FOLLOW US:


SOS Minta PSSI Usut Insiden di Delapan Besar Liga 2

20-11-2018 04:58
SOS Minta PSSI Usut Insiden di Delapan Besar Liga 2
PSSI © Fitri Apriani

Sejumlah insiden yang terjadi pada Grup A Babak Delapan Besar Liga 2 2018 mengundang keprihatinan Save Our Soccer (SOS). Lembaga yang peduli dengan tata kelola sepak bola Indonesia ini meminta PSSI untuk turun tangan dan mengusut sejumlah insiden, yang mereka sebut dagelan tersebut.

"PSSI lewat Komite Fair Play dan Kepatuhan serta Departemen Intelegent harus mengusut tuntas. Kenapa ini semua terjadi yang merusak citra kompetisi," ujar Koordinator SOS, Akmal Marhali, melalui rilis yang diterima Bola.net, Senin (19/11).

"SOS berharap, ini dibuka secara transparan. Sepak bola tanpa rekayasa, sepak bola tanpa mafia harus dikampanyekan untuk menjaga muruah kompetisi sepak bola nasional," sambungnya.

Sebelumnya, sejumlah insiden sempat terjadi pada laga pamungkas Grup A Babak 8 Besar Liga2 Indonesia 2018. Waktu itu, empat tim bertarung memperebutkan dua tiket ke semifinal. Semen Padang menjamu Kalteng Putra di Stadion H. Agus Salim, Padang. Sementara Aceh United, yang sudah dipastikan tak lolos, menjamu PSMP Mojokerto Putra.

Insiden pertama terjadi pada laga antara Semen Padang dan Kalteng Putra. Kalteng Putra, yang menjadi tamu pada laga ini, memprotes wasit yang ditugaskan memimpin pertandingan ini. Mereka menolak bertanding bila wasit yang memimpin berasal dari Sumatra.

Komisi Wasit PSSI, yang dipimpin Nasrul Koto, pun sempat menugaskan wasit lain untuk memimpin laga ini. Namun, kebijakan tersebut tidak jadi dilakukan. Wasit tetap seperti keputusan awal dan Kalteng Putra yang berencana mogok menerimanya.

"Saya langsung menyatakan ini kode. Dua tim akan lolos dengan 'kesepakatan'. Sangat naif ada gonjang ganjing soal wasit di laga krusial. Ini penyakit bola kita yang harusnya tidak terus berulang," tutur Akmal.

Sementara itu, menurut SOS, kejanggalan juga terjadi pada laga antara Aceh United dan PSMP. Ketika kedudukan 3-2, PSMP mendapat peluang menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti. Namun eksekusi penalti pemain PSMP justru melenceng ke sisi gawang. SOS menilai bahwa PSMP sengaja mengalah untuk meloloskan Semen Padang dan Kalteng Putra.