FOLLOW US:


Kontroversi VAR (Lagi) dan Pelajaran Lain dari Duel Liverpool vs Manchester City

11-11-2019 04:30

 | Dimas Ardi Prasetya

Kontroversi VAR (Lagi) dan Pelajaran Lain dari Duel Liverpool vs Manchester City
Liverpool vs Manchester City di Anfield. © AP Photo

Bola.net - Ada sejumlah pelajaran yang bisa dipetik dari laga antara Liverpool vs Manchester City di Anfield, Minggu (11/11/2019).

Pertandingan antara Liverpool vs Man City ini berlangsung dengan tempo cukup tinggi. Laga berlangsung seru karena keduanya saling serang dan menghasilkan sejumlah peluang.

Akan tetapi Liverpool terbukti lebih klinis. Mereka mencetak gol pertama melalui Fabinho pada menit keenam.

Kemudian, Mohamed Salah membuat Liverpool unggul dua gol. Ia menanduk bola hasil umpan silang Andrew Robertson pada menit ke-13.

Setelah itu pada babak kedua tepatnya pada menit ke-51, Liverpool bisa mencetak gol lagi melalui tandukan diving Sadio Mane. City sempat mengepung pertahanan The Reds sejak pertengahan babak kedua.

Akan tetapi mereka cuma bisa mencetak satu gol saja. Gol tersebut dihasilkan oleh Bernardo Silva pada menit ke-78. Liverpool akhirnya menang 3-1 atas Manchester City.

Ada sejumlah hal menarik yang bisa dipetik dari laga ini. Apa saja itu? Simak berikut ini.

1 dari 5

Kontroversi VAR Trent Alexander-Arnold

Kontroversi VAR Trent Alexander-Arnold
Trent Alexander-Arnold © AP Photo

Sebelum terjadinya gol Fabinho, pihak Manchester City sempat melakukan protes keras pada wasit. Sebab mereka menilai Trent Alexander-Arnold melakukan handball di kotak penalti.

Manajer City, Josep Guardiola, mencak-mencak di pinggris lapangan. Ia mempertanyakan apa alasan wasit tidak memberikan hadiah penalti pada timnya.

Beberapa pemain Man City juga melakukannya. Namun wasit tidak bergeming. Ia bahkan tampak tidak menggunakan kesempatan untuk memakai teknologi VAR.

Trent juga terlibat dalam pusaran kontroversi VAR untuk kedua kalinya. Saat di babak kedua, tangan kirinya terkena bola hasil umpan Silva. Namun lagi-lagi wasit tak menganggp adanya pelanggaran dan laga terus dilanjutkan.

2 dari 5

Duo Fullback Terbaik

Duo Fullback Terbaik
Andrew Robertson merayakan kemenangan Liverpool atas Tottenham di final Liga Champions 2018-19. © AP Photo

Salah satu senjata andalan Liverpool selain trio lini serangnya adalah duo fullback yang mereka miliki. Di kanan ada Trent Alexander-Arnold dan di kiri ada Andrew Robertson.

Musim lalu, keduanya mencatatkan total 23 assist di pentas Premier League. Trent bahkan memecahkan rekor assist untuk seorang bek di liga dalam semusim.

Keduanya juga sudah sering disebut sebagai duo fullback terbaik di dunia. Pujian itu terbukti dengan proses terjadinya gol kedua yang dicetak oleh Mohamed Salah.

Saat itu, dari kanan Trent memberikan umpan diagonal dari area kanan ke Robertson yang ada di sisi kiri, dengan kaki kirinya. Bek asal skotlandia ini kemudian mengirimkan umpan silang yang ditanduk oleh Salah. Sungguh sebuah proses yang indah.

3 dari 5

City Berlubang Tanpa Laporte

City Berlubang Tanpa Laporte
Aymeric Laporte © Manchester City FC

Manchester City benar-benar kehilangan sosok Aymeric Laporte. Tak ada pemain lain yang bisa menggantikan perannya di lini belakang.

Apalagi, sebelumnya City juga sudah kehilangan Vincent Kompany. Laporte sendiri diprediksi absen sampai bulan Februari 2020 mendatang.

John Stones memang cukup bagus. Tapi ia butuh pemain yang lebih berpengalaman untuk mendampinginya. Stones juga tak bisa dimainkan bareng Nicolas Otamendi karena hasilnya akan ambyar.

Saat Stones cedera, Josep Guardiola bahkan harus memasang Fernandinho sebagai bek tengah. Di laga lawan Liverpool ini, gelandang asal Brasil itu diduetkan dengan Stones.

Keduanya cukup bagus. Namun mereka jelas kerepotan jika harus menghadapi lini serang Liverpool yang sangat tajam. City sendiri sudah lima kali kebobolan terus di empat pertandingan terakhirnya, termasuk lawan The Reds di semua ajang kompetisi.

4 dari 5

Rekor Benteng Anfield

Rekor Benteng Anfield
Suporter Liverpool di Anfield. © AFP

Liverpool jadi tim yang sangat solid sejak ditangani oleh Jurgen Klopp. Hasilnya, The Reds pun jadi tim yang sangat sulit untuk ditaklukkan di kandangnya sendiri, Stadion Anfield.

Liverpool tak pernah kalah dalam 31 pertandingan terakhirnya di semua ajang kompetisi di kandang sendiri di laga-laga resmi. Mereka terakhir kalah di markas sendiri saat jumpa Chelsea pada September 2018 di ajang PIala Liga.

Banyak tim-tim elit tumbang di Anfield sejauh ini. Mulai dari Barcelona, Bayern Munchen, hingga Man City tentunya.

Namun untuk di liga, rekor mereka lebih baik lagi. Mereka terakhir kali kalah di kandang sendiri saat dijegal Crystal Palace pada April 2017 silam.

Kemenangan ini sendiri juga berkesan bagi Liverpool. Mereka mencatatkan 13 kemenangan beruntun di kandang sendiri di pentas Premier League untuk pertama kalinya sejak 34 tahun.

5 dari 5

Aguero Kesulitan Cetak Gol di Anfield

Aguero Kesulitan Cetak Gol di Anfield
Bomber Manchester City, Sergio Aguero © AP Photo

Sergio Aguero adalah salah satu penyerang terbaik di dunia. Sudah ratusan gol yang ia ciptakan ke gawang lawan-lawan Man City.

Sejauh ini pemain asal Argentina itu sudah mencetak 173 gol bagi City di Premier League. Namun tak satu pun yang berhasil ia cetak ke gawang Liverpool saat bermain di Anfield.

Ia sebenarnya sempat mendapat beberapa peluang untuk mencetak gol. Salah satunya dari umpan Kevin De Bruyne. Namun ia gagal memaksimalkannya.

Aguero sendiri tak main penuh di laga ini. Ia ditarik keluar oleh Josep Guardiola pada menit ke-71 dan digantikan Gabriel Jesus.