
Bola.net - PSSI memiliki alasan khusus ketika memilih untuk tak menghadiri pertemuan Joint Committee (JC) yang digagas KONI Pusat, di kantor KONI lantai 12, Selasa (9/10) kemarin.
Pada pertemuan tersebut, hanya dihadiri anggota JC dari KPSI, Joko Driyono dan Togar Manahan Nero. Selain itu, terdapat anggota KPSI, Djamal Aziz dan Plt Sekjen KPSI, Tigor Shalom Boboy. Mereka berbincang akrab dengan Ketua KONI Tono Suratman dan Sekretaris Jenderal Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI), Sudirman.
"Kami hanya ingin menegakkan Statuta. PSSI memandang hal tersebut harus ditempatkan sesuai dengan hasil rapat JC. Proses tersebut (persiapan Timnas), harus di bawah supervisi AFC dan FIFA. Artinya, semua yang dilakukan PSSI harus berdasarkan aturan AFC dan FIFA," ujar Sekjen PSSI Halim Mahfudz.
Dikatakannya lagi, KONI sebagai induk cabang olahraga, seharusnya lebih memikirkan para anggotanya. Dalam pertemuan tersebut, KONI mengundang PSSI sebagai anggota KONI dan KPSI yang bukan anggota KONI secara bersamaan. Dalam format pertemuan tersebut, PSSI ditempatkan sejajar dengan kelompok yang bukan anggota KONI maupun FIFA, dan perlakuan sejajar ini jelas bertentangan dengan Statuta.
"Jika tujuannya untuk harmonisasi, bagaimana mungkin PSSI sebagai federasi yang sah justru disejajarkan dengan kelompok yang bukan anggota KONI maupun FIFA. Jika dasarnya adalah surat FIFA, maka PSSI telah melakukan komunikasi dengan FIFA tentang surat tersebut karena FIFA melarang adanya pertemuan," lanjutnya.
Ditambahkan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, membenarkan adanya surat dari FIFA yang menyampaikan terima kasih terhadap upaya KONI membantu menyelesaikan konflik. Tapi kenyataannya, bukan menyelesaikan masalah, KONI justru menghambat penyelesaian konflik.
"KONI membuat persoalan semakin keruh. Karena itu, kami enggan memenuhi panggilan tersebut," tegasnya. (esa/dzi)
Pada pertemuan tersebut, hanya dihadiri anggota JC dari KPSI, Joko Driyono dan Togar Manahan Nero. Selain itu, terdapat anggota KPSI, Djamal Aziz dan Plt Sekjen KPSI, Tigor Shalom Boboy. Mereka berbincang akrab dengan Ketua KONI Tono Suratman dan Sekretaris Jenderal Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI), Sudirman.
"Kami hanya ingin menegakkan Statuta. PSSI memandang hal tersebut harus ditempatkan sesuai dengan hasil rapat JC. Proses tersebut (persiapan Timnas), harus di bawah supervisi AFC dan FIFA. Artinya, semua yang dilakukan PSSI harus berdasarkan aturan AFC dan FIFA," ujar Sekjen PSSI Halim Mahfudz.
Dikatakannya lagi, KONI sebagai induk cabang olahraga, seharusnya lebih memikirkan para anggotanya. Dalam pertemuan tersebut, KONI mengundang PSSI sebagai anggota KONI dan KPSI yang bukan anggota KONI secara bersamaan. Dalam format pertemuan tersebut, PSSI ditempatkan sejajar dengan kelompok yang bukan anggota KONI maupun FIFA, dan perlakuan sejajar ini jelas bertentangan dengan Statuta.
"Jika tujuannya untuk harmonisasi, bagaimana mungkin PSSI sebagai federasi yang sah justru disejajarkan dengan kelompok yang bukan anggota KONI maupun FIFA. Jika dasarnya adalah surat FIFA, maka PSSI telah melakukan komunikasi dengan FIFA tentang surat tersebut karena FIFA melarang adanya pertemuan," lanjutnya.
Ditambahkan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, membenarkan adanya surat dari FIFA yang menyampaikan terima kasih terhadap upaya KONI membantu menyelesaikan konflik. Tapi kenyataannya, bukan menyelesaikan masalah, KONI justru menghambat penyelesaian konflik.
"KONI membuat persoalan semakin keruh. Karena itu, kami enggan memenuhi panggilan tersebut," tegasnya. (esa/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 23 Juli 2026 12:01Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
-
Bola Indonesia 23 Juli 2026 11:00Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
BERITA LAINNYA
-
indonesia 23 Juli 2026 11:00Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
-
indonesia 23 Juli 2026 11:00Piala Presiden 2026: Pembagian Grup, Format, hingga Jadwal Pertandingan
SOROT
-
Liputan6 23 Juli 2026 11:50Hotman Paris Mundur, Bantah Ada Tekanan Kasus Eks Jampidsus Febrie
-
Liputan6 23 Juli 2026 11:17Alasan Hotman Paris Mundur dari Pengacara Febrie: Aku Takut Lumpuh
-
Liputan6 23 Juli 2026 11:05Hotman Paris Mundur dari Pengacara Eks Jampidsus Febrie
-
Liputan6 23 Juli 2026 10:59Fakta-Fakta Dokter Koas UI Ditemukan Tewas di Guest House Lampung
-
Liputan6 23 Juli 2026 10:41Pramono Pastikan Perbaikan SDN Kebayoran Lama 09 Jadi Prioritas APBD DKI
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya














:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300168/original/090565800_1784301109-f15bac1c-a403-4305-8222-a1e7f51b1067.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5514223/original/013837100_1772084064-IMG_0537.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300156/original/001773700_1784299348-65299532-31bb-4d3a-9661-bf22f4c4a599.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304984/original/078411300_1784779437-1001486628.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303072/original/032894900_1784617562-rob2.jpg)

