FOLLOW US:


Dituding Merusak Warisan Arsene Wenger, Unai Emery Diminta Angkat Kaki

13-11-2019 13:00

 | Richard Andreas

Dituding Merusak Warisan Arsene Wenger, Unai Emery Diminta Angkat Kaki
Unai Emery © AP Photo

Bola.net - Legenda Arsenal, Emmanuel Petit tidak lagi bisa membela Unai Emery. Melihat rentetan hasil buruk dalam beberapa pekan terakhir, dia yakin sudah waktunya bagi Emery untuk meninggalkan klub.

Masa depan Emery mulai goyah, rumor pemecatan menguat. Betapa tidak, Arsenal hanya bisa memetik 2 kemenangan dari 10 pertandingan terakhir di Premier League, tertinggal 8 poin dari zona empat besar.

Emery dianggap gagal menyelesaikan masalah Arsenal. Selain hasil buruk, pilihan taktik dan formasinya sering meragukan, bahkan cenderung aneh.

Petit pernah mendukung Emery, tapi sekarang dia merasa sudah tidak bisa lagi. Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2

Kehilangan Identitas

Bagi Petit, kegagalan terbesar Emery adalah hilangnya identitas Arsenal. Sebelumnya ada Arsene Wenger yang bersusah payah membesarkan nama klub, tapi Emery menghancurkannya begitu saja, dengan mudah.

"Saya kira ini sudah waktunya Unai Emery meninggalkan Arsenal. Hasil-hasil pertandingan sama sekali tidak bagus. Saya tidak lagi mengenali tim ini dan saya tidak mengenali klub lagi," buka Petit kepada Metro.

"Arsene Wenger membangun klub ini selama 20 tahun dan ada kekhawatirkan seiring datang dan berlalunya generasi per generasi."

"Namun, sekarang mereka tampak seperti tim menengah tanpa inspirasi atau kreativitas - dan saya kira ini bukan hanya kesalahan pemain," sambungnya.

2 dari 2

Tidak Dipercaya

Ucapan Petit didasarkan pada fakta di lapangan. Dia melihat permainan Arsenal benar-benar buruk, jauh dari harapan. Taktik Emery tidak jelas, pilihan pemain meragukan, dan pada akhirnya hasil akhir mereka mengecewakan.

"Menurut saya, banyak pemain yang sudah tidak yakin dengan Emery, jadi ini sudah waktunya dia pergi," imbuh Petit.

"Saya melihat pertandingan melawan Leicester, Arsenal tampak buruk. Mereka bermain tanpa semangat, tanpa gairah, tanpa apa pun."

"Saya jadi bertanya-tanya sendiri: 'apa yang terjadi dalam klub ini? Apa yang terjadi pada klub ini?" tutupnya.

Sumber: Metro