekolah juga, ada yang negeri dan swasta di daerah sini. Kami juga jalin kerjasama dengan mereka. Usai sekolah, istirahat, lalu sore mulai latihan sepak bola dengan pelatih dengan menerapkan kurikulum yang ada," kata Daffa.

Kegiatan lain yang rutin dilakukan adalah shalat lima waktu berjamaah, adzan, dan menjadi imam sholat. Kemudian Magrib sampai Isya membaca Al-quran, belajar tafsir, shiroh dan hadits, serta meminta siswa untuk kultum atau ceramah tujuh menit secara bergantian.

Pada hari Minggu, para siswa juga dijadwalkan berenang. Lalu Senin dan Rabu kursus Bahasa Inggris.

Selain berlatih rutin, siswa juga sering ikut turnamen. Semenjak berdiri pada 2012, telah ada ratusan trofi yang berhasil dibawa pulang, baik dari event nasional maupun internasional.

2 dari 2 halaman

2 Trofi Paling Berkesan

Pada 2014, Diklat Sepak Bola ISA mendapat trofi dari turnamen Mediterranean International Cup (MIC) U-14, di Barcelona, Spanyol. Piala ini sangat berkesan buat Diklat Sepak Bola ISA dan Daffa.

"Saat itu kami menjadi runner-up setelah kalah di final dari tim Amerika Serikat. Saat itu saya menjadi salah satu pemain di tim ISA. Jadi juga sangat bersejarah," tutur Daffa.

Satu lagi trofi yang berkesan yaitu English Super Cup U-13 2017. Ketika itu, Diklat Sepak Bola ISA berhasil menjadi juara di Manchester, Inggris.

"Sebelum menjadi juara di Manchester, sang owner, Zuchli Imran Putra bernazar tidak akan makan nasi jika belum berhasil menjadi juara dunia di level usia muda. Nah, dia melakukannya selama hampir delapan bulan sejak Januari hingga Agustus 2017. Akhirnya, nazar itu terkabulkan," imbuh Daffa.

(Bola.net/Fitri Apriani)